
Aku melihat masih ada wajah marah dan juga khawatir di wajah pak Chandra itu sangat jelas apa lagi aku tidak pernah tahu bagaimana pak Chandra marah terlebih lagi kesalahan ku ini karena kecerobohan ku yang tidak bisa menjaga cincin pertunangan kami.
" Ri kita pulang pagi ini kamu bersiap-siaplah " Pak Chandra merapikan kerah baju nya
" Kenapa bukan kah liburan kita masih panjang "
" Ikuti saja lah jangan banyak protes "
" Kenapa sih pak Chandra " Aku kesal
" Makanya jangan banyak protes "
" Aku tidak mau pulang jika bapak mau
pulang silahkan saja "
" Jangan keras kepala "
" Apa bapak sangat marah karena cincin itu baiklah Rari akan mencarinya sampai dapat "
" Tidak perlu kita pulang sekarang "
" Tidak " Aku meninggikan suaraku mengapa pak Chandra sangat berlebihan
" Terserah kamu Ri " Pak Chandra berdiri mendekati pintu dan akan pergi
" Kenapa terlalu dibesar-besarkan "
" Kamu tahu kan arti cincin itu "
" Tahu itu cincin pertunangan kita "
" Sekarang hilang "
" Jadi pak Chandra mau nya gimana apa mau hubungan kita hilangkan juga " Aku terbawa emosi
" Ri " Pak Chandra tidak berkata apa-apa lagi
" Apa pak Chandra ingin menyudahinya Rari lelah di salahkan seperti ini "
" Ri maaf Ri bukan seperti itu maksud nya " Pak Chandra mendekati ku
" Keluarlah jika ingin pulang silahkan pulang "
" Ri "
" Itu kan yang bapak inginkan "
" Aah Ri ok bapak minta maaf "
" Keluar " Aku membuka kan pintu
" Ri jangan seperti ini Ri " pak Chandra memelas namun tidak aku pedulikan.
Pak Chandra pergi meninggalkan kamarku aku masih sangat marah meski aku tahu sebenarnya aku yang salah sudah menghilangkan cincin itu tapi aku tidak bisa jika harus di salahkan seperti ini terlebih lagi kata-kata pak Chandra cincin saja tidak bisa aku jaga apa lagi hubungan.
Aku membereskan pakaianku aku akan pulang tidak peduli dengan pak Chandra mungkin di antara aku dan pak Chandra sama keras kepala dan memiliki ego yang tinggi.
" Mbak ini kunci kamar saya check out terimakasih ya mbk dan jika nanti tunangan saya kesini bilang saja saya pulang duluan "
" Iya mbak terimakasih " resepsionis cantik itu tersenyum
Aku membawa koper ku dan memasukannya kedalam taksi
" Apa ke bandara nona " tanya sopir taksi
" Iya langsung saja ke bandara " Kata ku pada sopir
Taksi menuju bendara dengan lancar namun di tengah perjalanan aku melihat ada kerumunan orang mungkin ada kecelakaan.
" Di depan seperti nya ada yang kecelakaan nona "
__ADS_1
" Kita lihat " Kata ku jiwa kemanusiaan ku keluar aku melihat dan masuk di antara kerumunan itu.
" Astaga ya Tuhan cepat tolong masukan dia kedalam " Kata ku untuk meminta mereka memasukan gadis sebaya dengan ku yang berlumuran darah itu ke taksi yang aku tumpangi tadi.
" Kita kerumah sakit pak cepat " kataku pada sopir taksi
" Iya nona "
Aku mengambil tisu di tas ku untuk membersihkan luka nya dengan perlahan.
Dut...dut...dut... hp ku bergetar aku melihatnya ada nama pak Chandra muncul di layar hp ku namun aku tidak bisa mengangkatnya.
Semoga saja gadis itu bisa terselamatkan aku tidak bisa membantu banyak aku juga tidak tahu menahu tentang dunia medis.
" Oh Tuhan baju ku penuh darah " gumamku melihat baju ku di penuhi oleh cairan merah bernama darah
" Anda siapa pasien " tanya seorang perawat
" Saya hanya kebetulan lewat dan saya langsung membawanya kesini "
" Kami tidak bisa melakukan tindakan sebelum ada keluarga nya datang untuk membayar "
" Saya akan membayarnya jadi tolong secepatnya lakukan tindakan " Meski uang yang ku punya pas-pasan namun aku harus menolong gadis itu .
Disisi lain pak Chandra mengkhawatirkan ku yang pulang sendiri.
