
Sore hari seperti biasa aku dan Ayata terbiasa belajar bersama baik itu dirumahku ataupun di rumah Ayata, namun kali ini kami akan belajar bareng diluar ruangan tepatnya di taman sehati.
" Ayata aku pinjam polpen kamu " Aku meminjam polpen Ayata karena aku lupa mengambil kotak alat tulisku yang ada di tas ku yang satunya
" Kamu ini selalu saja minjam polpen "
" Hehe lupa lagi "
" Iya itu sudah kebiasaan mu Ri "
" Tapi aku tidak pernah lupa tentang pak Chandra "
" Huuh sangat menyebalkan apa kau tidak bisa melupakan gurumu si Chandra itu hanya untuk sesaat saja " Ayata memukul kepalaku sepertinya sahabatku itu sangat suka main pukul-pukul kepala orang
" Itu tidak mungkin terjadi "
" Huuuh " Ayata menyenggolku seperti itulah sahabatku itu sangat suka bermain dengan fisik apa lagi dibagian kepala dan bahu
" Sudahlah kita pelajari ini saja " aku membuka buku yang cukup tebal yang tadi pagi sudah kami pinjam dari perpustakaan.
" Apa kamu mengerti ini Ri aku tidak paham "
" Yang mana Ayata "
" Ini mengenai bilsngan oksidasi kamu pasti mengerti "
" Aku jelaskan sedikit ya Ayata tapi aku tidak terlalu mengerti "
Bilangan oksidasi atau yang disebut juga dengan biloks merupakan muatan atom jika elektron valensinya cenderung tertarik ke atom lain yang berikatan dan memiliki elektro negatif lebih besar.
Aku menjelaskan sedikit dengan ilmu seadanya namun itulah yang dapat aku tanggap ketika guru menjelaskan dan menerangkan mengenai bilangan oksidasi.
" Aku masih belum mengerti Ri "
" Kamu ini Ayata "
" Kamu tahu kan aku tidak sepintar dirimu "
" Aku jelaskan sekali lagi ya " Untuk kedua kalinya aku menjelaskan tentang bilangan oksidasi pada Ayata
" Ok aku mengerti terimakasih kamu memang pantas dengan pak Chandra " Ayata menyenggol ku lagi yang sudah menjadi kebiasaannya
" Apa kamu tidak bisa berhenti untuk menyenggol ku "
" Hehe " Ayata cengengesan
Aku dan Ayata memasukan buku dan alat tulis lainnya kedalam tas kami masing karena sudah cukup kami pikir belajarnya.
" Aku duluan ya Ri itu Agra datang menjemput ku "
" Cie sekarang jadi nyonya Agra nih "
" Calon sayangku " Ayata sangat manis mengelus daguku
" Ih sana pergi " Aku membuang muka
" Daaah Ri " Ayata pergi menghampiri Agra kekasih tersayang nya yang sama-sama konyol dan juga tidak dapat dimengerti mungkin Tuhan sudah mengatur semuanya untuk mereka berdua dan aku harap mereka selalu seperti itu dan khawatiranku selama ini tidak akan pernah terjadi.
" Hey... apa yang kamu pikirkan " pak Chandra mengagetkan ku datang secara tiba-tiba seperti siluman
" Kapan bapak datang "
" Dari tadi tapi kamu asik belajar jadi tidak mungkin bapak mengganggu tunangan kecil yang menggemaskan ini " pak Chandra menarik pipi ku
" Lepaskan sakit tau " Aku memanyunkan bibirku
" Pipi mu itu sangat menggemaskan sayang "
" Sakit " aku memukul tangan pak Chandra
" Wah tunangan kecil ku ini ternyata sangat agresif "
__ADS_1
" Makanya jangan main-main "
" Ayo kita pulang "
" Kita makan dulu perut aku lapar "
" Makan ya baiklah kita makan sekarang "
Kami menuju caffe yang jarak nya tidak terlalu jauh dengan taman sehati.
