Love For My Teacher

Love For My Teacher
Manisnya


__ADS_3

Aku melihat jam yang berada disamping tempat tidurku sudah menunjukan jam delapan pagi namun matahari tak kunjung naik, mendung gelap sepertinya akan turun hujan aku mengambil hp ku yang berdering namun seketika aku ingin mengangkat nya suara hp ku sudah terhenti.


" Ah ibu " Aku melihat nama ibu dari layar hp ku


Aku turun dari ranjang ku membuka jendela yang berukuran full yang tirai nya menjulur kelantai dan terbuka sepanjang malam, aku mencoba menelpon ibu ku kembali.


" Halo.. bu " kataku setelah telponnya tersambung


" Dasar anak nakal " Teriak ibu ku sehingga untuk beberapa detik aku menjauhkan hp itu dari telingaku karena suara ibu terdengar sangat kencang


" Ada apa sih bu teriak-teriak Rari tidak tuli bu "


" Apa kamu tahu kesalahan kamu " tanya ibu ku


" Salah Rari apa rasanya Rari tidak membuat masalah apapun "


" Huh berlaga tidak ada salah " dengus ibu ku kesal


" Apa yang kamu lakukan kemarin mengapa kamu pergi meninggal kan Chandra apa kamu sudah cukup dewasa "


" Duh ibu ku yang cantik dan yang manis kenapa ibu marah-marah sepagi ini "


" Jangan lakukan itu lagi dasar anak nakal "


" Iya maaf ibu ku "


" Kapan kalian pulang "


" Besok bu "


" Ya sudah hati-hati ya jangan berantem lagi "


" Baik bu bos " Aku menutup telpon.


Dasar pak Chandra tukang ngadu dan bisa-bisa nya ibu membela pak Chandra awas saja kau pak Chandra aku akan menghukum mu.


Aku berdandan rapi aku akan menemui pak Chandra ketempat penginapan pak Chandra yang tidak terlalu jauh dengan penginapan tempatku.


Pintu kamar pak Chandra terbuka aku masuk untuk mengagetkan pak Chandra aku melihat tubuh kekar dan punggung pak Chandra dari belakang aku ingin mengagetkan nya


" Rari " Pak Chandra mengetahui kedatanganku yang mengendap-endap


" Kenapa bapak tahu aku ingin mengagetkan bapak "


" Dari kejauhan saja bapak tahu itu kamu Ri "


" Heeem seperti kau terlihat sangat sempurna guru tampan ku " Aku menggoda pak Chandra dengan malu


" Apa kamu tidak menyadarinya dari dulu bahwa guru mu ini setiap hari memang terlihat sangat sempurna " penuh percaya diri dan aku perlahan mendekati pak Chandra.


" Huup " Peluk ku secara mendadak dan pak Chandra sedikit kaget namun saat itu juga pak Chandra mengelus menggenggam lenganku yang melingkar di pinggangnya.


" Kenapa kamu sangat manis dan semanja ini " ucap pak Chandra


" Tak suka sudahlah " Aku melepas pelukanku itu dan melengos untuk meninggal kan pak Chandra


" Tunggu " Ditahan pak Chandra dan langsung memeluk ku seketika.

__ADS_1


" Begitu saja marah jangan marah sayang " ucap pak Chandra dengan manis aku hanya bisa cengar cengir dan menenggelamkan wajahku ke dada pak Chandra.


"Cup " Bibir pak Chandra menempel di bibirku dan pergi ke kamar mandi


" Tunggu sayang bapak mandi dulu "


" Cepatlah "


Aku menunggu pak Chandra sambil membuka buku yang berisi catatan pak Chandra.


Buku kecil berwarna biru tua yang tidak terlalu tebal namun penuh dengan catatan.


" Pak bukunya Rari buka ya " Bisik ku kecil minta izin meski tidak mungkin juga pak Chandra akan mendengar namun setidaknya jika nanti ditanya mengapa aku membuka bukunya aku akan katakan bahwa aku sudah minta izin hanya saja tidak di dengar.


Aku membuka buku itu dihalaman pertama aku menemukan gambar seorang anak laki-laki dan juga anak perempuan yang sangat lucu aku yakin itu pasti pak Chandra dan Citra sangat menggemaskan.


