Love For My Teacher

Love For My Teacher
Manja


__ADS_3

Aku berdiri di taman belakang rumah memandang air mancur dan juga ikan-ikan kecil yang berenang dibawah air mancur tersebut.


" Pagi sayang " Tanya seseorang yang suaranya sangat aku kenal


" Pak Chandra " aku balik menyapa


" Apa yang kamu lakukan sayang "


" Hanya berdiri menikmati udara pagi " aku menghirup udara dalam-dalam


" Ibu mertua ku mana " tanya pak Chandra


" Ibu mertua kita belum menikah "


" Sebentar lagi kita akan menikah, mana ibu mertua ku "


" Mungkin masak "


" Kamu tidak membantu cepatlah bantu calon suami mu ini ingin makan masakan mu "


" Uhuuk " Aku tersedak


" Ayo kita masak " pak Chandra menarik tanganku masuk kerumah dan menuju dapur


" Pagi ibu mertuaku " pak Chandra mengucapkan selamat pagi dengan senyum manis


" Eh Chandra ada apa kalian ke dapur "


" Katanya Rari mau masak "


" Benarkah " Ibu ku berlaga terkejut


" Iya bu biarkan Rari yang memasak nya bu " Pak Chandra melirik ku dengan senyum licik


Sangat menyebalkan pak Chandra mengapa ia memintaku masak padahal kan aku tidak terlalu pandai mengenai dapur apa lagi mengenai masakan.


" Mau dibantu " tanya pak Chandra lagi-lagi melirik licik


" Tidak perlu " kataku


" Jangan jual mahal "


" Nih potong bawang " Aku memberikan bawang dan juga pisau kecil sementara itu pak Chandra seperti menahan tawa


" Kenapa " tanyaku


" Apa kamu bisa masak "


" Meragukan ya baiklah bapak mau dimasakan apa sup, nasi goreng atau telur gulung ?... " tanyaku jengkel


" Mau makan kamu sayang "


" Nasi goreng saja "


" Kenapa kamu sangat manis sayang hari ini sehingga aku ingin sekali memeluk mu "


" Cih "


" Duuh sangat menggemaskan " pak Chandra menarik pipiku


" Hentikan "


Nasi goreng yang aku buat sudah jadi namun aku tidak yakin akan rasanya mungkin keasinan atau kurang garam.


" Ayo kita makan " Aku menyiapkan makanan di meja makan


" Sudah masaknya Ri " tanya itu ibu ku


" Iya bu "


" Rasanya seperti apa ya " ibuku mengambil nasi goreng buatan ku

__ADS_1


" Enak bu " tanyaku penuh harap


" Enak hanya saja kamu kebanyakan menaruh garam "


" Ini bukan nasi goreng tapi ikan asin " ka Ari sungguh menyebalkan


" Ini salah pak Chandra "


" Kenapa aku yang di salahkan "


" Bapak yang minta Rari masak "


" Sudahlah kita makan masakan yang ibu masak tadi saja "


" Ah saya mau mencoba masakan Rari bu " ucap pak Chandra


" Asin pak " kataku


" Tidak aku akan memakannya karena ini masakan tunangan kecil ku "


" Eheeem " ka Ari berdeham


Selesai makan aku dan pak Chandra keluar kami akan pergi ke pameran buku pasti disana akan ada banyak buku menarik terutama buku sastra buku favorite ku.


" Ka Rari " sapa seorang gadis kecil


" Eh Wiwid kamu ada disini " tanyaku pada gadis berparas cantik dan juga imut


" Pasti ka ini kan pameran buku dan aku sangat suka sekali buku "


" Kamu dengan siapa " tanyaku melirik seorang pria tinggi dengan kacamata


" Dia sepupu aku namanya Dion " Wiwid mengenalkan sepupu nya itu


" Saya Dion dan kamu " Sepupu Wiwid memperkenalkan dirinya


" Saya Rari dan ini tunangan saya Chandra "


" Sepertinya kita harus melihat buku disana sayang " sepertinya pak Chandra tidak ingin berlama-lama


" Kami melihat buku kesana dulu ya Wid " Aku pada Wiwid


Pak Chandra merangkul bahuku meninggalkan Wiwid dan juga sepupunya Dion seperti nya pak Chandra tidak suka atau pak Chandra cemburu begitu pikirku.


