
Pagi ini aku dan pak Chandra jalan-jalan ke tepi pantai hanya di tepinya karena aku tidak bisa berenang.
" Kerang nya lucu seki " Aku mengambil kerang dari pasir
" Jauhkan Ri "
" Apa bapak takut hahaha " Aku menertawakan pak Chandra
" Bukan takut tapi penghuni kerang itu mempunyai capit dan itu menyakitkan "
" Haha lucu sekali lihat lah " Aku mendekatkan kerang hidup itu kepada pak Chandra
" Jauhkan...Ri jauhkan... " Pak Chandra terlihat ketakutan aku jadi ingin mengerjainya dengan semakin aku dekatkan kerang hidup itu ke arah pak Chandra
" Rari jauhkan jangan main-main "
" Haha bapak lucu sekali "
" Jauhkan Ri " Aku semakin bersemangat untuk menakut-nakuti pak Chandra kapan lagi bisa seperti ini
" Tunggu pak Chandra " Pak Chandra berlari seperti anak kecil dan aku mengejar pak Chandra dengan kerang mugil yang masih hidup di tangan ku.
" Hentikan Rican hentikan apa kamu tidak lelah lari-lari " pak Chandra berhenti dari larinya mungkin karena merasa kelelahan
" Bapak yang lari "
" Makanya kamu buang kerang itu "
" Ini sangat lucu pak coba lah bapak lihat dulu bapak pasti menyukainya " Aku mendekatkan kerang itu lagi
" Ri " Pak Chandra mengagetkan ku sehingga kerang mungil itu terpelanting ke atas dan tanpa di duga masuk ke dalam baju pak Chandra.
" Haaa....haaa... Ri tolong keluar kan Ri " Pak Chandra teriak histeris tapi aku melihatnya merasa sangat lucu melihat pak Chandra seperti cacing kepanasan gara-gara kemasukan kerang kecil yang sangat mungil dengan warna kuning silver.
" Ri jangan hanya melihat Ri "
pak Chandra sudah mulai emosi aku langsung membantu untuk mengeluarkan kerang itu dari dalam baju pak Chandra.
" Sudah ini kerang nya " Aku mengambil kerang itu
" Kamu sangat menyebalkan Ri "
" Maaf " Aku mengatakan maaf dengan senyuman dan terkesan mengejek pak Chandra.
" Jangan lakukan itu atau bapak akan menghukum mu "
" Hukuman seperti apa guru ku sayang " Aku mendekati pak Chandra
" A..aaa " pak Chandra kikuk sehingga aku ingin mengerjai pak Chandra sekali lagi, aku semakin mendekati pak Chandra mendekat dan terus mendekat.
" Heeem apa kau ingin bermain baiklah " tatapan pak Chandra berubah aku mundur beberapa langkah.
" Kenapa mundur "
" Tidak " Aku yakin pasti ada sesuatu ditangan belakang pak Chandra.
__ADS_1
" Hahaha " Pak Chandra melempar mahluk kecil lembek berwarna hijau mahluk yang sangat mengerikan bagiku ulat kecil yang biasa menumpang di daun-daun atau pun ranting pohon
" Aaaaaaa.....aaaaaa...... " Aku lari karena bagi ku mahluk kecil itu sangatlah mengerikan
" Haha makanya jangan jahil " Pak Chandra menertawakanku
" Iya, apa mahluk kecil itu sudah bapak buang " Teriak ku dari jarak lima meter
" Sudah "
" Serius "
" Iya lihatlah " Pak Chandra memperlihatkan telapak tangan nya kosong.
" Ri cincin kamu mana "
" Cincin apa "
" Cincin tunangan kita "
" Aaaa " Aku melihat jari ku ternyata cincin yang biasa aku pakai di jari manis ku itu tidak ada lagi
" Kamu tidak memakainya Ri apa kamu lepas "
" Tadi ada "
" Di mana "
" Tadi Rari cuci tangan banyak sekali pasir jadi Rari lepas dan lupa mengambil nya lagi "
" Di tepi pantai situ " aku menunjuk ke arah tepi pantai dimana tadi aku bermain pasir dan membersihkan tanganku dengan air pantai tersebut
" Bisa-bisa nya kamu seceroboh itu Ri kamu tahu kan itu cincin pertunangan kita dan kamu tahukan makna dari cincin itu " Pak Chandra terlihat marah
" Maaf pak Chandra " Aku merasa sangat bersalah
" Harusnya kamu hati-hati Ri jika cincin seperti itu saja kamu tidak bisa menjaganya bagaimana dengan hubungan kita " Pak Chandra marah dan aku merasa sangat bersalah
" Jangan seperti itu pak "
" Sekarang cincin nya hilang sudahlah kita pulang saja "
" Maaf " Aku menangis
" Lupakan saja nanti kita buat yang baru dan semoga saja itu juga tidak kamu hilangkan " Pak Chandra berjalan di depan ku setelah mencari-cari cincin itu namun tidak dapat di temukan mungkin saja sudah terbawa ombak
" Maaf pak " Untuk kesekian kalinya aku mengucapkan kata maaf
" Masuk lah "
" Rari akan mencarinya "
" Tidak perlu cincin itu sudah hilang kita buat yang baru " pak Chandra melepas cincin yang juga terselip di jari manisnya
" Kenapa di lepas "
__ADS_1
" Bukankah kamu juga tidak punya cincin itu "
" Kenapa " Aku menangis
" Karena tidak ada pasangannya " ucap pak Chandra sambil melepas cincin itu tanpa berpikir bahwa itu membuatku semakin bersalah.
