
Sejak kecil pak Chandra dan Citra di besarkan oleh kakak nya yang juga sudah tua dan sakit-sakitan, mereka di titipkan sebab orang tua mereka berpisah.
Sejak itu pula kehidupan dua anak kembar itu sudah tidak terurus dan kurang kasih sayang orang tuanya tidak peduli akan anak nya yang masih membutuhkan perhatian justru mereka sibuk dengan urusan masing-masing dan ego mereka, ayah yang tidak tahu keberadaan nya lagi sejak meninggalkan rumah dan ibu yang seakan melupakan mereka berdua setelah menikah dengan pria kaya paman dari Elen itulah sebab nya ibu Pak Chandra sangat menyukai Elen terlebih keluarga Elen kaya dan terpandang.
Selang beberapa tahun Elen dan pak Chandra saat itu jadi lebih dekat sehingga timbul rasa cinta pak Chandra pada Elen.
Pak Chandra sangatlah mencintai Elen gadis cantik mereka pacaran cukup lama namun setelah Elen pergi ke luar negeri untuk pendidikan nya itu alasannya namun nyatanya hanya kabur dari pak Chandra karena Elen dan Dion sama-sama mencintai.
Sungguh rumit dan sulit di mengerti namun pada kenyataannya seperti itu adanya bukan hanya pak Chandra yang terluka dan kecewa tapi Citra juga sangat terluka karena Dion merupakan kekasih Citra.
Sejak itu Citra menjadi tidak semangat menjalani hidup nya karena Dion orang yang sangat ia cintai telah mengecewakan nya, untung saja Citra tidak sampai gila karena cintanya yang berlebihan kepada Dion.
Pak Chandra juga saat itu sangat terluka tapi dirinya harus bisa bangkit terlebih lagi ada Citra yang harus di kuatkan nya, pak Chandra tidak bisa menjadi lemah hanya karena cintanya terhadap seorang gadis yang sudah tega menyakiti nya sekaligus menyakiti kembaran nya.
Pak Chandra sangat menyayangi Citra dan pak Chandra lah yang selalu menghibur Citra untuk melupakan tentang Dion, pak Chandra sangat bertanggung jawab terhadap Citra
Begitulah cerita yang aku dapat dari Citra aku jadi tahu banyak dan aku sangat penasaran dengan sosok Elen apakah dirinya sangat cantik sehingga pak Chandra sangat mencintai nya dulu.
" Apa yang kau pikirkan duduk sendiri seperti itu " pak Chandra memecahkan lamunanku
__ADS_1
" Ah tidak " aku menoleh pak Chandra
" Apa kamu marah " tanya pak Chandra
" Apa aku bisa marah lama-lama, tidak pak Rari tidak bisa marah " ucap ku menghampiri pak Chandra
Untuk apa juga aku harus marah dengan pak Chandra lagi pula aku rasa tidak bisa marah dengan pak Chandra karena cinta ku pada pak Chandra melebihi segala rasa yang pernah aku rasakan.
" Ayo kita ke kamar " berbisik padaku
" Mau ngapain "
" Apa yang kamu pikirkan"
" Tidak ada " aku tersipu malu
" Tidak ada, ayo ke kamar " ajak ku berusaha menyembunyikan rasa malu ku
" Serius nih ke kamar mau ngapain kita "
" Pak Chandra " pukul ku gemas
" Haha " tawa pak Chandra
__ADS_1
" Sudahlah " aku duduk seperti anak kecil yang ngambek ketika tidak di belikan mainan
" Kita siap-siap packing kita pergi "
" Kemana " tanyaku
" Apa kamu lupa kita akan bulan madu "
" Apa " kaget
" Jangan pura-pura lupa "
" Kita akan pergi bulan madu ke mana " aku benar-benar tidak tahu meski kemarin pak Chandra sempat memberiku tiket bulan madu namun tidak tahu kami akan pergi kemana
" Tempat yang sangat romantis tempat yang kamu inginkan " jawab pak Chandra
" Apa kah tempat itu istimewa dan sangat indah " heem sudah pasti itu istimewa pertanyaan ku sangat tidak masuk akal
" apa kau ingin tahu cium dulu sayang " pak Chandra mendekatkan pipi nya
" Tidak mau " ucap ku
" Tidak ada ciuman " pak Chandra berjalan lemas aku tertawa melihat tingkah pak Chandra seperti itu
__ADS_1
Cuuup... 💋 aku mencium pak Chandra dan langsung meninggalkan nya
" Istri nakal cepat kembali selesaikan dulu ciuman nya " ucap pak Chandra membuatku malu-malu dan langsung pergi menuju kamar