
Sangat lelah seharian keliling kota Paris tapi sangat menyenangkan terlebih lagi aku menghabiskan hari bersama pak Chandra suami ku tercinta.
" Kita akan jalan ke mana lagi " tanyaku pada pak Chandra
" Nanti aku beri tahu setelah mandi " berjalan menuju kamar mandi
" Ya baguslah kau sangat bau pak " tanpa melihat ke arah pak Chandra, aku duduk di depan meja dengan kesibukan ku berhias depan cermin
Suara air yang keluar dari shower terdengar, aroma sabun tercium.
" Ri " suara pak Chandra memanggil ku
" Iya ada pak " jawab ku
" Tolong ambilkan handuk "
Aku mengambil handuk hotel yang sudah tersedia dalam lemari dekat tempat tidur.
Tok... tok ... aku mengetuk pintu kamar mandi
" pak ini handuk nya " ucap ku
" Masuk saja "
" Hah, apa masuk " ucap ku bingung
" Iya "
Masuk, apa aku harus masuk oh tidak mungkin aku masuk di dalam ada pak Chandra aku akan malu di buatnya nanti.
__ADS_1
Aku berdiri depan pintu kamar mandi dengan selembar handuk putih di tangan ku.
" Ri mana handuknya " ucap pak Chandra lagi
Huuh... aku menarik nafas, membuka pintu kamar mandi
Pak Chandra berdiri di depan cermin menunggu handuk yang aku bawa.
" Ini handuk nya " aku memberikan selembar handuk yang aku bawa tadi, tanganku dan jemariku menutupi mataku agar tidak melihat pemandangan yang tidak di inginkan.
" Apa yang kamu lakukan " pak Chandra berbalik
" Ini handuknya " tanganku masih menutupi wajah ku
" Haha, Ri kita ini suami istri "
" Kau sangat menggemaskan Ri "
" Aku akan mengutuk mu pak Chandra " berbalik menuju pintu kamar mandi.
Pak Chandra menarik tangan ku.
" Apa kau malu " tanya pak Chandra membuka jari-jari ku yang sedari tadi menutupi wajahku
" Aku akan keluar "
" Siapa yang mengijinkan mu keluar istri kecilku "
Apa pak Chandra sengaja tidak membawa handuk, apa pak Chandra ingin mengerjai ku.
__ADS_1
Aku berada di situasi sulit sekarang, aku ingin keluar tapi pak Chandra menarik tangan ku.
Aku membuka mataku perlahan, aku tidak ingin melihat pemandangan yang tidak seharusnya aku lihat.
Setelah aku membuka mata aku melihat pak Chandra telanjang dada terlihat jelas tubuh pak Chandra yang begitu putih dengan roti sobek nya.
" Pipi mu memerah " ucap pak Chandra
" Kau " menahan rasa malu ku
" Apa kau suka "
" Cih " aku berbalik badan
" Tunggu " menarik ku laki
Cup... ciuman hangat mendarat di bibir ku
Apa, mengapa aku jadi bergairah dengan ciuman pak Chandra, ciuman itu membuat kami larut melupakan semua rencana malam kami yang ingin menikmati indahnya malam di Paris.
Tapi secara tidak langsung kami juga menikmati malam indah di Paris meski itu di kamar mandi.
" Bernafas istri kecil, apa kau ingin mati " ucap pak Chandra melepas ciumannya.
Aku buruk dalam hal ciuman sampai lupa untuk bernafas.
Huuuh... aku menarik nafas panjang
" Kau ini sangat konyol " celoteh pak Chandra sambil mencubit hidung ku
Itulah kebiasaan pak Chandra selalu saja mencubit hidungku, ya aku tahu hidung aku tidak terlalu mancung tapi tidak perlu juga selalu di cubit, jika selalu di cubit bukan nya mancung malah jadi panjang seperti hidung Pinokio.
__ADS_1
" Ayo kita mandi bareng " bisik pak Chandra ke telinga ku, aku mengangguk meski aku sudah mandi sebelum nya tapi tidak masalah bukan mandi dua kali apa lagi di temani suami sendiri.