
Aku tidak perlu mengungkapkan perasaan terdalamku saat bersama pak Chandra karena semua rasa ada dan tumbuh bersama untuk mengungkapkan kebahagian itu sendiri jadi aku tidak perlu kata-kata dengan seribu majas cukup satu makna yaitu dengan bersamanya aku bahagia dan akan terus bahagia bersamanya tanpa akhir dan yang aku inginkan saat ini hanya tetap bersama pak Chandra.
Perasaan ku saat ini sudah cukup bahagia bersama pak Chandra dengan cara sederhana namun aku merasa sangat istimewa yang aku harapkan hubungan kami selamanya berjalan harmoni dan tetap bersama bagiku itu sesuatu yang sangat berharga.
Liburan bersama pak Chandra sungguh menyenangkan berjalan berdua menyusuri pantai atau berlarian menghindari ombak pantai.
" Ri coba kamu lihat matahari yang hampir tenggelam itu " pak Chandra menunjuk kearah matahari berwarna kemerahan yang hampir tenggelam yang akan di gantikan bulan
"Rari melihat nya pak sangat indah apa lagi pantulan air pantai itu membuatnya sangat indah"
" Terimakasih telah menemaniku dan membuatku bahagia bagiku kebagian yang sesungguhnya adalah bersamamu I love you Rari "
" I love you to Canri sayang " Aku tersenyum pada pak Chandra
Sebelumnya aku tidak mengerti apa itu bahagia namun sekarang aku mengerti aku bahagia bersama orang yang aku cinta dan aku tahu apa itu bahagia karena cinta dan untuk itu aku ucapkan terimakasih pada sang pencipta cinta karena telah memberikan aku cinta seindah ini bersama pak Chandra yang tak lain guru ku sendiri mungkin sangat jarang terjadi cinta antara guru dan murid namun pada kenyataan nya aku dan pak Chandra menjalin cinta kasih bersama.
Jika aku di tanya mengapa aku mencintai pak Chandra dan masih saja bertahan sedangkan ada begitu banyak air mata dan tangis maka jawabku adalah aku selalu menemukan pak Chandra utuh bersamaku dan selalu siap untuk ku meski itu hanya untuk menghapus air mata ku.
" Tutup mata kamu Ri "
" Kenapa "
" Tutup saja "
" Baiklah " Aku menutup mataku aku tidak tahu apa yang akan di lakukan pak Chandra.
Pak Chandra mendekat dan terus mendekat seperti akan memeluk ku namun lengannya mengalungkan ke leher ku dan seperti ada sesuatu yang sedang di pakai kan pak Chandra
" Lihatlah " pak Chandra memintaku membuka mataku dan aku pun langsung membuka mataku ternyata pak Chandra memasang kan kalung untuk ku kalung yang sangat cantik
" Kalung "
" Iya kalung apa kamu menyukai nya "
" Sangat suka terimakasih Canri "
" Lihatlah di kalung itu ada nama kita jaga baik-baik jangan sampai hilang "
" Aku akan menyimpannya dengan baik "
" Awas jika sampai hilang "
" Tidak akan, kenapa bapak sering sekali memberi Rari hadiah tanpa terduga "
" Apa kamu tidak suka "
" Bukan seperti itu "
" Kamu adalah hadiah terindah Ri jadi kamu pantas mendapatkan semua hadiah itu "
" Manis sekali kenapa bapak begitu romantis "
__ADS_1
" Apa kamu baru sadar "
" Tidak pernah sadar karena Rari anggap bapak yang paling romantis "
" Waaah tunangan kecil ku ini bisa menggombal sekarang ya " pak Chandra membuatku malu
" Tidak "
" Lihat itu pipi mu memerah "
" Tidak ada " Aku berbalik membelakangi pak Chandra
" Malu nih malu " Pak Chandra mengejek ku sehingga membuatku semakin malu.
" Tau ah " Aku berjalan meninggalkan pak Chandra.
