
Mungkin hampir semua perempuan di dunia ini pasti pernah mendengar kisah tentang ketegangan yang terjadi antara menantu dan ibu mertua, atau bahkan sebagian dari mereka pernah merasakan nya.
Seperti aku contohnya, ibu mertua ku tidak suka denganku dengan alasan aku bukan tipe menantu yang di inginkan nya, Elen lah yang di harapkan ibu mertua ku untuk menjadi menantunya yang pas untuk menjadi istri pak Chandra.
" Apa Elen sangat sempurna "
Geming ku dalam diam setelah ibu mertua ku menyambut aku dan pak Chandra yang baru saja tiba di rumah.
" Apa kalian bersenang-senang di sana " ucap ibu mertua ku, senyum sinis nya menatap ku dengan tatapan kurang suka.
" Ah ibu, aku belikan oleh-oleh untuk ibu " mencoba untuk mencairkan suasana rasa membeludak dalam hatiku.
" Tidak butuh itu semua " membuang wajah
Jujur saja aku sangat tidak menyukai ibu mertuaku itu, tapi apa yang harus aku perbuat ibu cerewet itu merupakan ibu dari suamiku yaitu ibu dari pak Chandra.
" Jika ibu tidak suka tidak masalah " Pak Chandra menarik tanganku
" Apapun yang dari Rari ini mama tidak suka " jari telunjuk wanita paruh baya itu menunjuk ku, apa kau tahu itu sangat menyakitkan bagi ku
" Terserah " pak Chandra lekas menarik tangan ku
" Elen akan datang " ucap wanita paruh baya itu lagi, aku menghentikan langkahku
" Kenapa " ucap ku, berbalik
" Karena yang pantas dengan Chandra hanya Elen "
" Cukup ma, jangan membuatku marah " ucap pak Chandra
" Apa lebihnya Elen dari aku, aku ini menantu mu "
"Kamu itu hanya bocah ingusan dan kamu tidak bisa menandingi Elen yang begitu sempurna " ucapan ibu mertuaku itu sangat merendahkan ku
"Baik, nanti Rari akan usahakan untuk bisa lebih dari Elen "
" Apa,kamu ingin menandingi Elen, Elen itu wanita yang sangat berkelas,cantik, sangat anggun dan model yang sangat terkenal, sedangkan kamu hanya mahasiswa yang tidak berprestasi "
" Baik, Rari akan membuktikan nya bahwa Rari bisa lebih dari Elen "
__ADS_1
" Buktikan saja, kamu tidak akan mampu "
" Bagaimana jika itu akan terjadi " aku menantang wanita paruh baya itu
" Baik, aku akan menerima mu sebagai menantu "
" Baik "
Aku meninggalkan ibu mertuaku, aku berusaha untuk tetap tersenyum untuk menahan air mata ku.
Sesampainya di kamar.
" Apa-apaan yang kamu lakukan tadi Ri " ucap pak Chandra
" Ibu mu menginginkan menantu seperti Elen bukan "
" Ibu hanya memancing mu "
" Rari akan membuktikan nya pak " ucapku
" Kamu tidak perlu melakukan nya "
" Bukan seperti itu Ri, kamu di mata bapak segalanya bahkan lebih dari Elen "
" Pak, Rari pasti bisa " aku meraih tangan pak Chandra
" Lalu, apa yang akan kamu lakukan "
" Rari akan berusaha mendapatkan beasiswa kedokteran luar negeri "
" Bapak tidak setuju, apa kamu ingin meninggalkan suami mu Ri "
" Tidak "
" Tapi apa " terlihat raut wajah kesal
" Pak "
" Sudahlah " pak Chandra keluar dari kamar.
__ADS_1
Apa kata ibu mertua ku tadi ? Apa Elen akan kembali, apa yang harus aku lakukan jika perkataan ibu mertua ku tadi serius.
Satu lagi pertanyaan ku, jika benar Elen akan kembali apa alasannya kembali dan untuk apa Elen kembali.
Tok...tok... ketukan dari luar kamar
" Ri apa kamu di dalam " ternyata itu Citra
" Masuk saja Cit , pintunya tidak terkunci "
Citra membuka pintu
" Kamu kesini pasti di suruh pak Chandra kan "
" Iya Ri, kamu tahu kan mama seperti itu, tidak seharusnya kamu berbuat seperti itu "
" Citra kamu tidak tahu seperti apa perasaan ku, aku akan membuktikan nya "
" Aku tahu dan aku yakin kamu pasti bisa, tapi apa kamu yakin "
" Ya aku sangat yakin "
" Tapi, aku harap kamu tidak melakukan nya Ri, aku takut mama akan semakin tidak menyukai mu "
" Apa Elen begitu sempurna " Tanyaku ke lain topik
" Dia tidak terlalu sempurna Ri, kamu percaya saja dengan Chandra "
" Apa dia akan kembali "
" Aku tidak tahu, tapi memang ada yang mengatakan bahwa Elen akan kembali "
" Itulah alasan aku Citra, aku takut jika Elen akan merebut pak Chandra lagi dari ku "
" Tidak akan Ri, apa kamu meragukan Chandra "
" Aku tidak tahu "
__ADS_1
" Aku akan menghukum Chandra jika dia berani dekat Elen, aku janji " memberikan jari kelingking nya.