
" Pak Chandra apa bapak tidak akan menyesal nantinya menikah dengan Rari " tanyaku pada pak Chandra namun pertanyaan ku itu di sambut dengan pelukan pak Chandra entah apa maksudnya
" Kenapa bapak memelukku apa bapak tidak bisa menjawab nya dulu "
" Haha kamu ini Ri, apa perlu guru tampan mu ini menjawab seperti nya seluruh alam sudah memberikan jawaban itu " muka menggemaskan
" Hentikan itu jawab saja pak "
" Baiklah, tidak akan ada penyesalan apapun Ri karena hal terbesar dalam hidup bapak hanyalah kamu dan untuk itu kita harus menikah "
" baiklah " aku tersenyum melingkarkan kedua tanganku ke leher pak Chandra, dari mana datangnya keberanian ku yang melingkar kan tangan lebih dulu.
" Kau sangat manis " mencubit pipiku
Sore temaram itu aku berjalan bergandengan dengan pak Chandra menyusuri jalan raya, dunia seakan milik kami berdua sampai hampir menabrak gerobak siomay pedagang kami lima
" Hati dong neng jalan nya " penjual siomay
" Maaf pak tidak sengaja " aku minta maaf sambil tersenyum
" Dasar anak muda di mabuk cinta sampai nabrak gerobak yang sudah ada sejak zaman kemerdekaan " penjual siomay itu menggaruk kepalanya sementara pak Chandra cengar-cengir seperti kuda
" Maaf pak maaf " ucap pak Chandra
" Beli dulu siomay nya " selalu saja ada akal pintar penjual agar jualannya dibeli orang
__ADS_1
" Baik pak kami pesan dua ya pak yang satunya jangan pedas dan satunya lagi banyakin cabe nya " pesan pak Chandra
" Cabe mahal " sangat menyebalkan penjual siomay yang satu ini.
" Ya sudah yang sedang-sedang saja " pak Chandra terlihat pasrah, aku pun cekikikan melihat pak Chandra dengan muka yang pasrah nya mirip dengan bayi kehilangan ibunya.
Siomay sudah siap di santap pak Chandra masih merasa kurang iklas dengan takaran saos cabe yang hanya pas-pasan
" Kenapa pak Chandra " tanyaku ingin mengejek
" Siomay nya kurang mantul kurang cabe "
" Coba dulu " sahut penjual siomay yang ikut nimbrung sehingga aku merasa sedikit lucu dengan penjual siomay itu mungkin hanya ada satu dari sekian banyak penjual siomay di Indonesia seunik dan seaneh bapak yang satu ini.
" Huuuh pedas " pak Chandra mengambil air putih
"Haha kamu ini anak muda " penjual siomay separuh baya itu tertawa.
" Bapak ini sengaja ya, mengapa sangat pedas pak " pak Chandra menuang air putih kedalam cangkirnya
" Kamu ini, saos cabe ini memang sangat pedas makanya bapak katakan tadi cabe mahal agar kau minta sedikit saja jika banyak mencret-mencret kamu "
" Iya pak "
" Melihat kalian ini teringat masa muda dulu sampai lupa segala hal hanya karena cinta sampai tiang listrik pun di tabrak "
__ADS_1
" Itu lebih parah pak " ucap pak Chandra
" Iya memang ketika jatuh cinta dunia seakan milik berdua "
" Nama bapak siapa " tanyaku
" Panggil saja pak Daryo " memperkenalkan diri
" Oh pak Daryo, saya Chandra pak dan ini Rari calon istri saya "
" Sudah mau menikah rupanya, nikah muda "
" Iya pak do'ain langgeng ya pak "
" Iya, kau jaga calon istri mu yang cantik ini dengan baik-baik "
" Sudah pasti " ucap pak Chandra
" Istri pak Daryo di mana "
" Sudah lama meninggal "
" Oh maafkan saya pak "
" Tidak apa " pak Daryo tersenyum sambil menuangkan air putih ke gelas
__ADS_1