" Mungkin tidak jika nanti aku punya anak dengan pak Chandra mukanya akan mirip dengan anak kecil yang sangat menggemaskan ini " Ucapku melihat gambar dihalaman pertama itu


" Apa yang kamu lakukan sayang " pak Chandra keluar dari kamar mandi mengagetkan ku


" Apa dua anak kembar ini bapak dan juga Citra " Tanya ku pada pak Chandra


" Kenapa apa dua anak itu sangat menggemaskan "


" Iya tapi mengapa besarnya bisa seperti ini " aku mencubit hidung pak Chandra


" Heeem kamu sangat manja hari ini sayang " Pak Chandra mendekati ku seakan menindihku dan menitikan air yang ada di rambutnya yang masih basah


" Aaah pak Chandra rambut bapak basah menyingkir lah " Aku mengoceh sementara pak Chandra tersenyum dengan lesung pipit di pipinya terlihat sangat manis.


" Apa yang membuatku pagi-pagi kesini tunangan kecilku apa kamu merindukan guru mu ini "


" Lalu " Tanya pak Chandra


" Dasar tukang ngadu mengapa bapak mengadu pada ibu ku "


" Bukan kah nantinya akan menjadi ibu ku juga yang disebut dengan ibu mertua "


" Sangat menyebalkan mengapa mengadu seperti itu apa bapak tidak tahu tadi ibu marah-marah di telpon "


" Baguslah "


" Apa " Aku jengkel


" Haha " pak Chandra tertawa


" Kenapa tertawa " tanya ku


" Ibu mertua ku lebih sayang pada guru mu ini ketimbang anak nya sendiri " pak Chandra mengejek ku


" Sangat menyebalkan "


" Sini bukunya " pak Chandra mengambil bukunya dari tanganku


" Belum selesai "


" Siapa yang mengizinkan mu membaca ini "

__ADS_1


" Huuuh pelit " ucapku pada pak Chandra


Aku mengambil tas mungil ku kami akan jalan keluar karena besok kami akan pulang dan liburan kami akan berakhir.


" Kita beli oleh-oleh ya pak "


" Iya sayang "


Aku melihat begitu banyak pernak-pernik yang sangat cocok untuk di jadikan oleh-oleh.


" Pak coba kamu lihat itu " aku menunjuk kearah jembatan berwarna merah muda berbentuk hati


" Apa "


" Katanya jika sepasang kekasih berjalan dengan mata tertutup dan akhirnya bisa bertemu diujung dengan saling menggenggam mereka tidak akan terpisahkan untuk selamanya "


" Mana ada seperti itu jangan percaya "


" Kita coba "


" Tidak usah mana mungkin itu akan terjadi "


" Coba saja ayo lah mau ya pak " Aku merengek seperti anak kecil


" Terserah lah " Akhirnya pak Chandra mau dan mengikutiku juga.


Aku berjalan di samping kiri dan pak Chandra juga berjalan mata kami sama-sama tertutup mungkinkah tangan kami akan saling menyatu di ujung sana.


" Rari " Tangan pak Chandra menggenggam tanganku


" Pak Chandra " Aku membuka mataku


" Apa kita akan menjadi cinta sejati " tanya pak Chandra


" Tentu saja " kataku penuh keyakinan


Tanganku dan tangan pak Chandra saling menggenggam menuruni tangga dari jembatan berbentuk hati itu.


" Halo kaka tampan " sapa seorang anak kecil membawa bunga


" kau manis sekali " ucap pak Chandra menyentuh pipi anak kecil dengan rambut kepang dua itu


" Belilah bunga ini untuk pacar kaka "


" Baiklah berikan mawar putih itu "


" Terimakasih ka " anak kecil itu mengucapkan terimakasih dengan senyum manis


" Dan ini untuk kalian "


" Kenapa " Kataku


" Ini bunga wallflower mempunyai arti cinta yang sangat kuat tidak akan terpisahkan aku lihat tadi kaka berjalan melewati jembatan hati itu bersama dan bisa bertemu itu sangat jarang jadi aku memberikan rangkaian bunga bunga ini semoga cinta kalian tidak akan terpisahkan " Anak kecil itu berbicara tidak sesuai dengan usianya namun anak itu terlihat sangat manis, akupun tersenyum


" Apa kami membayarnya "


" Tidak kaka cantik aku memberikannya tulus "

__ADS_1


" Terimakasih " Aku mencium pipi anak kecil itu yang kemungkinan usianya tujuh tahun


__ADS_2