
Seperti hari-hari biasanya aku sekolah berteman dengan Ayata dan ka Maki namun mungkin tinggal beberapa bulan lagi ka Maki akan lulus dan meninggalkan sekolah itu artinya aku akan kehilangan satu temanku
" ka apa kau akan meninggal kan ku ketika lulus nanti "
" bicara apa kamu Ri "
" ka Maki sudah ujian sekolah sebentar lagi lulus dan ka Maki mesti melanjutkan kuliah terus akan sibuk dengan urusan ka Maki "
" kamu tidak ingin aku lulus "
" bukan seperti itu aku hanya takut kehilangan teman sebaik ka Maki "
" Aku tidak akan melupakan adik kelas ku ini aku janji "
" tidak perlu berjanji aku tidak percaya "
" kenapa tidak percaya apa aku pernah berbohong padamu "
" pak Chandra saja berjanji akan kembali namun tidak ada kembali bahkan sekarang aku tidak tahu kabar pak Chandra "
" pak Chandra pasti kembali "
" kapan "
" aku tidak tahu tapi aku yakin pasti pak Chandra kembali untuk mu karena pak Chandra benar-benar mencintaimu Rari "
" jangan menghiburku dengan ketidak pastian "
" itu pasti Ri mungkin hanya menunggu waktu yang tepat "
Aku melihat bahwa ka Maki sangat lah yakin jika pak Chandra akan kembali namun aku tidak ingin terlalu berharap aku takut terluka hanya karena harapanku ini
" ayo kita makan " ka Maki membangunkan ku dari lamunan
" aku bawa bekal "
" lalu untuk ku "
" buat sendiri "
" pelit "
" kita ajak Ayata makan sekalian pasti dia bawa bekal "
" lalu untuk ku mana "
" ka Maki makan masakan kantin saja "
" besok buatin ya "
" buat sendiri "
__ADS_1
Ayata duduk disampingku dan makan bersama rasanya ini sangat berat karena moment inilah nantinya yang akan aku rindukan apa lagi ka Maki hanya beberapa bulan lagi pasti akan lulus dan akan meninggal kan sekolahan dan juga kami.
" Ri minta punya kamu satu "
" enak aja ini cuman satu ibu aku buat "
" bagi dua "
Seperti itulah ka Maki kami sudah terbiasa seperti itu
" eh undur-undur minta tahu satu "
" undur-undur kamu bilang aku undur-undur lagi apa kamu lupa nama aku "
" Ayata maksud aku "
" ini tahunya "
" terimakasih undur-undur baik hati "
plaaak !!!
Kepala ka Maki dihajar Ayata aku melihatnya mereka sangat serasi dan sangat lucu jika mereka jadi pasangan kekasih
" sakit tau "
" makanya jangan panggil aku undur-undur "
" benarkah " aku tidak tahu apa itu undur-undur
" apa kamu tidak tahu Rari "
" iya "
" haha kamu tidak tahu nanti aku bawakan atau kamu lihat saja orang di samping mu ini Rari dia juga undur-undur "
plaak !!!
Untuk kedua kalinya Ayata memukul ka Maki
" apa kau pikir kepalaku ini bantal sehingga semudah itu kau memukul kepalaku jika aku kehilangan ingatanku karena kau pukul bagaimana "
" itu bagus "
" apa kalian akan terus bertengkar "
" dia yang mulai " ka Maki menunjuk Ayata
" kamu " Ayata balik menunjuk ka Maki
" kalian lanjutkan saja debatnya " aku berdiri dari kursiku
__ADS_1
" ikut " kata ayata
" aku belum selesai makan ku kalian mau kemana tunggu aku dulu "
" masuk kelas mau ikut "
" tidak terus saja kelas kalian panas "
" huuuh " Ayata
Aku dan Ayata pergi meninggalkan ka Maki yang tengah menyantap makan siangnya dengan lahap
" Rari kotak makan ku ketinggalan "
" kita balik lagi "
" kamu terus saja ke kelas aku sendiri saja "
" ok "
Ayata balik ke kantin mengambil kotak makannya yang segi empat yang berwarna hijau
" balik lagi kamu undur-undur "
" kotak makan ku ketinggalan "
" ini ambil "
" Terimakasih "
Ka Maki meraba-raba saku celananya mencari dompetnya
" Ayata dompetku ketinggalan aku pinjam uangmu sebentar "
"berapa "
" tiga puluh ribu "
" ini "
" terimakasih undur-undur "
" apa kau tidak bisa memanggil namaku dengan benar "
" iya Ayata "
" heeem "
" apa lagi aku sudah benar kan ayo jalan apa kamu tidak mau balik masuk kelas apa kamu terpana melihat ketampananku "
plaak !!!
__ADS_1
Lagi-lagi Ayata memukul ka Maki sepertinya tangan Ayata sudah mahir dan terlatih dalam memukul