Love For My Teacher

Love For My Teacher
Perubahan Agra


__ADS_3

Agra yang gila karena cinta beberapa waktu lalu kini mulai ada perubahan entah ada sesuatu apa yang membuatnya berubah namun perubahannya itu merupakan titik terang untuk cintaku dan juga pak Chandra.


" Rari apa kabar ? " sapa Agra aku merasa takut dengannya namun tetap bersikap biasa agar dirinya tidak tersinggung


" baik Agra, bagaimana denganmu "


" aku juga baik bagaimana hubungan mu dengan guru muda itu "


" baik kami bahagia bersama "


" maaf karena sudah membuat kesalahan dalam kisah cinta kalian aku sadar selama ini aku salah "


" aku ataupun pak Chandra sudah melupakan itu "


" terimakasih Rari meski aku tidak mungkin bersamamu aku akan selalu mencintai mu "


" lupakan saja Agra cobalah untuk benar-benar berubah "


" aku sedang berusaha "


" mengapa kamu ada disini Agra "


" aah lupa ini buku Ayata ketinggalan aku nitip ya tolong kamu berikan pada Ayata " menyodorkan buku agenda berwarna coklat bergaris hitam


" buku ? " tanyaku bingung mengapa buku Ayata ada pada Agra


" kemarin temanmu itu terlihat sangat sedih jadi karena aku merasa kami sama dan aku pernah berada diposisi sepertinya aku coba menghibur kami jalan bersama "


" benarkah " aku merasa tidak yakin apa ini hanyalah akal-akalan Agra tapi jika memang benar baguslah


" aku nitip buku itu Ri jangan lupa kasih pada Ayata "


" iya " jawabku singkat dan berbalik meninggalkan Agra begitupun dengan Agra dirinya langsung masuk kedalam mobil.


Aku lihat buku agenda berwarna coklat dengan garis hitam itu yang terkunci dengan rapat aku yakin isinya pasti tentang keseharian Ayata.


" Ayata " tegur ku pada Ayata yang sedang memesan minuman dikantin sekolah


" eeh Rari "


" ini buku kamu tadi Agra menitipkan nya padaku "


" terimakasih Ri pantas saja aku cari-cari tidak ketemu "


" Kenapa bisa ada pada Agra apa kamu pernah bertemu dengannya "


" Iya apa kamu ingat saat aku bolos aku pergi ke makam Maki terus di jalan aku ketemu Agra dia mengikutiku "


" Apa dia macam-macam padamu ?... Apa kamu baik-baik saja ?... " Aku memutar tubuh Ayata dari kiri ke kanan dari kanan ke kiri


" Aku tidak apa-apa lihatlah aku baik-baik saja Agra hanya menghiburku "


" Menghibur " Aku merasa tidak yakin


" Iya di pikir nya aku aku bunuh diri begitu "


" Apa " sedikit meninggikan suara


" Haha jangan kencang-kencang Rari "


" Maaf maaf kelepasan "


" Ternyata Agra baik juga Ri "


" Hah apa kamu tidak salah jangan-jangan " aku membuat kalimat yang akan ada kelanjutannya

__ADS_1


" Jngan-jangan apa Ri, Agra hanya menghiburku mungkin karena merasa kasihan padaku "


" Kamu suka ya "


" Rari " Ayata melotot padaku


" Haha becanda tapi jika memang suka tidak masalah mungkin kamu bisa merubah Agra dan aku lihat Agra ada sedikit perubahan "


" Aku dengar malam ini Agra ulang tahun Ri "


" Lalu "


" Aku hanya mengatakan nya saja apa kamu tidak tahu "


" Aku tahu kemarin ada undangan nya tapi sepertinya aku tidak datang aku tidak ingin jika ada masalah lagi nantinya "


" Menurut aku kamu datang saja bersama pak Chandra lagi pula bukan nya tidak baik jika tidak datang Ri "


" Aku tidak tahu Ayata aku hanya ragu dan takut ketika Agra ada di sekitar ku "


" Aku mengerti "


" Apa kamu akan datang ? " tanya ku pada Ayata


" Seperti aku akan datang lagi pula kemarin Agra sudah baik padaku caranya menghiburku bisa mengurangi rasa sedihku "


" Eeem "


" Jika kamu tidak datang sangat tidak baik Ri "


" Aku akan pikirkan "


" Sudahlah kita masuk kelas saja Ri " Ayata menyandang tasnya


" Duluan saja Ayata aku mau ke perpustakaan sebentar mengembalikan buku biografi ini "


" Iya Ayata "


Ayata membuka buku agendanya yang dititipkan Agra tadi padaku. Ayata menemukan sebuah catatan pendek didalam bukunya tapi itu bukan tulisan Ayata


" siapa yang menulis ini apakah Agra " gumam Ayata yang terlihat bingung dengan tulisan itu .


