
Pagi dengan hujan turun mengundang aku tidak mungkin kesekolah naik sepeda apa lagi naik motor karena bisa saja asmaku kambuh jadi pagi ini ibuku sudah siap sedia menungguku dimeja makan untuk sarapan dan langsung memaikanku jaket tebal untuk melindungi ku dari dinginnya hujan yang ada diluar
" Rari cepat sarapan nanti kaka iparmu yang mengantarmu sekolah naik mobil "
" baik bu "
" ibu boleh Rari minta buah jeruk itu "
" maafkan ibu sayang jeruk tidak boleh untukmu apa lagi diluar hujan "
" sedikit "
Ka Ari turun dari kamarnya sambil merapikan dasinya
" anak bandel ibu bilang tidak boleh ya tidak boleh apa kau mau sakit hanya karena jeruk lihatlah diluar hujan kau mau makan jeruk sekalian saja kau main hujan diluar sana "
" ka Ari jahat "
" baru tau aku jahat " meledek
" ka Lia belain "
" besok saja jeruk nya "
" ayah "
" sudah pilih buah lainnya saja "
" aaah "
Aku menyerah tidak ada yang membelaku inilah yang paling menyakitkan dalam soal makanan karena kondisiku tidak memungkinkan untuk makan buah yang asam-asam ketika hujan turun.
" Assalamualaikum semuanya Rari sekolah dulu " aku mencium satu persatu tangan orang yang ada di rumah dan sudah menjadi kebiasaan
" Hati-hati dijalan jangan nakal disekolah "
" baik komandan " aku memberi hormat pada ka Lia kami memang sangat dekat
Mobil melaju dengan cepat hanya butuh 15 menit aku sampai sekolahku dan diantar iparku ke kelas menggunakan payung
" jangan keluar kelas ya Ri diluar masih hujan dan dingin payung nya kaka bawa "
" iya ka "
Semua orang sepertinya sangat mengkhawatirkan ku ketika hujan dan sangat takut jika aku kedinginan iya aku tahu itu semua karena mereka sayang aku padahal aku sangat tidak ingin diperlakukan berlebihan hanya karena asma ku ini.
Aku teringat akan janji dengan pak Chandra kami akan bertemu diruang kesenian aku menuju ruang kesenian meski masih ada rintik hujan yang berjatuhan.
Dengan hati yang lebih tenang dengan harapan pak Chandra pasti tidak marah lagi padaku dan pasti sudah paham dengan kejadian beberapa hari sebelumnya
__ADS_1
" Pak Chandra " hatiku seketika rasanya sangat sakit atas pemandangan yang baru saja kulihat ada dua orang yang aku kenal bersama dalam satu ruangan yang bibirnya saling menyatu antara pak Chandra dan Nata
" Rari tunggu " Pak Chandra mencoba mengejar ku yang sudah berbalik kearah pintu dan berlari diantara rintik hujan yang mulai lebat dan hujannya semakin deras yang seketika menyembunyikan air mataku
" Rari tunggu " teriak pak Chandra yang berusaha mengejar ku namun aku tetap berlari diantara derasnya hujan.
Tanganku digenggam pak Chandra sehingga aku terdiam dan berdiri tanpa melihat pak Chandra
" dengar tadi hanya salah paham "
" lanjutkan saja apa yang ingin kalian lakukan "
" Ri itu bukan bapak yang menginginkannya "
" Nata begitukah tapi kenapa bapak menerima dan diam saja menjijikan "
" coba kamu tenang dulu bapak jelaskan "
" menjelaskan apa semuanya sudah jelas "
" dengar dulu "
" lepaskan "
" Ri "
Kini seragam sekolahku sudah basah kuyup aku menangis tanpa suara rasanya sangat sakit dan teramat sakit aku pikir tadinya aku dan pak Chandra akan baikan tapi mengapa semua terjadi diluar dugaan rasa dingin yang memeluk diriku sampai tak terasa.
" Rari " Agra memanggilku yang sedang berjalan diantara hujan
" kenapa " tanya Agra lagi
" Kenapa kamu menangis apa yang terjadi " sedikit menggoncang tubuhku dibawah hujan
" siapa yang membuatmu menangis "
Ternyata pak Chandra masih mengejar ku dan Agra langsung menyusul Chandra
" apa anda yang membuat Rari menangis "
" biar saya jelaskan "
Belum sempat pak Chandra bicara pukulan sudah mendarat di pipi pak Chandra aku yang melihatnya hanya bisa diam
" itu pukulan pantas kau dapatkan karena membuat Rari menangis "
" Rari dengar dulu penjelasan bapak "
Agra langsung menarik tanganku untuk masuk ke mobil nya dan langsung melaju kencang
__ADS_1
" kita kerumahmu "
" jangan nanti ibuku marah melihatku basah kuyup "
" baiklah kita cari baju ganti "
Aku menganggukkan kepalaku isyarat setuju dengan Agra
" lepaslah seragam sekolahmu pasti dinginkan ini kau pakai jaketku "
" tidak mau "
" aku akan keluar saat kau ganti "
Agra keluar dari mobilnya dan berteduh dibawah payung semantara aku didalam mobil melepas seragam sekolahku yang sudah basah kuyup
" Agra sudah "
" kita lanjut cari baju ganti "
Sampainya di salah satu butik yang cukup besar aku turun bersama Agra mengenakan jaket dan rok basah
" masuklah "
Agra menarik tanganku yang terhenti didepan pintu butik karena aku pakaianku basah
" sudahlah masuk saja tidak apa "
Aku mengikuti langkah Agra berjalan disampingnya sehingga tidak kusadari Agra menggenggam tanganku
" ambilkan baju untuk nona ini " Agra memanggil salah satu karyawan seperti nya Agra sudah terbiasa dengan butik ini
" sepertinya ini cocok untuk nona "
" pakailah, ruang ganti baju ada disana " Agra menunjuk kearah samping kiri.
Aku langsung berjalan kearah ruang ganti baju dan langsung mengganti bajuku
" Kau sangat cantik " Agra memujiku
" terimakasih ucapku "
Datang seorang wanita cantik yang matanya mirip sekali dengan Agra
" Ini Rari ya "
" iya tante maaf tante siapa "
" tante mama nya Agra, Agra banyak cerita tentang kamu tadi Agra bilang dia mau main ke butik bersama kamu tante sangat senang "
__ADS_1