" Permisi di depan ada apa ya " Pak Chandra bertanya pada salah seorang
" Tadi ada yang kecelakaan "
" Ah sungguh kasian "
" Tapi sudah dilarikan kerumah sakit dan ini lihat kan ada kartu pelajar nya ketinggalan " pria muda itu memperlihatkan kartu pelajar
" Rari " Pak Chandra melihat kartu pelajar itu yang tertulis nama Rarium
" Apa anda mengenal nya "
" Dia tunangan saya apa dia gadis berkulit putih dan berambut panjang lurus "
" Apa anda tahu kronologi nya "
" Saya kurang tahu tapi orang bilang gadis itu terlihat sangat murung saat menyebrang sehingga tidak memperhatikan ada mobil lewat sehingga tertabrak sungguh kasian saya melihatnya wajahnya penuh dengan darah "
" Terimakasih atas informasi "
Pak Chandra mencari informasi mengenai kronologi jelasnya tentang kecelakaan itu kepada polisi dan mendapatkan informasi yang cukup banyak dan pak Chandra langsung pergi menuju rumah sakit.
Bodohnya kamu Chandra ini semua karena mu kamu tidak bisa menjaga Rari dengan baik bagaimana jika terjadi sesuatu pada Rari kamu tidak akan bisa memaafkan dirimu sendiri kamu bebar-bebar bodoh Chandra karena kamu Rari kecelakaan
Pak Chandra marah pada dirinya sendiri dengan memukul-mukul kepalanya.
Sesampainya dirumah sakit pak Chandra bertanya kepada perawat
" Apa tadi ada yang kecelakaan dan di lari kan kesini " tanya pak Chandra
" Iya ada, apa anda keluarga nya "
" Saya tunangannya "
Seorang dokter datang menghampiri perawat itu
" Suster tolong korban yang kecelakaan tadi cari informasi mengenai keluarganya karena pasien sudah tidak bisa tertolong lagi "
" Apa " pak Chandra kaget
" Anda siapa " tanya dokter itu
" Saya tunangan nya "
" Mohon bersabar "
__ADS_1
Pak Chandra berjalan lemah dengan kabar yang didengarnya dan langsung masuk ke ruang tindakan
" Ri bangun " Pak Chandra menangis tanpa membuka kain putih yang menutupi wajah orang yang terbaring dihadapan nya
" Pak Chandra " Tegurku
" Rari kamu " Pak Chandra bingung dan juga terkejut
" Rari ini benar kamu " pak Chandra mendekati ku dan langsung memeluk ku
" Pak Chandra " Aku pun membalas pelukan itu
" Ini ada Ri "
" Tadi di jalan ada orang kecelakaan dan Rari menolongnya "
" Syukur lah Ri bapak pikir kamu kenapa-kenapa karena tadi ada orang menemukan kartu pelajar kamu kejatuhan dipikir kartu pelajar korban "
Pak Chandra memeluk ku dengan erat seakan baru kehilangan ku bertahun-tahun mungkin karena rasa cemas dan ketakutan pak Chandra karena salah informasi mengenai kartu pelajar ku yang terjatuh sewaktu aku menolong korban kecelakaan itu.
" Apa bapak marah "
" Sangat marah jangan lakukan itu lagi apa kamu tidak tahu bapak sangat khawatir dan takut kamu kenapa-kenapa "
" Iya maaf "
" Sudahlah jangan minta maaf lagi ini bukan kesalahanmu "
" Tapi kan "
" Sudah dan lihatlah ini " pak Chandra mengepalkan tangannya
" Apa " Aku mencoba membuka kepalan tangan pak Chandra
" Buka saja jika kamu mau melihatnya "
" Susah sekali "
" Usaha "
" Mana bisa bapak sangat kuat cepat buka "
" Cium dulu " goda pak Chandra
" Tidak mau "
" Kenapa "
" Apa bapak tidak malu menggoda anak kecil " Aku mengejek
" Kamu ini " pak Chandra memukul kepalaku.
Muuuaaah aku mencium pipi kiri pak Chandra tanpa terduga oleh pak Chandra
" Ah kamu ini Ri "
" Buka "
" Baiklah " Pak Chandra membuka tangannya
" Cincin tunangan kita bagaimana bapak menemukannya " aku sangat senang melihat cincin itu
" Iya cincin nya di temukan seorang nelayan "
" Bagaimana bisa ketemu "
" Cincin nya masuk kedalam cangkang siput dan kata nelayan itu tadi malam kamu mencarinya dan pagi tadi nelayan itu memberikannya pada bapak "
Aku memeluk pak Chandra rasanya sangat senang cincin itu bisa ketemu meski aku sudah putus asa untuk mencarinya
" Sini jari kamu bapak pasangkan "
__ADS_1
" Ini " Aku memberikan tanganku dan pak Chandra memakaikannya lagi
" Jangan sampai hilang lagi " Pak Chandra mengingatkan dan aku pun tersenyum