( Catatan dibuku agenda )


~ Air mata tidak akan mampu membuatnya kembali ataupun akan kembali pada pelukanmu sedangkan dunia tidak akan menunggumu terlalu lama jadi tidak perlu berlarut akan kesedihan itu simpanlah tenagamu untuk duniamu sekarang dan jadilah lebih kuat ~


" Apa mungkin Agra yang menulis ini tapi jika bukan siapa lagi tidak mungkin Rari aku tahu betul tulisan Rari seperti apa " Ayata bergumam lagi dengan kata bingung secara buku agenda nya itu terkunci mengapa ada orang lain bisa menulis dibuku itu.


" Ayata kenapa kamu terlihat bingung ada apa ?..."


" Tidak Ri aku hanya bingung dengan buku agendaku mengapa bisa tertinggal di mobil Agra "


" Mungkin tas kamu tidak kamu tutup sehingga terjatuh "


" Iya mungkin juga "


" Aku penasaran dengan buku mu itu apa isinya tentang keseharian mu "


" Beberapa " jawabnya singkat


Aku kembali sibuk dengan urusan pribadiku tidak ingin terlalu mencampuri urusaan Ayata takutnya malah Ayata merasa terganggu.


" Rari aku boleh minta tolong "


" Boleh kamu mau minta tolong apa "

__ADS_1


" Dandani aku di acara untuk ke acara ulang tahun Agra ya "


" Eheeek " Aku tersedak


" Kamu kenapa "


" Kamu mau dandan seperti apa kamu sudah cantik Ayata "


" Tapi aku ingin terlihat lebih cantik nanti malam "


" Apa kamu demam Ayata " Aku menempelkan telapak tanganku keleher Ayata


" Tidak Ri aku tidak demam "


" Kamu suka dengan Agra ya ngaku saja kamu Ayata apa kamu jatuh cinta padanya " Aku sedikit meledek sahabatku itu


" Sudahlah aku tidak jadi minta bantuanmu "


" Ngambek nih Ayata " Aku menyenggol Ayata


" Males ah "


" Iya nanti malam kamu datang saja kerumah ku nanti jika aku tidak keberatan aku juga akan datang "


" Benarkah "


" Iya Ayata "


" Terimakasih Rari "


Aku tersenyum geli melihat tingkah sahabatku ini apa mungkin Ayata jatuh cinta pada Agra.


" Kamu telpon pak Chandra sekarang biar pak Chandra tahu "


" Apa "


" Kita bareng ke acara ulang tahun Agra "


" Aku kan bilang jika tidak keberatan Ayata "


" Aku mohon aku tidak mungkin datang sendirian " memohon dengan memasang wajah termanis


" Iih Ayata kamu ini hentikan itu sangat menggemukan aku tidak bisa membuatmu memohon dengan raut wajah seperti itu "


" Jadi mau ya "


" Aku mikir dulu "


" Mikir apa lagi sudah jangan mikir mana hp kamu sini aku telpon pak Chandra " Ayata mengambil hp ku


" Ayata biar aku saja "


" Makanya kamu telpon sekarang "


" Iya bawel " Aku menelpon pak Chandra dan meminta pak Chandra untuk datang dan menemani ku nanti malam.


" Bagaimana apa pak Chandra mau dan mengizinkan "


" Bagaimana ya " Aku membuat kalimat yang akan ada sambungannya lagi dan itu mampu membuat Ayata penasaran aku sangat suka melihat ekspresi di wajah Ayata ketika dirinya penasaran.


" Cepatlah Rari jangan membuatku penasaran "


" Jeng...jeng...jeng... "


" Ah Rari kamu selalu saja seperti itu

__ADS_1


" Iya Ayata Iya pak Chandra mau "


" Benarkah " dengan girangnya Ayata memeluk ku


__ADS_2