Love For My Teacher

Love For My Teacher
Kesiangan


__ADS_3


" Ri...Ri... bangun " suara pak Chandra membangunkan ku


" Ah bapak mengganggu saja " aku menarik selimut ku sampai menutupi wajahku


" Baiklah, kau tidur saja dan tidak usah kuliah,mungkin kau akan kehilangan hari pertama mu menerima pelajaran di kampus "


" Apa " aku kaget, aku benar-benar lupa bahwa hari ini aku akan kuliah. Oh ya Tuhan, apa aku akan terlambat.


" Sekarang jam berapa " tanyaku pada pak Chandra namun tanganku menggeledah selimut ku mencari hp ku untuk melihat jam.


⏰ 07:30


Setengah jam lagi, aku benar-benar telat.


Aku langsung bangkit dari tempat tidurku dan berlari menuju kamar mandi, pak Chandra sedang asyik-asyiknya menertawakan ku.


Untung saja pak Chandra sosok suami yang pengertian, dia tidak mempermasalahkan jika pagi-pagi harus menyiapkan pakaian sendiri atau memasang dasi sendiri.


" Minum susu ini dulu " pak Chandra memberiku segelas susu coklat hangat, pak Chandra sangat pengertian bahwa aku tergesa-gesa apa lagi setelah melihat mata ku bengkak karena aku bangun di waktu yang belum siap.

__ADS_1


" Ayo, kita berangkat " pak Chandra mengambil tasnya, mungkin pak Chandra juga sudah telat karena ku, aku benar-benar merasa sangat buruk menjadi istri.


" Maaf ya pak " ucap ku setelah kami masuk kedalam mobil.


" Maaf untuk apa " fokus ke jalan


" Rari minta maaf karena bapak harus mengantar Rari ke kampus dulu padahal bapak juga telat karena Rari yang bangunannya kesiangan "


" Haha, kamu minta maaf karena itu, bapak pikir ingin minta maaf karena tadi bapak tidak dapat ciuman " masih saja becanda


" Kau " menatap tajam pak Chandra


" Baru saja minta maaf, maafnya tidak tulus nih "


" Sudah, kita kan sama-sama telat jadi tidak perlu minta maaf, lagi pula bapak kan seorang guru jika sekali-kali telat tidak masalah kan "


*


Sampai depan gerbang kampus, aku turun dari mobil sedangkan pak Chandra langsung pergi ke sekolah tempatnya mengajar.


Bruuk... seseorang menabrak ku dari belakang.

__ADS_1


" Maaf...maaf... tidak sengaja, buru-buru " suara ini, ya ini suara Syua


" Ah, Syua kamu "


" Kamu rupanya, cepatlah kita sudah telat jangan sampai kita di hukum dosen " ucap Syua berlari menarik tanganku. Seperti nya tangan ku bukan untuk pertama kalinya di tarik Syua, sepertinya gadis Meksiko itu sangat suka menarik tanganku dan berlari.


Huuuh... aku menarik nafas lega setelah sampai di ruang kelas dan dosen belum masuk, mungkin dosen akan masuk lima atau sepuluh menit lagi.


" Syukurlah Syua kita tidak telat "


" Apa kamu tidak pernah telat, aku hampir setiap hari dulu seperti ini " ucap Syua dengan santainya.


" kamu lari-lari karena terlambat seperti ini setiap hari " tanyaku dengan sedikit menghela nafas.


" Ya " jawab singkat, ya ampun bagaimana mana mungkin aku selalu bertemu teman yang jenisnya selalu seperti ini, dulu Ayata dan sekarang Syua, sehingga aku ingin menanyakan pada Tuhan bagaimana mungkin aku selalu mendapat teman seperti mereka.


" Hey, kenapa kamu bingung " Syua mendorong ku kecil


" Ah tidak "


" Kamu ini bengong saja " mendorong ku pagi.

__ADS_1


Satu lagi ternyata kebiasaan Syua ini, suka mendorong-dorong ku sama seperti Ayata, tapi Ayata sukanya memukul namun itu sama saja bukan.


Semoga saja aku dan Syua akan menjadi teman baik nantinya, lagi pula Syua terlihat cukup baik untuk di jadikan seorang teman.


__ADS_2