
Aku membaca setiap lembar catatan pak Chandra dan disetiap lembar itu pula air mataku membasuh mukaku aku tidak bisa menahan tangaisku setiap ku balik lembar kertas putih yang isinya kalimat-kalimat sendu.
*17 Juni 2016
Entah apa yang membuat pikiranku isinya hanya murid keciku yang imut dan manis dan rasa rindu mulai menggebu-gebu jika aku tidak bertemu dengan murid kecilku yang bernama Rari*
Setiap lembar buku biru milik pak Chandra isinya tentangku bahkan setiap kali kami bersama ditulis pak Chandra dengan hati
" Rari apa kaka boleh masuk " ka Lia mengetok pintu kamarku
" masuklah ka "
" kamu kenapa lagi Ri "
" ini " aku memberikan buku pak Chandra pada ka Lia
" buku siapa "
" buku pak Chandra kaka baca sendiri "
hik...hik...hik... aku menangis karena aku merasa sangat bodoh tidak pernah mendengar penjelasan pak Chandra
" ka Lia minta maaf ya Ri karena kaka juga ikut salah paham seharusnya kemarin kaka tidak ikut campur tentang urusan kalian "
" ka Lia tidak salah justru Rari yang salah "
" sini sayang menangislah dipangkuan kaka mu ini, jika kalian di takdirkan bersama pasti akan bertemu kembali " sambil mengusap rambutku yang sudah ada ada dipangkuan ka Lia
" Tidurlah baringkan tubuhmu pasti lelah bukan dengan cinta pertama mu " ka Lia memindahkan kepala ke bantal dan mengecup kecingku
__ADS_1
" terimakasih ka Lia "
Ka Lia mematikan lampu kamarku dan langsung keluar dari kamarku
" Lia kamu ngapain masuk kamar Rari " tanya ka Ari pada ka Lia
" lihatlah adik kita sedih "
" kenapa "
" cinta pertamanya sungguh menyedihkan "
" Chandra "
" iya "
" besok saja mungkin Rari sudah tidur kasian dia "
" baiklah, kaka juga tidur ya "
Ka Ari tetap saja masuk ke kamar ku mungkin karena dirinya tidak nyaman jika melihat adik perempuannya bersedih.
Tanpa menyalakan lampu ka Ari menarik selimut hingga kedadaku melindungi ku dari udara dingin
" Rari kecilku sudah dewasa rupanya sudah kenal cinta " ka Ari mengusap rambutku dengan lembut
Ari mengambil buku biru milik pak Chandra dan membacanya
" apa ini buku milik guru muda itu aku harus membacanya untuk tahu apa sebenarnya yang terjadi " ka Ari bergumam
__ADS_1
ka Ari membaca dengan cepat namun cukup tahu inti dari buku catatan pak Chandra
" ya Tuhan mengapa kisah cinta Rari seperti ini, jika mereka berjodoh pertemukan kembali mereka berdua "
ka Ari keluar dari kamarku tidak lupa menaruh buku catatan pak Chandra di tempat sebelum nya.
Malam yang kelam ku lewati rasanya sampai terbawa mimpi tidak pernah aku merasakan malam sekelam ini.
Aku sudah siap dengan tas sekolahku dan ka Ari sudah menunggu ku karena hari ini aku diantar ka Ari dan hari ini merupakan hari pertama aku ulangan kenaikan kelas
" Ri kamu sudah siap untuk ulangan kenaikan kelas " tanya ka Ari padaku namun pasangannya tetap lurus pada jalanan
" sudah ka dan aku sudah belajar "
" yang serius ya Ri biar jadi juara "
" siap komandan "
" sudah sampai, semangat ya ulangan "
" daaah ka Ari " dengan senyum tulus aku melemparkan senyum untuk ka Ari dan disambut pula oleh ka Ari dengan senyum dan berlalu pergi meninggalkan sekolahku
" Rari " Ayata menyapaku
" eh Ayata "
" apa kamu siap ulangan "
" siap " aku berkata siap sedangkan tadi malam saja tidak ada satu katapun aku belajar bagaimana aku bisa berkata siap
__ADS_1