
Dion terlihat sangat kaget ketika melihat Elen terbaring lemah tak berdaya.
" Kau terlihat sangat sedih " ucap pak Chandra
" Maafkan aku Chandra, aku memang membuat kesalahan di masalalu tapi perlu kau tahu bahwa aku dan Elen benar-benar saling mencintai tapi karena kamu dan Citra kami memutuskan untuk berpisah "
" Aku tahu betul siapa kamu Dion "
" Maaf juga aku sudah menyakiti Citra tapi aku tidak pernah mencintai nya sejak awal tapi aku tidak mengatakan itu semua padanya dan mengapa Elen sampai berpisah dengan mu aku tidak tahu persis tapi yang aku tahu bahwa Elen hanya menganggap mu teman masa kecil "
Apa kah itu perkataan Dion itu benar, aku melihat pak Chandra diam sendiri setelah mendengar perkataan Dion.
" Sekali lagi aku minta maaf Candra, oh iya aku tidak ada niat untuk mendekati Rari atau ingin merebutnya aku hanya ingin dekat dan memperbaiki semuanya agar tidak ada kesalahan lagi antara aku, Elen, Citra dan kamu "
" Kau " pak Chandra menarik kerah jas putih dokter muda itu.
" Kau boleh memukul ku tapi cinta tidak bisa di paksakan, ya mungkin aku berbuat dosa besar pada Citra meninggalkan nya begitu saja dan memilih Elen tapi perlu kau tahu kami mengorbankan perasaan kami untuk mu dan juga Citra "
" Lalu apa kau tahu Citra hampir gila karena mu ******** "
" Aku minta maaf karena itu tapi cobalah mengerti " ucap Dion menunduk.
Aku menarik tangan pak Chandra untuk pergi agar tidak membuat keributan disini.
__ADS_1
" Ayo kita pergi pak "
" Ya " jawab pak Chandra singkat, aku tahu pak Chandra sangat kesal terlebih lagi itu bersangkutan dengan Citra kembaran nya yang sangat
ia sayangi.
Sementara Dion masih berada di ruang rawat tempat Elen di rawat.
" El, bangun " Dion menggenggam tangan Elen erat.
" Apa kamu tahu El aku pikir kita tidak akan bertemu lagi tapi kini kita bisa bertemu tapi mengapa kamu seperti ini "
Untuk beberapa saat Dion terdiam setelah gerakan lembut menggapai tangannya.
" Dion " bening kristal berkaca-kaca di ufuk mata Dion.
" Apa aku mati " ucap Elen
" Aku tidak akan membiarkan orang-orang mengurus pemakaman mu El "
" Benarkah ini Dion "
" Lalu kamu pikir ini apa " membenarkan letak kacamatanya.
__ADS_1
" Aku tidak tahu Dion, aku merindukan mu untuk itu aku kembali " ucap Elen
Satu lagi cinta yang terpisahkan karena jarak, tapi aku tidak tahu apakah itu benar-benar cinta murni atau bukan karena yang aku tahu dua orang itu pernah membuat luka dalam hanya untuk menyatukan cinta.
Tapi sudahlah mungkin itu takdir, jika itu tidak terjadi mungkin tidak akan ada kisah antara aku dan pak Chandra. Tapi bagaimana dengan Citra apakah dirinya akan baik-baik saja ketika tahu bahwa Dion dan Elen kembali.
Aku punya satu ketakutan dari ini semua yaitu Citra yang masih menyimpan luka karena Dion dan di samping itu pula ibu mertua ku sangat mengharap kan Elen.
" Pak, apa bapak juga tidak bisa melupakan Elen "
" Maaf Ri, bapak tidak bermaksud seperti itu. Bapak pikir yang salah mereka tapi ternyata justru perasaan kami terlalu mudah dalam urusan mengenal cinta "
" Apa bapak akan kembali pada Elen "
" Apa kamu bodoh, Ri sekarang bapak hanya mencintai mu tapi bapak tidak mengetahui apa yang akan terjadi dengan Citra "
" Apa bapak tidak berpikir untuk mencarikan pacar untuk Citra "
" Siapa Ri "
" Aku akan mencarikan nya nanti "
" Kamu jangan bercanda Ri "
__ADS_1
Aku punya satu rencana untuk Citra yaitu mencarikan pacar untuk nya.