
Seperti biasa dan mungkin jadi kebiasaan ku sarapan setiap pagi di kantin sehingga menjadi akrab dengan ibu kantin bahkan ibu kantin sudah tahu apa saja menu sarapan ku yaitu kue puding dan susu coklat hangat tanpa campuran gula aku menyantapnya dengan nikmat sampai akhirnya pak Chandra ikut duduk makan bersamaku ya Tuhan kenapa jantungku berdetak kencang ada apa dengan diri ini apa pak Chandra mendengar jantungku yang meronta tak karuan ini.
Aku kondisikan diriku dengan suasana pagi ini mungkin aku sedang sakit pagi ini atau justru pak Chandra yang sakit pagi-pagi sarapan di kantin duduk bersamaku bukankah kantin ini sangat luas dan banyak meja kosong.
" Ternyata pak Chandra begitu menarik jika di lihat sedekat ini senyum bapak manis sekali dengan meninggalkan lesung pipit "
Aku seakan terkesima begitu saja mungkin aku harus pergi ke dokter untuk periksa kondisi kesehatan ku sekarang sepertinya aku benar-benar sakit mengapa aku bisa mengatakan itu dengan lamunan ku tanpa ku sadari ternyata aku mengatakan pada pak Chandra yang membuatnya tersedak.
__ADS_1
Aku sangat malu mukaku pasti memerah dengan kalimat panjang yang baru saja ku katakan di luar kesadaranku tepatnya dalam lamunan ku
" Apa Ri kau mengatakan bapak apa "
" ti ti dak pak " dengan terbata ku berucap karena merasa malu
" bapak halu ya " aku mengeles sudah seperti bajaj untuk menghindari dan seakan tidak tahu menahu akan kalimat ku yang baru saja memuji pak Chandra jantung seakan meledak sekarang mengapa aku bisa mengatakan kalimat konyol itu secara tidak sadar
__ADS_1
Bapak Chandra tersenyum melihat ku yang bingung harus apa tapi aku berlalu dan kembali ke pengaturan awal tidak peduli dan acuh meski jantungku belum bisa terkontrol pak Chandra tidak mungkin mendengarnyakan akan jantungku berdetak kencang namun aku tetap santai terus menikmati kue puding yang rasanya juga manis.
Entah mengapa aku merasa nyaman dengan pak Chandra tapi ini tidak boleh terjadi atau aku akan gila dan kehilangan kewarasanku jika aku merasa bahwa dekat dengan pak Chandra itu hal yang membuatku nyaman aku harus membulak-balikan pikiran ku bahwa pak Chandra itu adalah wali kelasku dan aku tidak boleh mengharap lebih yang berujung menyakitkan tidak seharusnya guru dan murid terlalu berlebihan dalam hubungan di luar garis formal pendidikan jika itu terjadi pasti akan kacau.
Setelah sarapan ku selesai aku langsung pamit namun tidak sampai disitu pak Chandra mengikuti langkahku katanya sarapannya juga sudah selesai sekalian saja jalan bersama menuju kelas, apa pikirku ini bisa membuat perang antara aku dan Nata bukan kah hari ini pak Chandra tidak ada jadwal masuk ke kelas ku mengapa ingin jalan bersama menuju kelas lagipula ruang guru beda arah dengan kelas ku apa pak Chandra lupa jadwal mengajar tidak mungkinkan bisa lupa.
Aku berjalan dengan santai yang di ikuti oleh pak Chandra di samping ku meski merasa kurang nyaman dan risih aku juga merasa khawatir jika Nata melihatku jalan bersama dengan pak Chandra seperti ini pasti dirinya marah dan kemungkinan besar dirinya tidak ingin berteman denganku karena aku terkesan akan menjadi saingan dirinya dalam mengambil hati pak Chandra.
__ADS_1
Tapi syukur saja karena ini masih terlalu pagi dan yang lainya masih belum ada di sekolah hanya ada beberapa murid yang datang pagi tentunya para penikmat sarapan di kantin jadi aku bisa merasa lega karena tidak ada Nata lagi pula anak itu kebiasaannya telat masuk kelas dan sering mendapatkan bonos membersihkan toilet karena sering telat