Love For My Teacher

Love For My Teacher
Kencan Ala Rakyat Jelata


__ADS_3

Kencan ala rakyat jelata itulah mungkin kata-kata yang pas untuk kencan antara Agra dan Ayata secara Agra tidak pernah ke tempat-tempat yang biasa di jadikan tempat hiburan oleh rakyat biasa.


" Agra jangan pakai jas kita hanya akan jalan kepasar malam "


" Kenapa aku suka kemeja dan jas hitam ini "


" Ganti dengan baju biasa yang lebih santai Agra "


" Aku tidak punya bajuku semuanya seperti ini kamu lihat saja lemari ku " Agra memperlihatkan lemari baju nya yang tersusun sangat rapi


" Kamu sama sekali tidak memiliki baju santai biasanya bagaimana bisa "


" Nanti aku beli "


" Lepas jas kamu ganti dengan jaket ini dan pakai topi ini kamu akan terlihat sangat keren "


" Apa kamu baru sadar jika pacarmu ini keren dan tampan " menyisir rambutnya dengan jari jemari


" Biasa saja "


" Apa biasa saja " mendekatkan wajahnya pada Ayata


Dek...dek...dek... jantung Ayata berdebar kencang.


" Mundur " Ayata mendorong Agra


" Kenapa apa kamu takut atau terpesona "


" Haaah terpesona, cepat ganti baju mu "


" Sekarang ?...disini... apa kamu tidak ingin pergi apa kamu ingin melihat tubuhku "


" Aku akan keluar untuk apa aku melihat tubuhmu "


" Aku kan tampan " Agra sangat percaya diri menarik tangan Ayata


" Apa yang kamu lakukan " Ayata protes karena Agra memeluknya begitu erat dengan dada terbuka.


" Lepaskan Agra nanti ada yang lihat "


" Jadi jika tidak ada melihat boleh "


" Bu-bukan seperti itu tetap saja tidak boleh nanti jika ada yang melihat orang lain pikir kita melakukan hal aneh "


" Hal aneh seperti apa contohkan "


" Apa kamu gila " Ayata meninggikan suaranya


" Kecilkan suaramu dan diam " Agra mengecup bibir Ayata tanpa terduga.


" Emmmh " Lepaskan kenapa kamu menciumku


" Kamu pacarku "


" Tetap saja tidak boleh aku tidak mau di cium "


" Kenapa "


" Aku sudah bilang bukan nanti jika ada yang melihat mereka berpikiran buruk "


" Keluarlah tunggu aku dibawah " Agra menutup pintu kamarnya.


" Ayata kamu " tegur mamanya Agra setelah Ayata menuruni tangga keluar dari kamar Agra


" Iya tante "

__ADS_1


" Kalian mau jalan "


" Iya kami mau jalan ke pasar malam tante "


" Kamu serius mau membawa Agra kesana apa tidak ada tempat lain Agra belum pernah ketempat seperti itu "


" Iya saya tau tante Agra tidak pernah ketempat seperti itu apa ada masalah tante "


" Tidak kalian pergi saja hanya saja saya bingung mengapa Agra mau ketempat seperti itu apa kamu yang mengajak nya "


" Iya tante "


" Mamah "


" Sayang kamu ganti baju lagi " Tanya mamanya Agra karena pakaian Agra tidak biasanya


" Iya mah aku dan Ayata akan pergi kepasar malam jadi harus seperti ini pakaiannya "


" Hati-hati ya sayang " mamanya Agra mencium putra kesayangannya itu sepertinya mama nya lah yang menyebabkan Agra terlalu manja karena memang sangat di manja.


Pasar malam dengan ciri khasnya banyak orang dan juga pedagang kaki lima terlihat berjejer berjualan dan yang pasti selalu ada penjual kerak telor dan gulali.


