Love For My Teacher

Love For My Teacher
Terbiasa Tanpa Teman


__ADS_3

Hari-hari tanpa seorang teman sudah mulai terbiasa bagiku karena aku masih punya kaka kelas yang baik dan juga perhatian kami berdua terlihat sangat akrab begitu pula dengan pak Chandra aku sudah terbiasa dengan kehadiran pak Chandra bahkan kami sering makan bertiga di kantin selayaknya adik kaka yang sedang kumpul tapi aku tidak tahu tentang perasaan pak Chandra sekarang lagi pula aku tidak ingin terlalu memperdulikan tentang perasaan itu aku sudah nyaman dengan suasana seperti ini diperlakukan selayaknya tuan putri dan dijaga seperti permata oleh dua pria tampan yang sama-sama ngetop disekolah satu guru tampan dan yang satunya kakak kelas tampan yang suka nya jahil.


Meski sudah terbiasa dengan suasana baru Nata tetap saja menaruh benci padaku tatapan nya selalu berapi-api ketika melihatku apa lagi jika aku jalan berdua dengan pak Chandra atau pun kami makan bersama di kantin bahkan dirinya sering menyinggung ku namun aku memilih tidak memperdulikan nya.


Meski sudah di tolak pak Chandra secara mentah-mentah Nata tetap saja mengejar pak Chandra namun tidak pernah dianggap pak Chandra serius bahkan dengan santai nya pak Chandra tetap profesional dalam mengajar di kelas sama seperti murid lainnya.


Meski aku tahu akan perasaan pak Chandra padaku aku juga tetap bersikap biasa dengan menjadi murid yang baik dan patuh kami tetap profesional hanya saja sering berdua.


" Selamat siang anak-anak "


Pak Chandra memulai jam pelajarannya semuanya anak yang ada dikelas terlihat sangat bersemangat karena pak Chandra ketika jam pelajaran sangat mengasikan apa lagi para siswi semangatnya dua kali lipat dari pada siswa apa lagi alasannya jika bukan karena ketampaan pak Chandra


" Hari ini kita mengerjakan tugas saja ya bapak lagi kurang enak badan kerjakan tugas halaman 42 ya "

__ADS_1


semua murid terlihat kurang suka tapi ada juga yang berlaga centil ada kata-kata keluar dari mereka " bapak sakit sini pak saya rawat " sehingga membuat kelas sedikit ribut akan teriakan beberapa siswa maklum saja itu sering terjadi jika ada yang centil.


Aku langsung membuka buku ku dan langsung mengerjakan tugas dari pak Chandra seperti itulah kebiasaan ku jika ada tugas langsung aku kerjakan dan tetap fokus pada tugasku tidak hanya pelajaran pak Chandra tapi juga yabg lainnya.


" Sudah selesai Ri " pak Chandra mendekati ku sambil mengambil buku tugas yang tergeletak dimeja tulisku


" iya sudah pak "


" oh iya pak "


Tiba-tiba Nata menyahut dengan nada tidak suka dan menyinggung


" Rari aja terus maklum murid tercinta " dengan sedikit tertawa Alana yang ada disamping Nata sedangkan murid yang lain tidak memperdulikan karena sudah terbiasa melihat Nata seperti itu namun emosi ku kali ini sedikit terpancing karena sudah cukup terlalu lelah mengalah dan mendengarkan cacian yang keluar dari mulut Nata

__ADS_1


" maksud kanu apa Nata "


Seketika semuanya menatapku karena aku meninggikan suaraku kelas yang tadinya sunyi kini berubah menjadi tegang secara aku jarang bicara apa lagi meninggikan suaraku hanya karena perkataan Nata tapi kali ini aku benar-benar lepas


" ya kamu pikir aja iyakan Alana " Nata melirik Alana terus menatapku tajam


" hahaha bodoh aku terpancing olehmu "


Pak Chandra menyudahi semuanya kelas kembali normal namun aku melihat ada rasa bersalah di mata pak Chandra


Maafkan Rari ya pak Rari kelepasan mungkin Rari mulai jatuh cinta pada bapak


Aku diam dengan menundukkan kepalaku sambil memainkan polpen kecilku

__ADS_1


__ADS_2