
Setelah seminggu kecelakaan itu sepertinya keadaan Elen sudah membaik ia sempat main ke rumah bertemu ibu mertuaku, ya ibu mertuaku tentunya sangat senang dengan kedatangan Elen.
" Kamu sudah lama tidak balik ke sini Elen, kamu terlihat semakin cantik dan sangat sempurna, apa kamu tahu ibu sangat suka melihat berita tentang kamu di media sosial " ucap ibu mertuaku panjang kali lebar yang hampir mengalahkan panjangnya tembok besar China.
" Ibu terlalu memuji, Elen datang ke sini untuk bertemu dengan Rari "
" Ah kamu pasti tahu dan sakit hati bukan karena Chandra menikah dengan gadis kecil itu, ibu sangat tidak menyukai nya karena ibu inginnya kamu yang menjadi menantu ibu " perkataan ibu mertuaku itu sangat jujur namun sangat menyakitkan ketimbang apapun
" Apa ibu tahu karena Rari lah saya bisa selamat dari kematian "
" Maksud kamu apa Elen " berdiri dengan nada kurang suka.
" Iya bu, saya seminggu yang lalu kecelakaan dan karena Rari lah saya selamat "
" Elen, apa kamu melupakan Chandra "
" Maaf bu Chandra itu memang baik tapi dia hanya sebatas teman dari masa kecil "
" Tapi kamu bilang kamu sangat mencintai Chandra "
__ADS_1
" Iya benar saya pernah mengatakan itu pada paman karena paman mengharapkan hal itu juga karena pengaruh ibu untuk menyatukan saya dengan Chandra "
" Tapi mengapa kamu melakukan itu " suasana sedikit tegang antara ibu mertuaku dan Elen, aku memilih untuk menghindar karena aku tidak ingin terlibat dalam permasalahan rumit itu.
" Karena saya tidak ingin menyakiti paman dengan mengatakan bahwa saya tidak mencintai Chandra "
" Drama apa ini Elen " ibu mertuaku terlihat marah
" Maaf bu sepertinya saya harus pergi, titip salam buat Rari dia anak yang baik tidak seharusnya ibu merendahkan nya seperti itu " ucap Elen meninggalkan rumah.
Ibu mertuaku duduk, tangannya memijat kepalanya mungkin karena pusing karena harapan untuk mendapatkan menantu se ideal Elen kandas begitu saja.
" Citra " sapa ku ikut duduk di sampingnya, mungkin biasanya Citra yang akan duduk menemani ku ketika sedih tapi kali ini aku yang duduk di sampingnya.
" Apa Chandra dan kamu sudah tahu lebih dulu " tanya Citra pada ku
" Maaf Citra, pak Chandra tidak memberitahu mu karena pak Chandra tidak ingin kamu sedih "
__ADS_1
" Aku tahu tapi setidaknya beritahu aku agar aku bisa siap-siap "
" Siap-siap untuk pergi " aku tahu betul sosok kembaran suamiku ini sangat sulit menerima kenyataan, dia akan pergi menjauh jika ada orang dari masalalu nya datang.
" Kamu tidak tahu Ri bagaimana sakitnya "
" Apa kamu pernah sekali saja untuk menerima orang baru, tidak pernah bukan karena itulah rasa sakit yang kamu rasakan terus menerus menghantui mu "
" Lalu apa yang harus aku lakukan Ri, aku tidak bisa melupakannya "
" Cobalah untuk mencari dan menerima orang baru " aku berkata seperti itu karena aku memiliki suatu rencana untuk menjodohkan nya dengan seseorang.
" Aku tidak tahu apa kah aku bisa Ri "
" Kamu pasti bisa, apa perlu aku yang mencarikannya untuk mu " basa basi meski sebetulnya aku sudah memiliki rencana terselubung.
" Kamu tidak perlu melakukannya Ri "
" Aku pasti akan mencarinya untuk mu " tersenyum pada Citra.
__ADS_1
" Jika tidak ada "
" Aku tidak akan menyerah " ucap ku