" Pak "
" Iya Ri "
" Aku tidak suka dengan kelas baru apa lagi tidak ada Ayata "
" Kalian beda kelas "
" Iya, apa lagi kelas baru yang sekarang sangat panas dengan orang-orang amatiran "
" Apa mereka mengganggu tunangan kecil ku ini "
" Iya tadi saja ada yang mau berantem "
" Beraninya " pak Chandra terlihat kesal
" Tapi lupakan saja mereka itu tidak terlalu penting "
" Yang terpenting sekarang apa "
" Apa ya "
" Hey... "
" Apa "
" Bilang yang terpenting itu tunangan ku yaitu pak Chandra " Ucap pak Chandra
" Haha kau sangat konyol pak "
" Kau sangat menggemaskan saat marah seperti ini pak Chandra "
" Took " pak Chandra memukul kepalaku seperti nya pak Chandra dan Rari sangat suka memukul kepalaku
" Kalian tadi belajar apa Ri " tanya pak Chandra
" Belajar kimia "
" Sini bapak lihat buku mu "
" Emangnya mengerti "
" Kau "
" Hehe "
" Jangan meremehkan guru mu ini "
" Tidak " Aku memberikan buku ku
" Rumus yang ini terlalu ribet Ri ada cara mudahnya "
" Yang mana "
" Sini bapak tuliskan " pak Chandra menulis rumus kimia di buku ku dan menjelaskannya begitu detail
" Woow bapak hebat "
" Makanya jangan meremehkan tunanganmu ini "
" Iya deh tunangan aku ini kan guru hebat ditambah sangat manis "
__ADS_1
" Manisnya " pak Chandra menempelkan jari telunjuknya ke bibirku
" Sudah, kita pulang sekarang "
" Baiklah kita pulang sekarang "
Kami keluar caffe tentunya setelah membayar apa yang kami pesan dan kami makan di dalam tadi.
" Hey...Rari " Sapa seorang pria berkacamata dengan setelan kemeja putih
" Dion " Sapa ku balik
" Kalian mau pulang " tanya Dion
" Iya kami akan pulang " Jawab pak Chandra sinis dengan ketus.
" Kenapa pulang sekarang "
" Apa kau tidak lihat ini sudah cukup sore " ucap pak Chandra dengan tatapan sinis
" Kita pulang sayang " Pak Chandra merangkul ku
" Kami duluan " Aku tersenyum ramah
Pak Chandra sangat menggemaskan dengan tingkahnya seperti itu pada Dion aku sangat penasaran mengapa pak Chandra cemburu dengan Dion.
" Apa maksud kamu tersenyum seperti tadi pada Dion "
" Apa bapak cemburu " ucapku sedikit mengejek
" Hanya saja tidak suka "
" Mengapa "
" Apa kau tidak melihatnya cara dokter muda itu menatapku cih sangat menyebalkan aku tidak suka "
" Haah dokter " Aku tidak tahu jika Dion seorang dokter
" Kenapa kaget "
" Apa dia seorang dokter " tanyaku benar-benar tidak tahu dan pikir ku mengapa pak Chandra mengenal Dion
" Dia itu teman SMA dulu "
" Mengapa bapak terlihat membencinya apa dia salah satu musuh bapak disekolah dulu "
" Dia pernah pacaran dengan Citra tapi putus karena selingkuh dengan seorang wanita yang juga bapak cintai dulunya tapi itu hanyalah masalalu dan dia sudah meninggal kan bapak "
" Sepertinya ada yang belum move on nih "
" Lupakan saja itu hanya masa lalu dan sekarang hanya kamu Ri yang bapak cinta jadi itu sebabnya kamu jangan dekat-dekat dengan Dion "
" Siapa nama wanita itu apa dia sangat cantik " aku bertanya seakan membohongi rasa cemburuku
" Dia hanya masa lalu Ri lagi pula bapak sudah melupakan nya "
" Tapi aku ingin tahu dan bapak juga masih belum bisa melupakan Dion bukan "
" Dia tidak penting lagi Ri yang terpenting sekarang kamu "
" Siapa namanya "
" Elen, sudahlah Ri bapak sudah melupakan semuanya tentangnya "
" Jika lupa mengapa bapak terlihat masih membenci Dion "
" Karena dia sudah menyakiti Citra apa kamu tahu Ri sampai sekarang Citra tidak pernah mau lagi mengenal yang namanya cinta karena Citra sangat terluka karena Dion "
" Apa Dion sejahat itu padahal dia terlihat sangat baik "
" Kamu tidak tahu apa-apa jadi kamu menjauh lah darinya dan jangan pernah cerita apapun mengenai Dion pada Citra "
__ADS_1
" Apa bapak takut "
" Bukan Ri hanya khawatir Citra jatuh lagi seperti dulu mengingat Dion Citra sudah sangat terluka karena Dion kamu harus mengerti itu "