
Malam minggu malam yang sangat ditunggu semua pasangan bagi yang punya pasangan namun bagi kaum jomblo ataupun kaum yang tidak ada pasangan sedang khusyuk berdoa hujan turun sama halnya denganku aku berdoa semoga malam minggu ini hujan lebat agar yang punya pacar tidak bisa malam mingguan dan yanh jomblo bisa tidur nyenyak.
" ka Ari mau kemana " aku bertanya pa ka Ari yang mendorong motornya keluar dari halaman sambil mengendap-endap taku ketahuan ibuku yang bawel ketika ka Ari jalan malam-malam
" anak kecil diam "
" kaka mau malam mingguan dengan Yuna iyakan ka "
" sudah sana pergi jangan bilang-bilang pada ibu awas kalo nya ngomong " ka Ari mengancam ku namun aku suka menantang ancaman ka Ari
" ibu ka Ari mau keluar " teriak ku yang akhirnya didengar ibumu
" mau kemana kamu Ari " tanya ibu dengan tangan mengacak pinggang ibuku sendiri aku juga ikutan berkacak pinggang
" jalan sebentar bu "
" jalan terus "
" sama teman doang bu "
" bohong bu ka Ari mau ketemu ka Yuna pacar ka Ari " aku rempong sedangkan ka Ari terlihat sangat ingin mencabik-cabik ku
" masuk kamar sana tidak ada malam mingguan "
" sebentar bu aku kan sudah dewasa apa ibu tidak mau punya menantu "
" kamu ini "
" mohon bu "
" baiklah sebentar tapi sebelum jam 11 sudah balik dan ingat Ari jangan macam-macam "
" baik bu " ka Ari sambil meledek ku
" ah tidak adil ka Ari malam mingguan aku tidak " Rewelku pada ibu
" haha kasian jomblo " lagi-lagi ka Ari meledek ku
__ADS_1
" aku mau ikut ka Ari boleh bu "
" apaan sih kamu Ri "
" sudah kamu masuk kamar kamu Rari kita dirumah saja " bujuk ibu
" mau ikut ka Ari " rasanya aku tidak rela jika ka Ari lulus seperti itu saja senang-senang diluar sana dengan pacarnya sebenarnya aku tidak ingin ikut hanya saja aku suka melihat kaka laki-laki ku itu menderita tidak bisa bertemu dengan pacarnya.
" ibu apa boleh Rari minta izin untuk masak-masak di depan rumah "
" masak apa dan dengan siapa "
" sate kambing ka Maki yang ajak "
" tidak boleh anak gadis main dengan anak cowok "
" Ayata juga ikut dan ibu serta yang lainnya boleh ikut "
" siapkan saja peralatannya setelah itu kembalikan ketempat semua "
" iya "
" terimakasih ibu "
Aku mengambil semua peralatan masak dan tidak lama Ayata datang untuk membantuku
" biar aku bantu Rari " Ayata membantuku mengangkat pemanggang yang lumayan cukup berat jika diangkat satu orang saja
" apa kamu tadi kesini sendiri "
" aku nebeng ikut pamanku "
" oh, kita tunggu ka Maki sambil buat sambal sate untuk kambingnya "
" baiklah "
" Rari apa aku boleh tanya sesuatu "
__ADS_1
" iya boleh tanyakan saja "
" apa kamu suka dengan ka Maki "
" kenapa "
" tidak "
" kamu suka ya dengan ka Maki "
" ah tidak "
" lihat itu pipi kamu memerah "
" mana ada "
" tidak Ayata kami hanya teman dan ka Maki itu orang yang sangat baik sudah kuanggap seperti kakaku sendiri bukan sebagai kaka kelas "
" apa dia sebaik itu "
" nanti kamu akan merasakan kebaikan ka Maki "
" apa kalian membicarakan ku " ka Maki datang tiba-tiba
" mana motor kamu ka "
" mogok "
" kasian "
" undur-undur ini rupanya lebih awal datangnya "
" siapa yang kamu bilang undur-undur "
Aku tertawa terbahak melihat mereka berdua baru ketemu sudah berantem pasti sangat lucu jika mereka harus hidup satu atap mungkin rumahnya akan minggat tidak tahan dengan penghuninya
Malam yang sangat indah bersama dua orang sahabatku yang begitu baik dan perhatian aku tidak tahu apakah aku bisa melewati kesedihanku jika mereka tidak hadir untuk ku dengan adanya mereka berdua aku tidak terlalu kepikiran lagi tentang pak Chandra yang pergi tidak ada kabar lagi
__ADS_1