
Sinar matahari mengendap-endap masuk ke kamarku lewat jendela yang sengaja terbuka namun tertutup tirai tipis berwana putih menjuntai kelantai.
Aku berdiri di depan jendela itu seperti kebiasaan ku sebelumnya aku sangat suka sinar pagi. Aku terkejut dan menahan gerakan ku ketika ada tangan besar melingkar di pinggangku, aku memutuskan untuk memutar tubuhku saat itu pipiku memerah seketika dengan tersenyum lebar teryata pemilik tangan besar yang melingkar di pinggangku itu merupakan tangan pak Chandra yang kini resmi menjadi suamiku.
" Pagi istriku sayang apa yang kau lakukan "
" Bapak sudah bangun " aku mengulum semua rasa malu ku meski kemungkinan pipi ku memerah karena rasa canggung ku satu kamar dengan pak Chandra
" Ah bapak lagi kita ini sudah menikah Ri " ucap pak Chandra
Entah mengapa panggilan bapak itu sangat sulit aku hilangkan sepertinya panggilan bapak itu sudah tertanam kuat dan melekat di dalam memori ku sehingga tidak bisa aku hilangkan.
Cup.. pak Chandra mencium ku tanpa permisi lebih dulu sentak aku kaget
" Apa yang bapak lakukan " pipiku memerah karena malu
" Itu karena kamu sangat tidak bisa di atur menjadi seorangistri, kita ini sudah menikah tapi masih saja memanggil dengan sebutan bapak " ucap pak Chandra panjang kali lebar protes nya.
Tok..tok...tok... suara ketokan dari pintu kamar, dan pak Chandra melepas pelukannya
" Iya " jawab pak Chandra singkat setelah membuka pintu
" Maaf ka mengganggu kalian, tapi ini ada paket untuk Rari "
" Paket sepagi ini " tanya pak Chandra
__ADS_1
" Mungkin hadiah pernikahan kalian " Citra memberikan kotak setinggi setengah meter dan aku mendekat
" Aku permisi ya, kalian lanjutkan saja " menjauh
" Jomblo " teriak pak Chandra pada Citra sambil menutup pintu kamar
" Dari siapa ya pak " tanyaku bingung penuh tanda tanya
" Kita buka saja "
Kring...kring... nada dering hp ku aku langsung mengangkat telpon setelah aku lihat itu telpon dari ibu dan akupun membatalkan niat untuk membuka kotak itu meski aku sedikit penasaran karena tidak ada nama pengirim yang tertera.
" Assalamualaikum bu " menjawab telpon
" Walaikumsalam, Ri ibu mau kamu dan suamiku nanti malam ke rumah ya kita makan malam bersama "
" Ya sudah itu saja ya Ri " ibu menutup telpon
Pak Chandra memandangku dan bertanya
" Ibu yang telpon "
" Iya kata ibu nanti malam kita makan malam bersama ibu di rumah mungkin ada yang ingin ibu bicarakan "
" Baiklah, apa suami mu ini sudah terlihat baik sebagai menantu idaman " tanya pak Chandra merangkul ku dari belakang
" Bagaimana ya " ucapku ingin menjahili pak Chandra
__ADS_1
" Kenapa bukankah ibumu sangat merestui kita berdua "
" Apa mungkin "
" Aah kamu ini Ri tidak asik " pak Chandra melepas pelukannya dan masuk ke kamar mandi aku merasa sangat geli apakah dia merajuk hanya karena hal sepele itu
" Apa bapak merajuk " tanyaku gemas
" Iya " menutup pintu kamar mandi
" Baiklah aku akan mengadukan pada ibu bahwa menantunya itu menyebalkan dan aku yakin ibu akan membela ku ini secara aku anak kandungnya "
" Apa, kata kan lagi " pak Chandra langsung keluar dari kamar mandi
" Hahaha, bapak sangat lucu seperti anak kecil "
" Lihat saja ibu mu pasti akan membela menantunya ini "
" Tidak mungkin "
" Bagaimana jika kita taruhan "
" Baik "
" Baiklah, sebuah ciuman seksi bagaimana " tantang pak Chandra dengan senyum licik nya
" Setuju " aku merasa tertantang
__ADS_1