Love For My Teacher

Love For My Teacher
Permainan


__ADS_3

Aku tidak bisa menahan tawaku ketika pak Chandra bertingkah seperti anak kecil sungguh konyol dan sangat menggelikan


" Hentikan Canri hentikan " Aku tidak bisa menahan tawaku pak Chandra mengelitikiku


" Hahaha " pak Chandra tertawa dengan lepas nya


" Pak Chandra aku bisa ngompol ini hentikan pak Chandra " Aku sangat geli tidak bisa menahan gelitikan pak Chandra sampai rasanya kantong kemihku sudah ingin pecah tidak menahan nya lagi.


" Apa kamu tidak bisa menahan tawa mu itu Rican " pak Chandra mengejek ku


" Eeee " tangan pak Chandra aku gigit


" Aaa sakit Ri lepas "


" Makanya hentikan geli tau " Aku melepas gigitanku


" Huuuh kecil-kecil begini menggigit sakit juga ternyata " sambil mengelus-elus pergelangannya yang aku gigit


" Apa mau digigit lagi "


" Coba lihat ini gigi kecilmu itu meninggalkan bekas apa kamu mau tau rasanya juga "


" Bleeek " Aku mengejek pak Chandra


" Kamu ingin bermain ya gadis kecil awas kamu ya " pak Chandra mendekapku erat sambil menggelitiki ku


" Hentikan...hentikan...hentikan... pak Chandra hentikan Rari tidak kuat lagi hentikan pak Chandra "


" Tidak akan kamu sudah berani menggigit jadi terima saja hukumannya "


" Aaaaa hentikan...hentikan...Rari tidak kuat nanti bisa ngompol "


" Tidak akan sayang ku " pak Chandra sangat menyebalkan sementara aku lemah tidak bisa menahan tawaku karena tangan pak Chandra menggelitiki ku.


" Eheem " Seorang pria datang dengan perawakan tinggi


" Agra " tegur pak Chandra


" Maaf menggangu kalian "


" Ada apa Agra kenapa kamu kesini " tanya ku


" Aku hanya kebetulan lewat dan mampir aku mau minta maaf pada anggota keluarga kamu yang lain "


" Oh masuk saja Agra ayah dan ibuku ada di dalam "


Aku mempersilakan Agra masuk kerumah dan menemui keluargaku, Agra memasang senyum dan kini terlihat sangat berbeda dengan pertemuan pertama dulu.


" Siang om tante " sapa Agra


" Agra ada apa " Ayahku duduk dan mempersilakan Agra duduk


" Saya kesini mau minta maaf sama om,tante dan juga yang lainnya atas kelakuan saya selama ini yang sudah menggangu ketenangan dan membuat Rari hampir celaka "


" Lupakan saja itu asalkan kamu sudah berubah itu lebih baik "


" Makasih om "

__ADS_1


" Kita makan siang dulu "


" Tidak terimakasih tante "


" Tidak apa "


Makan siang itu membuat Agra sedikit canggung namun dirinya berusaha tetap nyaman.


" Assalamualaikum " suara salam seperti suara Ayata


" Masuk Ayata "


" Kalian sedang makan siang rupanya "


" Duduk sini sayang kita makan sama-sama ada Agra juga " ibuku menarik kursi untuk Ayata


" Makasih tante "


" Eheem " kali ini aku berdeham


" Itu pacarnya ada tuh " Pak Chandra menyenggol Agra seakan sangat akrab sehingga Agra terlihat tersipu malu begitu pula dengan Ayata.


" Kita santai di taman belakang saja "


" Bagus itu Rari kita main dengan dua pria ini "


" Tidak mau nanti kalian curang "


" Tidak bisa pak Chandra " Ayata


" Tidak usah " Agra juga ikut-ikutan menolak


" Ayata " Kataku mengedipkan mataku yang dimengerti Ayata sebagai isyarat untuk menarik tangan Agra dan aku menarik tangan pak Chandra


" Bruuuk " ternyata Ayata terpeleset bersama Agra.


