Love For My Teacher

Love For My Teacher
Menantu Idaman


__ADS_3

Sesuai dengan janji kami saat ibu menelpon pagi tadi, aku dan pak Chandra pulang ke rumah ibu.


" Pak kenapa berhenti di sini " pak Chandra menghentikan mobil nya di depan toko bunga, apa pak Chandra akan memberi aku bunga pikirku dengan hati berbunga-bunga


" Tunggu sebentar sayang " pak Chandra keluar


Terlihat pak Chandra sedang memilih bunga tapi mengapa bukan mawar putih malah bunga bunga tulip apa bunga itu bukan untuk ku



" Kenapa bunga tulip bukan mawar putih " tanyaku sewot


" Ini bukan untuk mu sayang " menjentik kan jarinya ke bibir ku


" Buat siapa apa untuk wanita lain " menatap pak Chandra


" Istri ku cemburu "


" Tidak " membenarkan duduk ku


Pak Chandra mengemudi sesekali melihat ke arahku


Kurang dari setengah jam kami sampai di rumah ibu, aku dan pak Chandra keluar dari mobil aku melihat ibu sedang asik menyiram bunga matahari dengan warna kuning cerah menyala yang tumbuh subur di depan rumah.


" Ibu " sapa pak Chandra sambil mencium telapak tangan ibu


" Kalian datang juga ayo masuk "


" Ini bunga untuk ibu mertuaku tersayang " ucap pak Chandra, sangat pintar ternyata pak Chandra dalam hal mengambil hati ibu ku


" Terimakasih kamu ini menantu yang sangat romantis " ibuku tersenyum


Kami masuk ke dalam rumah, ibu memasukan bunga tulip itu kedalam vas bunga



Bunga tulip yang sangat indah itu memiliki arti kehidupan baru dan kedermawanan itulah mengapa pak Chandra memilih bunga tulip itu untuk ibu.


" Hebat sekali ternyata suamiku ini dalam mengambil hati ibu mertua nya "


" Apa kamu lupa sayang, lihat saja nanti ibu mertuaku itu akan lebih membela menantunya ketimbang kamu " tersenyum angkuh


" Dasar licik "


" Apa kamu lupa dengan ucapan kamu tadi pagi kita sudah sepakat bukan "


Ah iya ciuman itu, masa iya aku kalah dari pak Chandra itu sangat tidak adil.


" Pasti ingat dan aku akan mendapatkan ciuman itu " mendekatkan wajahnya ke arahku, aku tersipu malu karena meskipun kami sudah menikah aku masih merasa sangat canggung.


" Ri buatkan minuman sana buat suami mu " ibu menyuruh ku membuatkan minuman untuk menantu barunya itu


Aku memandang jengah pak Chandra karena aku sudah kalah satu telak dari pak Chandra


" Tidak perlu Bu, pak Chandra tidak haus " ucapku sambil menata piring di meja makan

__ADS_1


Ibu geleng-geleng kepala melihat ku mengabaikan pak Chandra yang kini sudah menjadi suamiku


" Tidak apa bu, Chandra bisa buat minum sendiri sudah terbiasa kok Bu "


" Tidak boleh, ayo Ri buatkan minuman buat suamimu sana "


" Iya bu " akhirnya aku kalah lagi dan aku pergi membuat minuman


" Maafkan Rari ya Chandra " ucap ibu sementara pak Chandra seakan menahan tawanya


" Ah ibu tidak perlu minta maaf seperti itu, Rari hanya anak kecil bu jadi maklumi saja " tersenyum


Anak kecil ya huuh sangat menyebalkan sekali pak Chandra ini


Batin ku ikut bicara, aku berjalan membawa satu cangkir kopi untuk pak Chandra


Seorang pria paruh baya berjalan kearah meja tamu dengan wajah cerah ceria karena menantu barunya datang berkunjung kerumahnya


" Wah kalian sudah datang " ucap ayah dengan senang.


Pak Chandra langsung berdiri menyalami ayah begitu pun dengan ayah yang menepuk-nepuk bahu pak Chandra


" Kalian sudah lama datang " tanya ayah sambil duduk


" Baru saja yah " sahut pak Chandra


" Bagaimana jika kita main catur, apa kamu bisa main catur " tanya ayah


" Bisa tapi tidak hebat ayah "


" Jadi ragu saya yah " ucap pak Chandra mengikuti langkah ayah yang menuju ke depan rumah


Mengapa malah aku yang di tinggal kan dan pak Chandra seakan sangat cuek karena orang tuaku terlihat lebih mementingkan pak Chandra ketimbang aku padahal yang merupakan anak mereka aku bukan pak Chandra.


