
Awan hitam mampir lagi tapi tidak pada kisah ku dan pak Chandra tapi pada kisah Ayata dan ka Maki kisah cinta mereka kadas dengan surat tugas malaikat maut yang terpaksa mengambil ka Maki dari genggaman Ayata takdir begitu kejam harus memisahkan cinta dua insan.
Pagi itu aku mendapat kabar bahwa ka Maki mengalami kecelakaan dan nyawanya tidak dapat diselamatkan bagaimana dengan parasaan Ayata sudah pasti dirinya sangat terpukul dengan kabar duka itu kini kekasih yang dulu pernah berjanji akan kembali untuknya ternyata mengingkari janjinya dengan alasan menghadap Tuhan ternyata Tuhan menulis takdir begitu dramatis.
" Ayata kamu harus sabar ya "
" kenapa dirinya harus berjanji jika harus seperti ini aku sudah cukup lama menunggunya namun kenapa Tuhan mengambilnya dariku Rari " tangis Ayata memekik aku pun harus pura-pura kuat untuk Ayata meski hatiku sangat sedih sahabat sekaligus kaka kelasku yang sangat menyebalkan itu ternyata sudah pergi untuk selamanya dan tidak mungkin akan kembali
" Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik "
" aku hanya ingin ka Maki Rari "
" kamu harus kuat Ayata kamu pasti kuat "
" aku tidak sekuat itu Ri "
" iklaskan ka Maki Ayata "
" hik...hik...hik... " Ayata menangis dengan tersedu sungguh malang kisah cintanya aku pikir hanya kisah cintaku yang sangat dramatis ternyata kisah cinta sahabatku ini lebih dramatis.
" jasad Maki akan dibawa pulang siang ini dan langsung dikebumikan apa kamu sanggup melihatnya Ayata " pak Chandra menghampiri aku dan Ayata
" iya pak "
" hapus air matamu Ayata jangan bersedih bapak yakin Maki tak akan tenang disana jika kamu terlalu bersedih "
" iya Ayata kamu harus iklaskan ka Maki "
" bagaimana nya caranya Rari orang yang akan aku harap kembali melukis senyum malah datang tanpa nyawa membawa sejuta air mata " kupeluk Ayata dengan erat akupun bingung harus apa aku tahu jika berpisah dengan orang yang sangat dicintai itu sangatlah menyakitkan apa lagi berpisah dengan cara kematian seperti ini.
Lembar hari yang ditulis dengan kata rindu sudah sesak dengan air mata kini ditambah dengan kabar duka rasanya hati tak sanggup menumpang kesedihan dengan aura suntuk gemetar menghadap kesunyian seperti halnya lagu kehilangan nada karena luka cinta meramu air mata kini sketsa wajah jelas menggambarkan kesedihan yang di ikuti semua isak tangis membunuh rasa habagia dan menghancurkan harapan Ayata gadis si pemilik mata tajam itu kini berlinangan air mata gadis yang ku kenal kuat dan ceria itu kini terlihat sangat lemah dilanda kehancuran.
" Maki " teriak Ayata disaat ka Maki akan dimakamkan
" sudah Ayata iklaskan "
__ADS_1
" aku tidak bisa Rari aku ingin melihat wajah ka Maki untuk terakhir kali "
" maaf pak boleh kami melihat wajah Maki untuk terakhir kalinya saya guru Maki " minta pak Chandra pad pihak keluarga
" boleh " pihak keluarga memperbolehkan
" hik...hik...hik...Maki bangun...bangun... kamu jahat mengingkari janjimu bukankah kita akan bahagia bersama bangun Maki bangun aku mohon bangun hik...hik...hik... " tangis Ayata semakin menjadi-jadi bagaimana tidak orang yang dicintainya kini terbaring pucat tanpa nyawa.
" tenang Ayata kendalikan dirimu iklaskan ka Maki "
" tidak bisa Rari aku tidak bisa hik...hik...hik... "
" maaf pemakaman harus kita segerakan " seorang pria mengingatkan kami
" tidak...tidak...tidak... Maki kamu bangun kamu bangun harus bangun " Ayata tidak bisa mengendalikan dirinya
" tenangkan dirimu Ayata kasian ka Maki kamu harus mengiklaskannya "
" hik...hik...hik... Rari " Ayata memelukku
Ayata jatuh pingsan tidak kuat menerima kenyataan bahwa kini kekasihnya telah meninggal dunia sungguh kasian kisah percintaan sahabatku ini.