" Tuhkan sayang lihat ini kotor " Agra protes karena kemeja nya kotor


" Maaf Agra " Ayata minta maaf dengan wajah bersalah


" Maaf sayang " Agra menarik tangan Ayata dan memeluknya


" Eheem...eheem...eheem... liat-liat tempat " pak Chandra berdeham


" Ah kamu Can tadi juga ada yang main peluk-pelukan " Agra membela diri


" Sudahlah kita main saja " Ayata menyudahinya


" Sudahlah Chandra kita ikuti saja dua cewek ini "


" Dari tadi makanya " timpalku


" Putar botol nya Ayata " mintaku pada Ayata untuk memulai permainan


" Mari kita lihat botol ini akan mengarah pada siapa " Ayata bicara padaku


" Ah Agra "

__ADS_1


" kenapa aku duluan salah ini ulang "


" Mana bisa di ulang Agra tantangan apa kejujuran "


" Kejujuran saja bukannya takut akan tantangan tapi lebih suka akan kejujuran "


" Oke Agra apa kamu masih mencintai Rari " pertanyaan Ayata sungguh menjurus mengapa Ayata menanyakan hal yang sangat sensitif itu


" Apa kamu tidak percaya dengan cintaku Ayata " Agra balik bertanya


" Jawab dulu " pak Chandra ikutan


" Aku sudah merelakan Rari untuk mu Chandra jadi jangan tanyakan hal itu lagi padaku " Terlihat Agra tidak menyukai pertanyaan itu


" Itu bukan jawaban Agra bukankah pertanyaan apa kamu masih mencintai Rari" tambah pak Chandra


" Sepertinya kamu sangat penasaran sekali Chandra bagaimana jika aku katakan aku masih mencintai Rari " Suasananya cukup berbeda tidak dalam kondisi normal


" Haha jangan tegang seperti itu ya tidak mungkin lah tenang saja Chandra aku sudah punya Ayata " Agra dengan tawanya


" Meski sebenarnya aku tidak bisa melupakanmu Ri dan jujur aku masih sangat mencintaimu dan Ayata hanyalah bahan pelarian ku " Agra dengan suara hatinya namun dirinya kembali mengkondisikan ke suasana normal


" Sekarang giliran aku memutar " Agra memutar botol minuman itu dengan cepat yang langsung mengarah pada pak Chandra


" Sekarang giliran kamu Chandra tidak mungkin kan kamu memilih tantangan harus berani jujur lah " Agra terlihat menantang pak Chandra


" Baiklah aku pilih kejujuran "


" Apa kamu sanggup selamanya bertahan dengan cintamu untuk Rari " Sepertinya Agra ingin membalas pak Chandra


" Apapun itu aku akan mempertahankan cinta kami meski seluruh dunia dan isinya menolak tidak akan aku biarkan ada orang lain mengganggu kisah cinta kami " pak Chandra menatap Agra dengan tajam suasana terlihat sangat tidak baik.


" Bagaimana jika kita jalan-jalan ke pasar malam baru dibuka malam ini " Aku merubah topik karena suasana sudah mulai memanas aku tidak ingin ada pertikaian


" Ah iya benar malam ini kan pasti seru " Ayata sepertinya mengerti maksudku


" Nanti malam kita ada acara Ri tidak bisa apa kamu lupa nanti malam Citra mengajak kita makan malam "


" Pasar malam aku tidak pernah pergi "


" Kamu serius Agra " Ayata melongo padahal wajar saja Agra kan anak orang kaya untuk apa dirinya mencari kesenangan di pasar malam sedangkan dirinya bisa membeli seisi mall.


" Ya aku belum pernah pergi kesana "


" Kalian bisa pergi Ayata ajak Agra kasian dia tidak pernah pergi ketempat seperti itu "


" Apa kamu mau Agra "


" Terserah "


" Bagus, tapi apa kalian tidak akan pergi kepasar malam bersama kami "


" Maaf Ayata Citra kembaran pak Chandra mengajak kami makan malam jadi kalian saja ya "


" Anggap kencan kalian berdua Ayata lagi pula pacarmu itu tidak pernah pergi kepasar malam sungguh kasian "


" Aku hanya tidak suka keramaian " Agra membela dirinya

__ADS_1


" Bilang saja kamu tidak mau bergaul dengan rakyat "


" Apa kamu lupa aku tentara dan hidupku merakyat dan aku mengabdikan diriku untuk rakyat bagiku rakyat adalah ibu kandungku dan aku akan melindungi mereka " Agra menolak perkataan pak Chandra.


__ADS_2