
Aku tidak bisa menahan tawaku ketika pak Chandra bertingkah seperti anak kecil sungguh konyol dan sangat menggelikan
" Hentikan Canri hentikan " Aku tidak bisa menahan tawaku pak Chandra mengelitikiku
" Hahaha " pak Chandra tertawa dengan lepas nya
" Pak Chandra aku bisa ngompol ini hentikan pak Chandra " Aku sangat geli tidak bisa menahan gelitikan pak Chandra sampai rasanya kantong kemihku sudah ingin pecah tidak menahan nya lagi.
" Apa kamu tidak bisa menahan tawa mu itu Rican " pak Chandra mengejek ku
" Eeee " tangan pak Chandra aku gigit
" Aaa sakit Ri lepas "
" Makanya hentikan geli tau " Aku melepas gigitanku
" Huuuh kecil-kecil begini menggigit sakit juga ternyata " sambil mengelus-elus pergelangannya yang aku gigit
" Apa mau digigit lagi "
" Coba lihat ini gigi kecilmu itu meninggalkan bekas apa kamu mau tau rasanya juga "
" Bleeek " Aku mengejek pak Chandra
" Kamu ingin bermain ya gadis kecil awas kamu ya " pak Chandra mendekapku erat sambil menggelitiki ku
" Hentikan...hentikan...hentikan... pak Chandra hentikan Rari tidak kuat lagi hentikan pak Chandra "
" Tidak akan kamu sudah berani menggigit jadi terima saja hukumannya "
" Aaaaa hentikan...hentikan...Rari tidak kuat nanti bisa ngompol "
" Tidak akan sayang ku " pak Chandra sangat menyebalkan sementara aku lemah tidak bisa menahan tawaku karena tangan pak Chandra menggelitiki ku.
" Eheem " Seorang pria datang dengan perawakan tinggi
" Agra " tegur pak Chandra
" Maaf menggangu kalian "
" Ada apa Agra kenapa kamu kesini " tanya ku
" Aku hanya kebetulan lewat dan mampir aku mau minta maaf pada anggota keluarga kamu yang lain "
" Oh masuk saja Agra ayah dan ibuku ada di dalam "
Aku mempersilakan Agra masuk kerumah dan menemui keluargaku, Agra memasang senyum dan kini terlihat sangat berbeda dengan pertemuan pertama dulu.
" Siang om tante " sapa Agra
" Agra ada apa " Ayahku duduk dan mempersilakan Agra duduk
" Saya kesini mau minta maaf sama om,tante dan juga yang lainnya atas kelakuan saya selama ini yang sudah menggangu ketenangan dan membuat Rari hampir celaka "
" Lupakan saja itu asalkan kamu sudah berubah itu lebih baik "
" Makasih om "
__ADS_1
" Kita makan siang dulu "
" Tidak terimakasih tante "
" Tidak apa "
Makan siang itu membuat Agra sedikit canggung namun dirinya berusaha tetap nyaman.
" Assalamualaikum " suara salam seperti suara Ayata
" Masuk Ayata "
" Kalian sedang makan siang rupanya "
" Duduk sini sayang kita makan sama-sama ada Agra juga " ibuku menarik kursi untuk Ayata
" Makasih tante "
" Eheem " kali ini aku berdeham
" Itu pacarnya ada tuh " Pak Chandra menyenggol Agra seakan sangat akrab sehingga Agra terlihat tersipu malu begitu pula dengan Ayata.
" Kita santai di taman belakang saja "
" Bagus itu Rari kita main dengan dua pria ini "
" Tidak mau nanti kalian curang "
" Tidak bisa pak Chandra " Ayata
" Tidak usah " Agra juga ikut-ikutan menolak
" Ayata " Kataku mengedipkan mataku yang dimengerti Ayata sebagai isyarat untuk menarik tangan Agra dan aku menarik tangan pak Chandra
" Bruuuk " ternyata Ayata terpeleset bersama Agra.
