
Pak Chandra diam seribu bahasa tanpa sebab, aku mencoba untuk berpikir apakah aku sudah membuat kesalahan sehingga aku di diam kan seperti ini.
Berulang kali aku mengingat-ingat namun aku tidak merasa melakukan kesalahan apa pun.
" Rari salah apa sih pak ?... "
tanya ku pada pak Chandra namun pak Chandra masih saja diam tanpa memberitahu akan kesalahan ku.
" pak Chandra jangan diam saja, katakan pada Rari kenapa bapak diam seperti ini apakah Rari melakukan kesalahan "
tanyaku lagi tapi tetap saja pak Chandra diam seperti orang yang sedang mengheningkan cipta dengan khusyuk.
" Ah sudahlah lanjutkan saja diam nya pak Chandra sampai puas, menyebalkan "
aku jadi kesal di diamkan pak Chandra.
Ini bukan pertama kalinya aku di diamkan tanpa sebab, tapi kebiasaan nya aku di diamkan seperti ini hanya hal kecil namun sangat membekas di hati pak Chandra.
Aku berjalan ke arah pintu dan pura-pura terjatuh berharap pak Chandra menghentikan kegiatan nya dalam mengheningkan cipta.
Bruuk... aku terjatuh
" Ayo dong pak Chandra bantuin Rari atau tanya apa kamu baik-baik saja " hati ku berbisik
" Sial, pak Chandra hanya menoleh saja " aku bangun sendiri dan langsung duduk di meja rias ku
__ADS_1
" Kenapa sih pak diam seperti ini, Rari punya salah apa lagi " aku menghampiri pak Chandra.
Huh, sangat menyebalkan pak Chandra mengacuhkan ku, pak Chandra masih saja diam tanpa bicara sepatah kata pun.
Aku harus apa, aku tidak punya banyak cara untuk mengetahui sebab pak Chandra seperti ini.
Baiklah aku harus membujuk pak Chandra untuk bicara.
Cup 💋
Aku mencium pak Chandra, biasanya pak Chandra tidak akan marah lagi saat aku cium.
" Istri nakal " ucap pak Chandra
Tuh kan pak Chandra terbangun dalam mengheningkan cipta, baiklah aku akan terus membujuk nya dengan lembut.
" Cium lagi di sebelah kanan nanti katakan kesalahan mu "
Hah... apa, tapi sudahlah aku turuti saja keinginan suami ku ini.
Cup 💋
Ciuman untuk pipi kanan
" Baiklah katakan, bapak kenapa diam seperti itu "
" Tidak ada, bapak hanya sedang belajar untuk puasa bicara padamu untuk beberapa saat dan hasilnya bapak dapat ciuman gratis "
__ADS_1
Apa, kurang ajar aku pikir aku sudah melakukan kesalahan ternyata pak Chandra hanya mengerjai ku.
Buk.. aku memukul pak Chandra dengan bantal kecil.
" Kau manis sekali rasanya bapak ingin memakan mu "
" manis "
" iya sayang kau sangat manis saat marah seperti ini, ayo pukul lagi "
" Tau ah, kau sangat menyebalkan pak Chandra "
Aku memukuli pak Chandra menggunakan bantal namun kali ini aku memukulnya lebih keras.
" Sudah Ri iya bapak minta maaf "
" Jangan lakukan ini lagi, Rari pikir Rari membuat kesalahan dan Rari tidak suka di diamkan seperti itu "
" Tapi kau terlalu manis untuk itu "
" Huh "
" Tapi terimakasih untuk ciuman gratisnya " pak Chandra nyengir kuda.
Aku jadi malu sendiri harusnya tadi aku tidak perlu menciumnya, duh malu nya aku tolong sembunyikan wajah ku.
" Muka nya merah tuh " ucap pak Chandra.
__ADS_1
Aku jadi makin malu, harusnya aku tidak menciumnya, kenapa aku harus menciumnya, kamu benar-benar ***** Rari kenapa kamu sebodoh itu mempermalukan dirimu sendiri.