Aku masuk ke kamar ku meninggal kan pak Chandra dan air mataku masih berlinangan di pipiku
Kenapa kamu sangat ceroboh Rari kenapa kamu lepas cincin pertunangan mu lihatlah pak Chandra marah padamu dan bagaimana bisa kamu menjaga semuanya sementara cincin pertunangan saja kamu tidak bisa menjaganya harusnya kamu lebih hati-hati kamu tahu kan Rari cincin itu sangat berharga dan cincin itu memiliki arti sebuah hubungan yang sangat serius kamu benar-benar ceroboh Rari lihatlah Ri pak Chandra marah padamu dan kamu telah mengecewakan pak Chandra Ri, kamu harus mencari cincin itu dan mendapatkan cincin itu kembali
Aku marah pada diriku sendiri dengan air mata di pipiku aku tidak bisa memaafkan diriku apa lagi pak Chandra tadi terlihat sangat marah karena aku tidak bisa menjaga cincin itu. Aku keluar dan mencari cincin itu di tepi pantai mesti angin menggodaku dengan tiupan nya yang dingin aku tidak peduli aku harus menemukan cincin itu.
" Cari apa nak malam-malam seperti ini " tanya seorang nelayan yang baru saja mendaratkan kapal nya
" Saya mencari cincin saya yang jatuh disini " terang ku pada nelayan tua itu
" Cincin "
" Iya pak cincin saya jatuh sehingga tunangan saya marah pada saya "
" Sulit untuk mencarinya mungkin sudah tersapu ombak lebih baik minta maaf dan pulang lah ini sudah malam angin malam tidak bagus untuk mu nak pulanglah "
" Terimakasih atas perhatian nya pak tapi saya harus menemukan cincin saya itu "
" Cepatlah pulang nak air laut akan naik sebentar lagi kamu bisa tenggelam "
" Iya pak terimakasih saya akan mencarinya sebentar lagi "
" Permisi nak semoga kamu menemukan apa yang kamu cari " nelayan itu pergi meninggalkanku
Air laut mulai naik benar kata nelayan itu tapi aku harus menemukan cincin itu aku tidak ingin pak Chandra marah pada ku apa lagi tadi pak Chandra benar-benar marah sampai pak Chandra mengatakan bahwa cincin saja aku tidak bisa menjaganya apa lagi hubungan kami aku merasa sangat bersalah dan kenapa pak Chandra bisa melepas cincin di jari manis seharusnya itu tidak perlu pak Chandra lalukan.
" Rari apa yang apa kamu lakukan " Pak Chandra memanggilku dari belakang
" Rari harus mendapatkan cincin itu "
" Hentikan apa kamu tidak lihat ini sudah malam "
" Bapak yang bilang kan cincin saja Rari tidak bisa menjaganya apa lagi hubungan kita dan bapak juga melepas cincin bapak bukan jadi Rari harus menemukan cincin itu " dengan penuh air mata aku mengatakan
" Berdiri Ri hentikan " Menarik tanganku
" Tidak ! " Teriak ku sambil mehentakan tanganku yang di tarik pak Chandra
" Kenapa kamu keras kelapa "
" Karena cincin itu sangat penting "
" Kita bisa membuat yang baru "
" Tidak, lepaskan Rari harus mendapatkan cincin itu "
Pak Chandra mengakatku dengan paksa dan menggendongku pergi dari tepi pantai.
" Turunkan pak Chandra "
__ADS_1
" Apa kita harus pulang kerumah malam ini juga " Kalimat pak Chandra membuatku tidak bisa bicara lagi sepertinya pak Chandra akan serius jika aku membantahnya