" Tuhkan sayang lihat ini kotor " Agra protes karena kemeja nya kotor
" Maaf Agra " Ayata minta maaf dengan wajah bersalah
" Maaf sayang " Agra menarik tangan Ayata dan memeluknya
" Eheem...eheem...eheem... liat-liat tempat " pak Chandra berdeham
" Ah kamu Can tadi juga ada yang main peluk-pelukan " Agra membela diri
" Sudahlah kita main saja " Ayata menyudahinya
" Sudahlah Chandra kita ikuti saja dua cewek ini "
" Dari tadi makanya " timpalku
" Putar botol nya Ayata " mintaku pada Ayata untuk memulai permainan
" Mari kita lihat botol ini akan mengarah pada siapa " Ayata bicara padaku
" Ah Agra "
__ADS_1
" kenapa aku duluan salah ini ulang "
" Mana bisa di ulang Agra tantangan apa kejujuran "
" Kejujuran saja bukannya takut akan tantangan tapi lebih suka akan kejujuran "
" Oke Agra apa kamu masih mencintai Rari " pertanyaan Ayata sungguh menjurus mengapa Ayata menanyakan hal yang sangat sensitif itu
" Apa kamu tidak percaya dengan cintaku Ayata " Agra balik bertanya
" Jawab dulu " pak Chandra ikutan
" Aku sudah merelakan Rari untuk mu Chandra jadi jangan tanyakan hal itu lagi padaku " Terlihat Agra tidak menyukai pertanyaan itu
" Itu bukan jawaban Agra bukankah pertanyaan apa kamu masih mencintai Rari" tambah pak Chandra
" Sepertinya kamu sangat penasaran sekali Chandra bagaimana jika aku katakan aku masih mencintai Rari " Suasananya cukup berbeda tidak dalam kondisi normal
" Haha jangan tegang seperti itu ya tidak mungkin lah tenang saja Chandra aku sudah punya Ayata " Agra dengan tawanya
" Meski sebenarnya aku tidak bisa melupakanmu Ri dan jujur aku masih sangat mencintaimu dan Ayata hanyalah bahan pelarian ku " Agra dengan suara hatinya namun dirinya kembali mengkondisikan ke suasana normal
" Sekarang giliran aku memutar " Agra memutar botol minuman itu dengan cepat yang langsung mengarah pada pak Chandra
" Sekarang giliran kamu Chandra tidak mungkin kan kamu memilih tantangan harus berani jujur lah " Agra terlihat menantang pak Chandra
" Baiklah aku pilih kejujuran "
" Apa kamu sanggup selamanya bertahan dengan cintamu untuk Rari " Sepertinya Agra ingin membalas pak Chandra
" Apapun itu aku akan mempertahankan cinta kami meski seluruh dunia dan isinya menolak tidak akan aku biarkan ada orang lain mengganggu kisah cinta kami " pak Chandra menatap Agra dengan tajam suasana terlihat sangat tidak baik.
" Bagaimana jika kita jalan-jalan ke pasar malam baru dibuka malam ini " Aku merubah topik karena suasana sudah mulai memanas aku tidak ingin ada pertikaian
" Ah iya benar malam ini kan pasti seru " Ayata sepertinya mengerti maksudku
" Nanti malam kita ada acara Ri tidak bisa apa kamu lupa nanti malam Citra mengajak kita makan malam "
" Pasar malam aku tidak pernah pergi "
" Kamu serius Agra " Ayata melongo padahal wajar saja Agra kan anak orang kaya untuk apa dirinya mencari kesenangan di pasar malam sedangkan dirinya bisa membeli seisi mall.
" Ya aku belum pernah pergi kesana "
" Kalian bisa pergi Ayata ajak Agra kasian dia tidak pernah pergi ketempat seperti itu "
" Apa kamu mau Agra "
" Terserah "
" Bagus, tapi apa kalian tidak akan pergi kepasar malam bersama kami "
" Maaf Ayata Citra kembaran pak Chandra mengajak kami makan malam jadi kalian saja ya "
" Anggap kencan kalian berdua Ayata lagi pula pacarmu itu tidak pernah pergi kepasar malam sungguh kasian "
" Aku hanya tidak suka keramaian " Agra membela dirinya
__ADS_1
" Bilang saja kamu tidak mau bergaul dengan rakyat "
" Apa kamu lupa aku tentara dan hidupku merakyat dan aku mengabdikan diriku untuk rakyat bagiku rakyat adalah ibu kandungku dan aku akan melindungi mereka " Agra menolak perkataan pak Chandra.