" Apa bapak cemburu " tanyaku


" Tidak mana mungkin cemburu jelas aku terkeren dan tertampan dari pada Dion itu " ketus pak Chandra seakan bumi mengelilinginya.


" Narsis sekali guru ku ini " aku mencubit pipi pak Chandra


" Sudahlah sana pergi " Pak Chandra memasang wajah cemberut


" Duuh guruku ini sangat manis ketika cemburu seperti ini " Aku menggoda pak Chandra karena biasanya dengan cara itu berhasil .


" Hey anak kecil jangan menggoda gurumu ini "


" Apa tidak boleh " Aku memeluk pak Chandra


" Uhuuk " pak Chandra batuk untuk menutupi rasa ingin tertawanya.


" Jangan begitu " kataku manja


" Lepaskan " Pak Chandra pura-pura meronta menolak pelukanku itu.


" Tidak akan guruku "


" Jangan menggoda ku anak kecil "


" Sudahlah jika tak suka " Aku melepas pelukanku


" Tunggu sekarang aku benar-benar cemburu jika kamu melepas pelukan ini " pak Chandra terlihat sangat manis aku memeluk erat pak Chandra

__ADS_1


Aku tidak tahu mengapa aku bisa seberani itu dan semanja itu pada pak Chandra mungkin karena sudah terbiasa dengan pak Chandra.


" Ri coba lihat buku ini " pak Chandra mengambil buku bersampul merah muda


" Itu buku hamil pak Chandra "


" Apa nanti kita akan memiliki anak "


" Mungkin tunggu saja "


" Gurumu ini ingin segera punya anak "


" Mana bisa tunggu saja "


" Nanti anak kita akan ada di rahim kamu dan aku akan menciumi perut kamu sayang " Tiba-tiba pak Chandra mengelus perutku lembut


" Apa yang bapak lakukan "


" Mau anak "


" Ada-ada saja belum waktunya "


" Sayang " pak Chandra sangat manja dan tingkahnya sangat manis


" Letak kan buku itu "


" Heeem sepertinya akan lucu jika kita punya anak " Ucap pak Chandra sambil merangkul ku.


Pak Chandra sangat manja hari ini dan sangat menggemaskan rasanya ingin aku makan karena kemanisannya melihat tingkah pak Chandra seperti itu.


" Kenapa bapak sangat manja hari ini apa ada sesuatu "


" Apa tidak boleh manja dengan tunangan kecil ku ini "


" Itu bukan jawaban pak "


" Kamu sangat pintar "


" Kenapa bapak sangat manja " Aku mengayunkan tanganku dan pak Chandra yang bergandengan


" Karena tunangan kecilku ini selalu merayu "


" Tidak ada "


" Kamu tidak sadar, lakukan dan rayu lah selalu guru mu ini itu membuat aku bahagia " pak Chandra merangkul pinggang ku.


" Pak kita makan ice cream disitu ya " aku menunjuk kearah kedai ice cream


" Baiklah untuk tunangan tersayang ku " ucap pak Chandra manis.


Kami berjalan menuju kedai ice cream yang selalu ramai pembeli terutama pasangan muda.


" Ice coklat topping karamel coklat dan ice vanilla " pak Chandra memesan ice cream coklat untuk ku dan vanilla untuk pak Chandra kami beda selera mengenai rasa aku yang sangat suka manis terutama coklat dan pak Chandra tidak terlalu suka suka yang manis-manis seperti coklat.


" Ini ice cream coklat topping karamel coklat untuk tunangan kecilku yang manis " ucap pak Chandra sangat manis bahkan ice cream yang ada di hadapanku kalah manis lama-kelamaan bisa diabetes.


" Terimakasih sayangku "


" Iya sayang "


" Pak di bibir bapak ada noda " kataku


" Dimana sayang "


" Sebelah kiri " pak Chandra menyapu bibirnya namun tidak bersih


" Sini pak " Aku membersihkan nya.


" Apa kamu menggoda lagi sayang "


" Apa " aku melepas tanganku dari bibir pak Chandra namun tangan pak Chandra menggenggam tanganku

__ADS_1


" Jangan lepas sayang tetaplah seperti ini untuk beberapa detik " pak Chandra menatapku, kami beradu pandang dan hanyut dalam tatapan itu


__ADS_2