
" Ri coba aku lihat cincin pak Chandra " Ayata heboh sendiri setelah tahu pak Chandra datang dan kami akan bertunangan
" ini cincin nya aku tidak menyangka pak Chandra datang aku seakan bermimpi "
" cincin nya sangat indah Ri kamu sangat beruntung selamat ya Rari akhirnya penantianmu tidak sia-sia "
" aku sangat senang Ayata "
" aku juga ikut senang karena sahabatku sudah menemukan cintanya yang telah lama di tunggu "
Ayata begitu bersemangat mendengar aku dan pak Chandra akan bertunangan
Pertunangan ku dan pak Chandra akan berlangsung lusa ditaman sehati tempat pak Chandra melamarku waktu itu dan taman sehati sudah menjadi saksi atas dua hati yang saling menyatu.
Aku akan menjaga cintaku itu dan aku tidak ingin ada perpisahan lagi sudah cukup perpisahan dan sudah cukup tersiksa menahan rindu.
" Rari dia siapa " pak Chandra menghampiriku dan bertanya siapakah gadis manis yang berada disampingku
" dia Ayata teman saya pak Chandra, Ayata kenalkan ini pak Chandra dan pak Chandra ini Ayata " aku memperkenalkan nya
" saya Ayata pak murid baru disekolah setelah pak Chandra pergi "
" kamu teman yang baik "
" dia pacar ka Maki pak "
" benarkah bagaimana kamu bisa bertahan dengan murid konyol dan menyebalkan itu "
" mereka saling cinta pak "
" Rari kamu ini ya " Ayata memanyunkan bibirnya
__ADS_1
" dia marah pak Chandra "
" kamu ini Rari sudah mau tunangan masih saja manggil dengan sebutan bapak panggilah dengan sebutan khusus sayang atau apalah "
Pak Chandra tersedak ada rona merah di pipinya karena malu
" aku sudah terbiasa dengan sebutan itu "
" lihatlah pak Chandra tersedak malu padahal aku hanya mengatakan hal kecil apa kamu tidak pernah memanggil dengan sebutan sayang "
" anak kecil diam " pak Chandra membela diri
" ya sudahlah aku pergi tidak enak jadi nyamuk diantara dua pasang manusia yang sedang kasmaran "
Ayata meninggalkanku dengan pak Chandra aku merasa canggung jika hanya berdua dengan pak Chandra rasanya ada yang berbeda mungkin aku masih belum percaya jika sekarang pak Chandra benar-benar ada di hadapanku
" apa yang kamu pikirkan Ri "
" Ri bisa kamu panggil saya dengan nama saja "
" tidak bisa sudah terbiasa "
Pak Chandra memegang pipiku dan matanya menatapku begitu dalam aku masuk dalam pandangan itu jantungku berdebar sangat kencang apa yang akan dilakukan pak Chandra apa pak Chandra akan menciumku.
" sayang "
" a-apa " Aku terbata
" apa yang kau pikirkan apa kau pikir akan ada ciuman diantara kita sa-ya-ng " pak Chandra mengija kata terakhir
" apa sih " aku menahan malu
__ADS_1
" lihat itu pipi kamu merah, apa yang kamu pikirkan "
" pak Chandra " aku setengah teriak kesal
Pak Chandra secara tiba-tiba mendekatkan mukanya lagi dan aku kaget dan hampir saja terjatuh namun tangkapan pak sangat cepat
" tuh kan hampir jatuh "
" heeem "
" apa dulu yang kamu pikirkan cepat bilang "
" tidak ada "
" tidak mungkin "
" memang tidak ada "
" ciuman ya "
Sepertinya pipiku sangat merah karena menahan malu mengapa juga tadi aku berpikiran kotor bahwa pak Chandra akan menciumku
Pak Chandra meraih wajahku dan kedua tangannya tepat di pipiku mungkin pak Chandra akan mengerjaiku lagi
" apa lagi " aku merasa kesal
Tatapan pak Chandra begitu hangat mata yang sangat indah dan secara tanpa diduga pak Chandra mencium bibirku.
Ciuman pertama dalam hidupku sebelumnya aku tidak pernah ciuman dengan pria manapun
" kita pilih baju untuk nanti lusa di acara tunangan kita " pak Chandra begitu santai nya padahal tadi baru saja mencium bibirku sedangkan aku masih kaku
__ADS_1