" Agra apa kamu mau kerak telor apa kamu pernah memakan nya "


" Boleh, ya pernah lah sekali dulu masa pendidikan ada teman beli dan aku dikasih "


" Oh, bang satu ya kerak telor nya " Ayata memesan


" Itu ada bianglala apa kamu mau naik aku pernah melihat di film katanya romantis jika naik bersama pasangan "


" Tidak aku tidak mau "


" Kenapa sekali saja apa kamu takut ketinggian "


" Tidak usah Agra "


" Sini bang saya cicipin " Agra memberikan uang nya dan mengambil kerak telor nya


" Ah panas "


" Kamu sih Agra itu kan baru saja masak kenapa kamu langsung masukan ke mulutmu tiup dulu makanya "


" Contohkan "


" Apa kamu tidak bisa meniup makanan "


" Contohkan saja aku ingin melihatnya "


" Seperti ini perhatikan " Ayata meniup-niup makanan nya dan hap Agra langsung memakannya


" Agra kamu "


" Kenapa, rasanya lebih enak kamu tiupkan lagi dan suapin "


" Apa "


" Kamu kan pacarku "


" Hentikan kalimat itu yang menyatakan aku pacarmu "


" Memang "


" Kita naik bianglala " Agra menarik tangan Ayata


" Tidak aku tidak mau aku takut Agra lihat itu tinggi sekali "

__ADS_1


" Aku kan ada kamu tidak perlu takut " Agra meyakinkan namun Ayata tetap saja tidak mau karena Ayata memang benar-benar takut akan ketinggian.


" Naiklah " Agra menarik tangan Ayata


" Apa kamu ingin membunuhku Agra "


" Aku akan melakukannya jika kau pergi meninggalkan ku naik sendirian "


Ayata naik dengan mata tertutup tidak berani membuka matanya karena sangat takut untuk melihat.


" Bukalah dan lihat semuanya " Agra membuka tangan Ayata


" Aku takut "


" Tenang ada aku disini "


" Apa kita ada di atas "


" Lihatlah diatas lebih indah dan lihat bintang itu indah sekali " Agra menggenggam tangan Ayata untuk menenangkan Ayata


" Terimakasih Ayata untuk malam ini aku sangat senang "


" Aku juga Agra terimakasih untuk semuanya "


" Ayata aku mencintai mu " Ucap Agra dengan tulus


" Agra aku juga mencintai mu tapi aku tidak tahu apa kamu benar-benar mencintaiku karena aku yakin di hatimu pasti masih ada Rari "


" Jujur Ayata memang aku masih mencintai Rari tapi sekarang aku juga mencintai dan aku akan belajar melupakan Rari " Agra menatap mata Ayata yang dibalas Ayata dengan senyum manis dan hangat.


" Boneka itu bagus " Ayata menunjuk kearah boneka kelinci


" Apa kamu mau aku akan belikan "


" Kamu harus melempar bola itu dan dan harus mengenai kaleng-kaleng itu dulu "


" Itu sangat gampang aku sering menembak pasti juga sangat mudah jika hanya melempar bola itu dan mengenai kaleng itu "


" Buktikan saja "


" Baiklah pacarku "


Agra melempar bola kerah kaleng-kaleng yang bergerak secara tersusun dirinya penuh keyakinan bahwa dia pasti akan mengenai dan merubuhkan kaleng-kaleng itu


" Ah meleset aku pasti akan merubuhkan nya "


" Aku akan melihatnya tadi katanya mudah dan gampang mana buktinya " Ayata mengejek


" Tadi hampir tapi meleset lihat saja aku pasti akan merubuhkan nya " Agra mengambil bola lagi dan melemparnya lagi kearah kaleng yang kembali tersusun


" Mana kamu tidak mengenainya katanya mudah mana buktinya "


" Kamu terlalu melihatiku cukup perhatikan jangan di ganggu "


" Bilang saja kamu tidak bisa "


" Aku akan mencobanya lagi " Lagi dan lagi Agra melempar bolanya lagi


" Haha kamu payah Agra kamu tidak bisa mengenainya "


" Apa kamu bilang aku payah " Aku tidak bisa menerima kata-kata payah dan melempar bola terakhir begitu saja


" Bruuk " Semua kaleng rubuh


" Apa kamu lihat itu aku bisa merubuhkan nya "

__ADS_1


" Tepuk tangan untuk Agra " Ayata bertepuk tangan


Boneka kelinci berwarna biru muda dengan ukuran setengah meter akhirnya bisa di dapatkan setelah beberapa kali melempar gagal dan gagal namun berhasil juga dan mampu merubuhkannya


__ADS_2