
Tidak pernah kusangka sekarang aku berada dijeruji kamar luas yang mungkin ini kamar Agra segala upaya sudah aku lakukan untuk membebaskan diri namun tidak dapat keluar dari tempat ini yang ada badanku lemas karena aku tidak bisa menelan makanan meski ada begitu banyak makanan tersaji untukku mengapa Agra begitu pandai dalam memainkan drama yang tidak ada habisnya aku seakan menjadi perempuan bodoh yang menyimpan harapan bahwa Agra akan melepaskan ku rasa itu tidak mungkin kecuali saraf Agra terputus.
Aku yakin orang tua ku dan pak Chandra pasti bingung mencari ku karena sudah 24 jam aku tidak pulang kerumah aku sangat takut meski Agra tidak pernah menyakiti secara fisik namun perasaan dan hatiku terluka sangat dalam dengan hamparan rasa tak karuan yang menjadikan awan menghitam menelan jasadku sepertinya ruh ku sudah melayang mengelilingi kamar segi empat yang cukup luas dan semua ketakutan kupeluk dan kuramu dengan tangis aku menunggu adanya pertolongan aku tidak ingin terlalu lama menjadi tawanan Agra
" Ri kenapa kamu tidak makan " Agra masuk kamar membawa sepotong roti
" apa kau pikir aku bisa makan aku ingin pulang "
" cepat makan aku tidak ingin kamu sakit "
" aku sudah cukup sakit dengan kehadiranmu mengapa kau tidak tembak mati saja aku " kemurkaanku membara
" cepat makan Ri aku melakukan ini karena cintaku "
" kamu gila Agra aku yakin sebentar lagi akan ada yang menolongku dan kau akan menyesal lihat saja pak Chandra akan datang mengeluarkanku dari kamar berbau neraka ini "
" aku akan membunuhnya jika datang kesini atau sekarang saja aku betahu gurumu itu bahwa kau ada disini aku yakin gurumu itu pasti datang dan aku akan menjadi malaikat maut untuk nya "
" kamu gila Agra aku sangat membencimu "
Agra mendekati ku dan berbisik di telingaku dengan dingin nya yang membuatku bergetar takut
" aku akan membuat Chandra tidak bisa mencintai lagi "
" kamu psikopat Agra "
" kamu yang memaksaku seperti ini "
Ekspetasi ku hancur langit yang kuharap biru cerah dengan keceriaan yang akan ada tabuhan gendang mengiriku kisah cintaku dengan pak Chandra namun ternyata ekspetasi ku melampaui batas nalar aku hanya bisa berharap pada Tuhan semoga akan ada kepastian akan buah perjuangan dan aku harap akan ada bonus kebahagiaan untuk ku dan juga pak Chandra aku sangat berharap drama yang sedang berlangsung ini selesai dan tidak ada air mata lagi dan rasa sesak.
" Agra keluar kamu mana Rari jangan jadi pengecut " ada suara teriakan dan aku sangat khatam dengan suara itu suara dengan serak-serak basah namun sangat lembut ketika menyanyi dialah pak Chandra
" kau datang haha " tawa licik Agra keluar
" mana Rari "
" kamu mencari Rari kesini "
__ADS_1
" hentikan permainanmu ini kau hanya akan menyakiti hati Rari "
" permainan apa yang kau maksud aku tidak tahu apa-apa "
" kau menculik Rari bukan "
" aku tidak tahu "
" Rari...Rari... Rari... " pak Chandra berteriak
" pak Chandra " aku menggedor pintu kamar dan Agra terlihat sangat menyukai permainan konyol nya
" apa yang kau lakukan pada Rari apa ini yang disebut dengan cinta "
Agra memukul pak Chandra dengan keras dan terdengar ada suara tembakan yang menggoncangkan jiwa dan ragaku apakah Agra menembak pak Chandra aku menangis meronta dalam kamar
" pak Chandra "
Tidak ada suara kudengar dari luar namun pintu kamar terbuka Agra yang membukakannya
" Agra lepaskan pak Chandra aku mohon "
" kamu lihat Ri diluar sana ada polisi dan aku ingin bermain dengan polisi-polisi yang ada diluar sana "
" kamu gila Agra aku benar-benar gila "
Sepertinya Agra sudah kehilangan akal sehatnya dan mungkin saja Agra sudah dirasuki setan kelakuannya saat ini sudah kelewatan Agra menarik tanganku dan pak Chandra sudah tidak sadarkan diri karena pukulan Agra
