
Hari pertama di kelas tiga itu artinya satu tahun lagi aku akan lulus dan sebelum kelulusan itu aku akan menghadapi ujian dan itu sudah pasti akan menguras tenaga dan waktu, mungkin aku harus mempersiapkan dari awal untuk belajar agar nanti saat ujian sekolah aku sudah memiliki bekal yang cukup banyak tidak ada lagi waktu untuk bermain-main.
" Ka Rari " sapa Wiwid
" Eh Wiwid kamu diantar sepupu mu "
" Iya ka, dan ini polpen buat ka Rari "
" Kenapa "
" Coba lihat couple ka " Wiwid memperlihatkan polpen yang sama yang diberikan nya untuk ku
" Terimakasih "
" Itu pilihan ka Dion "
" Terimakasih ka " Ucapku pada Dion
" Dion saja tidak perlu panggil ka " ucap Dion
" Baiklah, ah aku duluan ya "
" Iya ka " gadis kecil itu tersenyum ramah begitu juga dengan Dion
Aku masuk ke kelas baru ku ada suasana baru apa lagi Ayata tidak satu kelas lagi dengan ku.
" Coba lihat ada yang terpisah dengan sahabatnya " Nata masih menyimpan dendam
" Kenapa ?... apa kau akan mengganggu ku " aku menantang Nata
" Bersikaplah sebaik mungkin "
" Cih apa kau memintaku bersikap baik siapa kamu " Aku melawan
" Kau " Nata emosi
" Maaf ya sepertinya ini masih terlalu pagi mengapa sangat panas sekali ya " aku mengipasi tubuhku dengan tangan dan pergi meninggalkan Nata yang masih menyimpan api amarah pada ku.
Sepertinya aku masuk kedalam kelas yang berisikan orang-orang yang perlu pendingin ruangan mereka sangat emosian bayangkan saja pagi tadi aku harus berurusan dengan Nata sekarang aku melihat pemandangan baru perdebatan amatir antara satu orang siswi dan tiga orang siswi sungguh tidak seimbang namun aku memilih diam saja dan pergi meninggalkan orang-orang itu .
Aku keluar menemui Ayata di kantin tentunya kami sudah janjian untuk bertemu di situ.
" Aku tidak suka kelasku Ayata apa lagi orang-orang nya " Aku mengadu pada sahabatku itu
" Kenapa "
" Ada Nata dan juga Alana ditambah kelasku itu sangat panas dengan orang-orang amatiran "
" Haha apa kamu takut "
" Tidak aku hanya tidak suka "
" Tenanglah kamu hanya belum bisa beradaptasi Ri " Ayata menenangkan ku
" Harusnya kita satu kelas lagi "
" Aku juga ingin nya seperti itu Ri " Ayata tersenyum tipis
Wiwid si gadis manis dan juga imut itu datang dan duduk ikut gabung dengan kami
" Ka Rari ka Ayata " Sapa nya ramah penuh keceriaan
" Kamu lagi bocah " Ucap Ayata pada gadis manis itu
" Iih ka Ayata selalu saja menyebut aku bocah "
" Lalu apa lagi "
" Aku sudah kelas dua SMA ka "
" Tetap saja kamu masih bocah seperti anak kecil apa kamu tahu itu "
" Ka Rari lihatlah ka Ayata mengejek ku "
" Haha kamu ini Wid " Aku tertawa kecil
" Tuh Rari tidak membelamu anak kecil "
" Ah kalian ini sangat menyebalkan " Wiwid berdiri
__ADS_1
" Mau kemana lagi anak kecil duduk saja "
" Tidak mau "
" Cie ngambek " Ayata mencubit pipi Wiwid yang begitu kenyal
" Ah lepaskan ka Ayata pipiku sakit "
" Pipi kamu ini seperti karet "
" Menyebalkan aku pergi saja "
" Apa kelasmu asik Ayata " kembali pada topik sebelumnya
" Biasa saja tapi seperti nya mereka baik "
" Kamu sangat beruntung aku tidak suka kelasku "
" Sudahlah kamu hanya belum bisa beradaptasi "
" Huuuh " aku menghembuskan nafas
" Kita makan saja Ri "
" Haha iya nanti keburu dingin ya Ayata "
Kami makan mie ayam yang dari tadi dipesan yang hampir dingin karena dari tadi kami larut dalam pembicaraan.