" Pergi ke mana Rican ku sayang tunggu jangan jalan sendiri " Pak Chandra mengikuti langkahku dari belakang.
Kami berjalan menuju penginapan sudah cukup untuk sore ini aku bersama pak Chandra dengan canda dan tawanya yang akan dilanjutkan hari esok.
" Tidurlah masuk ke kamarmu " Pak Chandra mengantar ku sampai penginapan
" Selamat malam Canri "
" Malam juga Rican sayang I love you "
" I love you to Canri " Aku masuk ke kamarku dan menutup pintu kamar
Akan aku jadikan sebagai hari terbaik untuk hari ini karena aku menemukan sebuah alasan dan di setiap alasan itu ada harapan dan juga impian untuk selamanya bersama pak Chandra yang ku tulis dalam kata cinta bersama pak Chandra.
" Permisi sarapan nona " Suara pelayan hotel mengantar sarapan untuk ku
" Taruh saja di meja "
" Ini juga ada titipan bunga untuk nona "
" Dari siapa "
" Saya kurang tahu nona tapi dia mengatakan tunangan nona "
" Aah terimakasih "
" Sama-sama nona saya permisi " Pelayan itu pergi meninggalkan kamarku.
Aku melihat mawar putih dan sepucuk surat yang tertulis nama Chandra tidak lama ada pesan masuk dari hp ku
" Selamat pagi tunangan ku sayang aku menunggumu di depan pintu "
" Tunggu sebentar " Aku berjalan kearah pintu membukakan pintu
" Kamu belum mandi " Tanya pak Chandra melihatku dengan penampilan kusut dan rambut acak-acakan
" Hehe " Aku cengengesan tidak jelas
__ADS_1
" Habisnya pak Chandra datangnya kepagian "
" Mandi dulu sana baru kita jalan "
" Baiklah pak Chandra masuk lah dan duduk saja dulu " Aku masuk ke kamar mandi dan menyalakan shower aku mandi dengan nyaman sampai aku tidak sadar aku lupa mengambil handuk sehingga aku kebingungan mau tidak mau aku harus minta bantuan pada pak Chandra
" Pak...pak Chandra panggilku dari kamar mandi "
" Iya ada apa Ri selesaikan saja mandi mu "
" Eemm tolong ambilkan baju ganti yang ada di kasur " Aku sangat malu mengatakan itu
" Aaah " Pak Chandra terdengar ragu dan sepertinya juga malu namun pak Chandra mendekati pintu kamar mandi dan memberikan baju ganti untuk ku meski terhalang pintu kamar mandi pak Chandra tetap menutup matanya.
Duh malu nya aku mengapa tadi aku harus lupa mengambil baju ganti padahal tadi sudah aku siapkan sebelumnya jadinya kan sangat canggung jika begini. Perlahan aku keluar dari kamar mandi terlihat pak Chandra sibuk menonton tv entah benar-benar menonton tv atau menutupi rasa malu.
" Kita mau jalan kemana lagi pak "
" Ah sudah selesai " pak Chandra pura-pura tidak tahu jika aku dari tadi sudah keluar dari kamar mandi
" Iya "
" Kita jalan-jalan saja jadi siap-siap saja dulu dan jangan lupa sarapan "
" Jalan kemana " tanya ku lagi
" Nanti kamu akan tahu sendiri jadi cepatlah " Selalu saja pak Chandra membuatku penasaran
" Kenapa sih bapak suka sekali membuat Rari penasaran "
" Makanya cepat "
" Tidak sabaran apa akan ada kejutan dan hadiah disana "
" Tidak ada jangan terlalu berharap "
" Ya sudah " Aku memasukan roti ke mulut ku
" Tidak mau berbagi Ri "
" Bapak belum sarapan "
" Makan yang mereka berikan sangat sedikit "
" Makan bapak saja yang banyak " Aku mengejek
" Tapi tidak buncit "
" Nanti juga buncit "
" Sini minta "
" Mana bisa ini makanan Rari "
__ADS_1
" Dasar pelit " tapi tetap saja pak Chandra memakan nya