Love For My Teacher

Love For My Teacher
Menolong Korban Kecelakaan


__ADS_3

Pak Chandra selalu saja telat menjemput ku, apa aku harus menghukum nya.


Tapi, jika aku menghukum nya apakah aku akan menjadi murid kurang ajar, tunggu dulu aku kan bukan muridnya lagi tapi aku istrinya.


Baiklah, aku akan menghukum suamiku itu, dia harus membayar ini semua karena selalu membuatku menunggu lama.


Aku berdiri tepat di pinggir jalan, aku berpikir akan pulang menggunakan taksi karena sudah lebih setengah jam pak Chandra belum juga datang menjemput ku.


Bruk... tepat di depanku kecelakaan mobil terjadi, mataku terbelalak dan sangat syok.



Tolong...tolong... teriak ku, orang-orang berdatangan turut ikut menolong.


Di dalam itu terdapat seorang wanita cantik, meski wajahnya berlumuran darah namun masih bisa di lihat bahwa wanita itu sangat cantik.


" Cepat telpon ambulan " meminta seseorang untuk menelpon ambulan.


Ini bukan untuk pertama kalinya aku menemui korban kecelakaan, untuk yang pertama kalinya saat aku sedang liburan bersama pak Chandra, tapi untuk yang kedua kali ini aku benar-benar merasa panik karena ini merupakan kecelakaan beruntun.


Aku melakukan memeriksa pernapasan nya untuk memastikan wanita tersebut bernapas dengan benar. Astaga napasnya sulit aku rasakan dan detak jantungnya pun melemah, aku memberikan napas buatan untuk wanita itu dengan modal yang aku pelajari dalam menolong korban kecelakaan pada lalu lintas


Baik, aku metakkan tangan ku secara ringan di dahi wanita itu namun sedikit aku miringkan kepala nya dengan lembut agar tidak ada kesalahan, perlahan aku angkat dagu dengan nya dengan dua jariku yang sedikit menggetar.


Tidak lupa juga aku memastikan dada wanita itu untuk melihat apakah gerakannya naik turun atau tidak.


Wanita itu tidak bernapas juga, aku harus melakukan tindakan CPR. Aku tahu aku bukan dokter ataupun ahli medis dan aku hanya mahasiswa semester awal tapi aku harus mencoba nya untuk menolong nyawa wanita itu.


Aku bisa sedikit lega ketika wanita itu sedikit bernapas dan ambulan datang beserta tim medis.


Ambulan melaju cepat membawa dua orang korban kecelakaan, aku ikut masuk ke dalam ambulan untuk ikut mengantar wanita yang aku tolong tadi ke rumah sakit.


🏥


Sesampainya di rumah sakit aku sedikit panik karena wanita itu akan di operasi karena ada pendarahan di otaknya.


Semoga saja wanita itu dapat terselamatkan, aku akan ber do'a lebih pada Tuhan jika wanita itu selamat dari ancaman jiwa.

__ADS_1



Aku melihat dokter dam tim nya segera melakukan operasi. Sampai akhirnya aku sadar bahwa aku tidak memberitahu pak Chandra.


Benar saja ada begitu banyak panggilan tak terjawab dari pak Chandra.


Aku menelepon balik pak Chandra.


" Ri, kamu di mana " suara cemas pak Chandra terdengar jelas setelah panggilan ku tersambung.


" Maaf pak, Rari di rumah sakit tadi ada wanita yang kecelakaan jadi Rari harus menolongnya "


" Kamu selalu saja membuat suamimu ini cemas, apa kamu tahu Ri, bapak sangat cemas kamu tidak ada di kampus dan di rumah, jangan lakukan ini lagi Ri "


" Maaf pak sudah membuat mu cemas "


" Tapi kamu baik-baik saja "


" Iya pak "


" Syukurlah, bapak akan ke rumah sakit sekarang "


Tidak lama kemudian dokter keluar dari ruang operasi, aku berharap operasi nya berjalan lancar dan wanita itu dapat tertolong.


" Dokter, bagaimana keadaan wanita itu "


" Operasi nya berjalan lancar, kita tunggu pasien sadar "


" Terimakasih Tuhan kau telah mengabulkan do'a ku "


" Ini juga CPR yang anda lakukan dalam pertolongan pertama pada pasien, itu tindakan yang sangat baik "


" Terimakasih dokter, saya baru belajar "


" Bagus sekali " ucap dokter itu sambil memasukkan stetoskop nya ke dalam saku jas putihnya.


" Rari, apa yang kamu lakukan disini " ucap seorang laki-laki muda dengan jas putih melekat di tubuhnya.

__ADS_1


" Dokter Dion mengenal gadis ini " tanya dokter yang tadi berbicara denganku sebelumnya.


" Saya pasti kenal dengan gadis ini dok, dia mahasiswa kedokteran yang sangat pintar "


" Oh benarkah mengapa anda tidak menceritakan nya nona "


" Dokter tidak bertanya "


" Ayo kita ngobrol di kantin " ajak dokter itu


" Terimakasih dok, tapi saya tidak bisa karena suami saya sebentar lagi akan datang "


" Sudah menikah " merasa tidak yakin karena aku masih sangat muda tapi sudah menikah


" Iya dok, saya menikah muda "


" Baiklah, saya yakin anda akan menjadi dokter hebat nantinya "


Semoga saja perkataan dokter itu akan benar-benar terjadi, meski itu hanya kata-kata yang mirip dengan sanjungan semata.


Pak Chandra datang dengan raut wajah cemas.


" Sayang " pak Chandra memeluk ku


" Pak Chandra maaf kan Rari "


" Aku akan menghukum mu, dasar istri nakal " mencubit hidung ku.


" Eheem "Dion


" Ayo kita pulang sayang " ucap pak Chandra tidak memperdulikan Dion.


" Tunggu pak, Rari ingin melihat wanita yang menjadi korban kecelakaan tadi " ucap ku


" Baiklah, bapak juga ingin melihat nya "


Kami masuk ke dalam ruang rawat.

__ADS_1


" Elen " Dion kaget setengah melihat wanita yang terbaring itu ternyata Elen.


Aku pun tidak kalah kaget ternyata wanita yang aku tolong tadi teryata Elen wanita yang pernah ada di masalalu pak Chandra.


__ADS_2