
Aku tidak ingin sakit hati terlalu lama aku tidak ingin dibodohi hanya karena cinta aku harus lebih kuat dan aku harus membuktikan jika cinta tidak membuatku bodoh. Aku kesekolah seperti biasa hanya saja kebiasaan ku makan pagi-pagi di kantin tidak aku lakukan aku lebih memilih sarapan dirumah dengan anggota keluargaku.
Aku harus belajar karena aku seorang pelajar dan tidak seharusnya main cinta-cintaan dengan seorang guru yang dari awal ketemu sudah salah dan sekarang makin salah
" Rari aku kesekolah kamu ya aku mau pamit menjalankan tugas ke Papua " Chat masuk dari Agra aku hanya membacanya tanpa membalasnya karena aku sudah terlalu lelah dengan kisah cinta penuh drama seperti ini.
Agra datang kesekolahku untuk pamitan tugas ketempat yang baru kulihat ranselnya sangatlah berat dan senjata yang ikut menemaninya sangatlah besar dan pasti itu sangat berat tapi tidak cukup berat jika sudah terbiasa malah senjata itu sudah menjadi istri pertama bagi seorang prajurit
" Aku pamit Ri "
" iya hati-hati "
" kamu jaga diri disini "
" iya "
" aku akan kembali lagi kesini ketika semuanya selesai aku sangat mencintaimu Ri "
" kembalilah " apa yang aku katakan mengapa aku mengatakan untuknya kembali lagi
" kau akan menungguku "
" teman "
" aku kekasihmu Ri tidak ingin jika hanya teman "
" pergilah selesaikan tugas negara mu "
" siap ibu negara, izin pamit "
Agra memelukku begitu erat entah mengapa aku merasa bersalah pada prajurit yang satu ini aku berharap dirinya selalu dilindungi Tuhan dalam menjalankan tugas. Aku tahu betul dunia seorang prajurit bukanlah seindah kelihatannya mereka bisa saja pulang nama itulah pengorbanan dan harus siap berpisah dengan keluarga.
__ADS_1
Aku lihat Agra sudah keluar dari gerbang sekolah aku pun langsung kembali ke kelas
" Ri " pak Chandra menyapaku
" ya ada apa " aku tetap profesional tidak mengikut campurkan urusan pribadi dan sekolah.
" bisa bapak bicara sebentar "
" bicara apa "
" bapak ingin menjelaskan sesuatu "
" tidak perlu pak, saya sudah lupa "
Aku berlalu dan pergi meninggalkan pak Chandra bagiku lebih baik seperti ini untuk menghindari dari luka sebelumnya dan tidak menutup kemungkinan akan ada luka selanjutnya
Aku duduk di kursiku sendiri tanpa ada seorang teman tiba-tiba ada seorang gadis sebaya denganku
" silahkan " aku tidak terlalu peduli
" nama kamu siapa " tanya nya dengan tulus
" Rarium biasa di panggil Rari "
" Rarium tersenyum "
" kau tahu arti namaku "
" aku asli suku Dayak baru saja pindah ke kota ini "
" benarkah "
__ADS_1
" iya aku sudah dua hari masuk sekolah apa kamu lupa saat aku masuk kemarin "
" mungkin aku tidak memperhatikan "
" tidak apa, bisa kita jadi teman aku Ayata " menjulurkan tangannya untuk menjabat tanganku
" teman "
" bukan seperti itu Rari sini tangan kamu kita salaman setelah itu sini kan jari kelingking kamu "
Sepertinya Ayata ini gadis yang baik dan mudah akrab dengan orang lain baru kenal saja sudah seperti orang yang sudah cukup lama kenal
" ini aku bawa bekal ibuku yang buat " Ayata membuka bekalnya
" Kamu membawa bekal ibumu pasti sangat perhatian "
" pengiritan disini untuk makan sangat mahal "
" besok aku akan bawa bekal juga " aku menatapnya
" kenapa "
" pengiritan "
" makanlah cepat habiskan "
" masakan ibumu enak Ayata "
" nanti akan aku pinta ibuku membuat lebih banyak jika kamu suka "
Aku senang punya teman baru seperti nya Ayata teman yang baik dan bukan tipe orang yang akan memanfaatkan
__ADS_1