Love For My Teacher

Love For My Teacher
Harapan Mertuaku Kandas


__ADS_3

Setelah seminggu kecelakaan itu sepertinya keadaan Elen sudah membaik ia sempat main ke rumah bertemu ibu mertuaku, ya ibu mertuaku tentunya sangat senang dengan kedatangan Elen.


" Kamu sudah lama tidak balik ke sini Elen, kamu terlihat semakin cantik dan sangat sempurna, apa kamu tahu ibu sangat suka melihat berita tentang kamu di media sosial " ucap ibu mertuaku panjang kali lebar yang hampir mengalahkan panjangnya tembok besar China.


" Ibu terlalu memuji, Elen datang ke sini untuk bertemu dengan Rari "


" Ah kamu pasti tahu dan sakit hati bukan karena Chandra menikah dengan gadis kecil itu, ibu sangat tidak menyukai nya karena ibu inginnya kamu yang menjadi menantu ibu " perkataan ibu mertuaku itu sangat jujur namun sangat menyakitkan ketimbang apapun


" Apa ibu tahu karena Rari lah saya bisa selamat dari kematian "


" Maksud kamu apa Elen " berdiri dengan nada kurang suka.


" Iya bu, saya seminggu yang lalu kecelakaan dan karena Rari lah saya selamat "


" Elen, apa kamu melupakan Chandra "


" Maaf bu Chandra itu memang baik tapi dia hanya sebatas teman dari masa kecil "


" Tapi kamu bilang kamu sangat mencintai Chandra "

__ADS_1


" Iya benar saya pernah mengatakan itu pada paman karena paman mengharapkan hal itu juga karena pengaruh ibu untuk menyatukan saya dengan Chandra "


" Tapi mengapa kamu melakukan itu " suasana sedikit tegang antara ibu mertuaku dan Elen, aku memilih untuk menghindar karena aku tidak ingin terlibat dalam permasalahan rumit itu.


" Karena saya tidak ingin menyakiti paman dengan mengatakan bahwa saya tidak mencintai Chandra "


" Drama apa ini Elen " ibu mertuaku terlihat marah


" Maaf bu sepertinya saya harus pergi, titip salam buat Rari dia anak yang baik tidak seharusnya ibu merendahkan nya seperti itu " ucap Elen meninggalkan rumah.


Ibu mertuaku duduk, tangannya memijat kepalanya mungkin karena pusing karena harapan untuk mendapatkan menantu se ideal Elen kandas begitu saja.



" Citra " sapa ku ikut duduk di sampingnya, mungkin biasanya Citra yang akan duduk menemani ku ketika sedih tapi kali ini aku yang duduk di sampingnya.


" Apa Chandra dan kamu sudah tahu lebih dulu " tanya Citra pada ku


" Maaf Citra, pak Chandra tidak memberitahu mu karena pak Chandra tidak ingin kamu sedih "

__ADS_1


" Aku tahu tapi setidaknya beritahu aku agar aku bisa siap-siap "


" Siap-siap untuk pergi " aku tahu betul sosok kembaran suamiku ini sangat sulit menerima kenyataan, dia akan pergi menjauh jika ada orang dari masalalu nya datang.


" Kamu tidak tahu Ri bagaimana sakitnya "


" Apa kamu pernah sekali saja untuk menerima orang baru, tidak pernah bukan karena itulah rasa sakit yang kamu rasakan terus menerus menghantui mu "


" Lalu apa yang harus aku lakukan Ri, aku tidak bisa melupakannya "


" Cobalah untuk mencari dan menerima orang baru " aku berkata seperti itu karena aku memiliki suatu rencana untuk menjodohkan nya dengan seseorang.


" Aku tidak tahu apa kah aku bisa Ri "


" Kamu pasti bisa, apa perlu aku yang mencarikannya untuk mu " basa basi meski sebetulnya aku sudah memiliki rencana terselubung.


" Kamu tidak perlu melakukannya Ri "


" Aku pasti akan mencarinya untuk mu " tersenyum pada Citra.

__ADS_1


" Jika tidak ada "


" Aku tidak akan menyerah " ucap ku


__ADS_2