" Kau sangat menjengkelkan pak Chandra aku pasti akan membalas mu bagaimana bisa kau dengan mudahnya menjadi menantu kesayangan " batinku merasa panas


*


Di depan rumah ayah dan pak Chandra asik main catur dan mengobrol mereka merupakan menantu dan mertua yang sangat akrab


" Apa Rari merepotkan kamu Chandra " tanya ayah


" Tidak yah, Rari anak yang baik dan sangat penurut juga sangat manis "


" Baguslah, ayah sedikit kuatir kamu tau sendiri Rari itu masih sangat labil dan keras kepala "


" Ayah tenang saja saya sudah memakluminya, Rari anak yang sangat baik yah meski dia seperti anak kecil "


Bagus sekali pak Chandra ! jadi kau anggap aku ini seperti anak kecil


" Justru menantu ayah itu yang seperti anak kecil dan sangat menjengkelkan " ucapku berdiri depan pintu


" Masuk sana kamu Ri bantu ibu kamu di dapur sana "


" Tapi benar ayah pak Chandra itu sangat menjengkelkan dan juga menyebalkan ayah harus tau itu " tuding ku mengadu

__ADS_1


" Ayah lihat seperti nya kamu yang sering membuat ulah dengan Chandra "


Yang benar saja mengapa ayah membela pak Chandra bukannya berpihak padaku


" Benar itu yang ayah kamu katakan itu Ri, kamu tidak boleh merepotkan Chandra dia itu sekarang sudah menjadi suami kamu " timpal ibu yang ikut-ikutan membela pak Chandra, ini semua sangat tidak adil untuk ku mengapa semua orang berpihak pada pak Chandra


"Ayo ayah, Chandra masuk kita makan malam " ucap ibu


Broum.. suara motor dan aku sangat kenal itu pasti motor ka Ari


" Kakak " aku berlari ke arahnya dan memeluknya karena dia sangat lama tidak pulang ke rumah karena urusan pekerjaan bahkan di hari pernikahan ku dia tidak bisa datang, sangat menyedihkan bukan


" Lepaskan kamu sudah punya suami tidak boleh memeluk pria lain " ka Ari mencoba melepaskan melukan ku


" Biarkan " aku sangat merindukan kakak tampan ku ini


Pak Chandra tersenyum melihat tingkah manjaku itu pada kakak ku


" Ri lepaskan kakak mu itu dia pasti lelah baru datang " ucap ibu


" Aku sangat merindukan kakak bu dan dia sudah sangat berdosa tidak datang di hari pernikahan ku "


" Dasar anak nakal lepaskan pelukanmu ini "


" Tidak mau kau harus minta maaf dulu karena kesalahanmu sangat besar padaku " ucapku


" Baiklah aku minta maaf karena tidak bisa datang di hari pernikahan mu aku akan memberimu hadiah pernikahan "


" Bagaimana dengan kakak ipar " ucapku jahil


" Kau ini " ketok ka Ari


" Sudah ayo masuk " ibu meminta kami masuk


*


Ka Ari masuk ke kamarnya terlebih dulu untuk mandi setelah dia ikut gabung turun ke bawah untuk makan malam karena sudah di tunggu oleh kami semua terutama di cantik Maira yang katanya sudah sangat lapar menunggu, Maira putri kecil dan juga malaikat kecil yang menghiasi rumah tangga ka Lia dan suaminya.


" Om lama sekali apa om tidak tahu perut Maira sudah sangat lapar menunggu om " ucap polos Maira protes


" Maaf ya tuan putri "


" Maaf kan tidak ya " ucapnya


" Maafkan ya "


" Baiklah tapi om harus memberiku coklat dan ice cream yang banyak "


" Baiklah "


" Om yang satu itu juga ya nanti belikan Maira coklat dan ice cream " menunjuk ke arah pak Chandra sehingga mengundang tawa kami semua


" Mau berapa banyak " tanya pak Chandra


" Banyak-banyak " melebarkan tangan kecilnya ke atas

__ADS_1


__ADS_2