" sini bapak bantu memapah Ayata " pak Chandra dengan cepat membantu Ayata yang kini tak sadarkan diri
" disini saja pak " pak Chandra menurunkan mendudukan Ayata di kursi
" Ayata bangun " aku memercikan sedikit air ke mukanya
" Rari Maki mana Maki dimana "
" Ayata kendalikan dirimu sadarlah Maki sudah tidak ada kamu harus terima kenyataan "
" benar Ayata terimalah kenyataan bahwa kini Maki sudah meninggalkan kita " ucap pak Chandra
" aku sangat mencintainya "
__ADS_1
" Ayata bukankah kamu pernah bilang jika jodoh pasti bertemu sesulit apapun pasti akan bertemu bukan dan mungkin ka Maki bukan ditakdirkan untukmu "
" tapi mengapa Maki pergi terlalu cepat dan tidak akan kembali lagi "
" takdir Ayata itu sudah takdir yang sudah dituliskan Tuhan untukmu "
Takdir yang sudah tertulis tak mungkin dapat ditolak apa lagi di hindari namun Tuhan pasti telah menyiapkan yang terbaik untuk masa yang akan datang hanya menunggu waktu yang tepat cepat atau lambat pasti kebahagian itu akan hadir ditengah-tengah kehidupan jadi jalani saja dulu sampai Tuhan berkata selamat kebahagian pantas menaungi hidupmu namun untuk kebahagiaan itu akan ada tangis dan air mata terlebih dulu menghampiri kisah hidup yang sudah berlangsung cukup bersabar dan berdo'a tidak perlu menyesali takdir ataupun menyalahkannya karena tidak ada yang salah pada takdir justru takdir yang tak di suka itu akan memberi banyak makna dan perjalanan hidup.
" Ayata kita pulang sekarang ya " ajak ku pada Ayata karena sedari tadi dirinya menangis tak hentinya di pemakaman ka Maki
" sebentar lagi Ri aku ingin lebih lama bersama Maki jika kau ingin pergi pulanglah lebih dulu aku tidak masalah "
" tidak Ayata aku tidak mungkin meninggalkan sahabatku disaat seperti ini tapi apa kamu akan tetap disini apa kamu tidak kasian pada ka Maki aku yakin ka Maki pasti sedih melihatmu seperti ini "
" biarkan aku disini lebih lama lagi Rari aku mohon "
" sebentar lagi ya karena ini sudah sore dan sebentar lagi malam "
Ayata dengan tangisnya memeluk nisan ka Maki betapa sakitnya ditinggal seorang kekasih tidak dapat aku bayangkan perasaan Ayata namun aku tahu pasti tangisnya ini sudah cukup membuktikan bahwa dirinya sangat terpukul ternyata orang setegar dan seceria Ayata begitu rapuh ketika kematian mengatur jadwal perpisahan.
" istirahat lah kekasih tersayang tidur yang nyenyak jangan pikirkan aku " dengan sedikit air mata Ayata mengusap nisan putih yang bertuliskan nama Maki Alqi yang terukir sangat indah.
" kita pulang sekarang Rari " Ayata berbalik meninggalkan makam ka Maki
" kamu harus kembali seperti dulu jadi Ayata sahabatku yang ceria "
" kamu jangan khawatirkan aku Rari aku harus kuat bukan " Ayata menyeka air matanya dirinya mencoba lebih tegar meski aku tahu bahwa itu hanya sandiwara sketsa wajah yang berpura-pura tegar menghadapi kenyataan pahit yang mau tidak mau harus ditelan dengan paksa.
" iya kamu harus kuat aku akan selalu ada untukmu "
" Terimakasih Rari kamu sudah ada disaat-saat aku seperti ini "
" kita kan sahabat "
Aku peluk sahabatku itu yang sedang mencoba lebih tegar menghadapi kenyataan yang kini kehilangan orang yang sangat dicintainya
__ADS_1