" aku mohon Agra lepaskan aku bukankah kamu pelindung negara mengapa kamu seperti ini aku mohon lepaskan aku "
" tidak Ri aku tidak bisa aku sangat mencintaimu aku lebih baik mati dari dari pada kehilanganmu "
"Agra apa kamu pikir aku akan mencintai dengan cara seperti ini justru ini semua membuatku takut "
" kamu takut " Agra terlihat sangat cemas mendengarku takut sepertinya benar Agra sudah kehilangan akal sehatnya dab mungkin saja Agra ini sebenarnya seorang psikopat bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang di inginkannya
" Agra lebih baik kamu menyerahkan diri "
__ADS_1
" tidak akan aku tidak ingin kehilanganmu Rari "
Genggaman Agra semakin mencengkram pergelangan tanganku yang melihat sudah banyak polisi berhamburan mengepung lengkap dengan senjata disitu juga terlihat beberapa personil tentara pilihan aku berharap semua ini akan berakhir
" kepada saudara Agra Yudha dimohon keluar menyerahkan diri dan juga menyerahkan Rari karena anda sudah dikepung di mohon kerja sama nya " seorang komandan kepolisian meminta Agra keluar dan menyerahkan dirinya
Para wartawan juga ada yang meliput karena ini merupakan berita yang sangat hangat seorang tentara putra dari pengusaha besar melakukan tindak kejahatan penculikan terhadap gadis yang dicintainya.
Agra diam dan terlihat dirinya sangat kebingungan untuk mengatur rencana selanjutnya
" Agra lebih baik kau serahkan dirimu apa kau tidak kasian melihat orang tuamu dibawah sana dan kau sudah membuatku ketakutan aku mohon lepaskan aku Agra "
" diam Rari " Agra berteriak padaku
Aku semakin ketakutan bagaimanapun orang yang sedang aku hadapi ini sama halnya seperti bom waktu bisa kapan saja meledak dan tidak mungkin dirinya akan melukai dirinya dan diriku.
Aku menangis menitipkan butir air mata yang jatuh begitu deras melewati pipiku
" maafkan aku Rari apa aku menyakitimu aku tidak ada niat membentakmu " Agra tidak sadar bahwa bentakannya itu tidak ada apa-apanya dibandingkan luka dan rasa sakit atas perlakuannya dalam menghancurkan cintaku.
Terlihat diluar sana polisi dan juga beberapa tentara pilihan berhamburan masuk untuk menyelamatkan ku tidak perlu banyak waktu anggota kepolisian yabg dibantu tentara berhasil membuka pintu dengan satu kali tendangan
" kalian jangan coba-coba mendekat atau aku akan menyakiti Rari " Agra mengancam dengan menyodorkan senjata ke kepalaku yang kurasa aku berada diambang kematian dan nyawaku sudah ada berada diantara pelatuk dan jari Agra.
Agra berjalan mundur menghindari kepungan polisi
" jangan ada yang bergerak " Agra keluar dan masuk membawaku ke mobil kini dirinya benar-benar sudah tidak bisa dikendalikan permainannya sudah kelewat batas skenario
" Agra hentikan apa kamu ingin membunuhku " tangis ku pecah dan membuatku sesak nafas ditambah badanku sangat kemah karena tidak ada sedikitpun makanan masuk kedalam perutku
" kamu kenapa Ri " Agra terlihat sangat panik dan menghentikan mobilnya aku tidak dapat mengerti akan pikiran Agra.
Para personil kepolisian yang juga dibantu tentara sudah mengambil posisi masing-masing Agra mengambil oksigen kecil karena aku sudah hampir kehabisan nafas
" maafkan aku Rari " Agra menitikan air mata dan air mata itu mengenai pipiku aku sempat merasa sangat kasian meski perlakuannya sudah sangat berlebihan namun aku tahu itu semua karena dirinya tidak bisa mengendalikan cintanya yang sudah membuatnya gila akan perasaan.
Agra mengangkat tangannya dan langsung menyerahkan dirinya pada polisi tanpa perlawanan dan beberapa anggota tentara mengamankan ku langsung membawaku kerumah sakit mungkin panik dengan kondisiku yang kesulitan bernafas namun aku sudah merasa lega permainan Agra sudah selesai aku merasa lega
__ADS_1