" Apa Nata mengganggu mu "
" Biasa sepertinya dia masih marah padaku "
" Apa dia tidak punya malu "
" Entahlah itu tidak terlalu penting "
" Ok kita lupakan saja itu sekarang ceritakan liburan mu bersama pak Chandra kesayangan mu "
" Biasa saja "
" Aah kamu ini Ri mana mungkin biasa saja pasti sangat mengasikan liburan kalian "
Ceritaku selesai sampai aku dan pak Chandra diberi bunga oleh anak kecil kemarin sewaktu aku liburan.
" Apa kalian tidak menginap di satu penginapan "
" Maksud kamu apa Ayata "
" Satu kamar "
" Kamu sangat konyol Ayata " Aku memukul bahu Ayata
" Apa kalian tidak melakukan itu " Ayata balas menyenggol ku
" Apa-apaan Ayata "
" Haha malu nih "
" Tidak lah Ayata kamu tahukan aku dan pak Chandra tidak mungkin melakukan hal seperti itu sebelum pernikahan "
" Iya deh "
" Lalu liburan bagaimana "
" Aku liburan bersama Agra "
" Benarkah, coba ceritakan " aku penasaran
" Tidak perlu aku malu " Ayata membuatku semakin penasaran untuk mendengarkan cerita liburan mereka
" Apa kalian melakukan hal aneh "
" Eeem "
" Apa kamu melakukan hal itu " aku menginterogasi Ayata jika mereka melakukan itu sangat keterlaluan dan itu tidak baik aku hanya takut akan timbul masalah untuk kedepannya
" Jawab Ayata apa kamu dan Agra melakukan itu "
" Aku tidak tahu "
__ADS_1
" Maksud kamu tidak tahu apa "
" Itu terjadi tanpa terduga Ri tapi aku yakin Agra tidak mungkin mengkhianat ku ku kan" Ucap Ayata, aku melirik tajam sahabatku itu karena ucapannya itu
" Ayata aku hanya takut nanti kamu kenapa-kenapa "
" Tenanglah"
" Aku hanya takut Ayata "
" Agra baik Rari jadi tidak mengkin dirinya menyakitiku Agra sudah berjanji padaku "
Aku menatap tajam pada sahabatku itu aku hanya takut akan terjadi sesuatu kedepannya pada Ayata
" Kamu sangat yakin pada Agra "
" Aku tahu Agra pernah nekat namun dia sudah berubah Ri percayalah "
" Ayata " Aku menatap sahabatku itu
" Percayalah " Ayata menggenggam tanganku lalu tersenyum.
Entah mengapa aku sangat mengkhawatirkan sahabatku itu aku takut jika Agra akan menyakiti Ayata.
" Kita masuk kelas saja " Ayata menarik tanganku
" Baiklah kita berpisah Ayata "
" Berpisah kelas "
" Iya, aku akan masuk dalam kelas yang teramat panas "
" Bersiap-siaplah " Ayata tersenyum licik
" Kau teman yang jahat Ayat "
" Sudahlah masuk saja jika ada yang mengganggu mu kabur saja "
" Apa kau tidak akan menolongku "
" Haha tidak akan kecuali kau membayar ku untuk itu "
" Huuh dasar " aku masuk kedalam kelasku entah mengapa aku merasa sangat panas dengan keadaan dalam kelas.
" Hey... " sapa salah seorang yang berada dibelakang ku
" Iya ada apa "
" Mana buku tugasmu katanya kau anak pintar sini aku lihat "
" Tidak bisa kau kerjakan sendiri "
" Hey " dia terlihat marah
" Anak-anak ada yang tidak mau berbagi nih "
" Haha " Sorak tawa dari teman-temannya
" Apa kalian tidak bisa mengerjakannya sendiri cobalah belajar "
" Haha jangan banyak gaya kau "
" Apa kau akan mengganggu ku " aku menantang
" Wah aku suka tantangan "
" Apa kamu tidak malu mengganggu perempuan "
"Hey " teriak laki-laki menghentikan tangannya kemejaku
" Pergi kau "
" Beraninya kau "
" Dengar aku kau pikir aku takut denganmu " teriak ku membalas laki-laki itu
" Kau menantang ku "
" Aku tidak menantang mu hanya saja aku akan melawan orang-orang seperti mu dan aku tidak akan membiarkan diriku di tindas orang lain " Aku meninggikan suaraku
__ADS_1