![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
Holla Guys🤟🏻
✨Happy Reading✨
•
•
Waktu telah menunjukkan pukul 20.00, hampir semua pekerjaan yang menumpuk di atas meja kerjanya sudah ia selesaikan.
Matanya melirik ke arah ponsel yang tergeletak di samping keyboard komputer. Benda kotak itu berdering, menampilkan deretan nomer yang tidak ia kenal.
Tangan Kim terangkat, mengambil ponsel dan mengusap layarnya dengan cepat.
“….”
^^^“Kim.. jam berapa kau pulang malam ini?”^^^
“Sebentar lagi, ada apa?”
^^^“Oh.. tidak ada! Aku sudah memasak untukmu! Cepatlah pulang, jangan bekerja terlalu berat! Itu tidak baik untuk tubuhmu! Mengerti!”^^^
“Hhmm.. aku sudah selesai dan akan segera pulang”
^^^“Baiklah, sampai jumpa dan hati-hati dijalan! Aku menunggumu”^^^
Tut!! Tut! Tut!
Setelah mengatakan kalimat terakhirnya, wanita itu menutup telepunnya dengan cepat.
Kim menatap layar ponselnya, menggerakkan jari dengan lincah untuk mengetik sesuatu dan tersenyum simpul setelahnya, membuat seorang laki-laki yang duduk tak jauh dari meja kerjanya, mengkerutkan dahi sempurna.
“Ar.. kita pulang sekarang!” Titahnya, yang dijawab dengan anggukan kepala oleh sang sekretaris.
•
•
“Ok siap!” Seru Jane setelah menyelesaikan tugas terakhirnya, yaitu menata hidangan yang baru saja matang ke dalam mangkuk.
__ADS_1
Ia meregangkan sejenak tubuhnya yang terasa kaku. Aktivitasnya dalam satu hari ini cukup menguras habis tenaga wanita itu. Dan mari kita lihat seberapa sibuknya seorang Jane hari ini..
Pertama pukul 7.30 am ia harus mengantarkan sarapan ke kantor Kim, tak lupa ia menyuapi lelaki itu untuk memastikan jika makanan yang ia bawa benar-benar dihabiskan.
Pukul 8.00 am, Jane kembali ke mansion guna membersihkan diri, lalu segera bergegas pergi ke butik yang akan diambil alih oleh Kim, memindahkan beberapa barang ke tempat barunya yang berada tak jauh dari sana, bersama para karyawannya. Namun kesibukannya itu hanya berlanjut hingga pukul 11.00 siang, karena ia memilih untuk kembali ke mansion, memasak menu makan siang dan mengantarkannya lagi ke kantor Kim.
Sekitar pukul 14.00 pm, Jane pergi ke salah satu supermarket untuk membeli beberapa barang serta stock makanan. Terakhir, ia kembali ke mansion untuk menata kamarnya bersama Kim, lalu memasak menu makan malam untuk suaminya itu.
Cukup melelahkan bukan menjadi seorang istri?
Namun Jane sangat menikmati semua kegiatan itu, ada rasa senang yang tak pernah ia rasakan selama hidup melajang.
“Selamat malam Khun Jane” sapa Aroon yang baru saja tiba bersama tuannya.
Jane menoleh dengan cepat “ Kim kau sudah pulang?” Seru gadis itu, alih-alih menjawab sapaan sekretaris sang suami.
Kim mengangguk pelan, melangkah menuju meja makan untuk menghampiri wanita yang tengah berlari ke arahnya.
Cup..
Oke, Kim mendapatkan kecupan itu lagi dan laki-laki itu sudah terbiasa. Bahkan ia sudah menyiapkan dirinya untuk kejutan itu.
“Sedikit” jawab Kim singkat, membiarkan wanita itu melakukan apapun yang ia mau tanpa memberikan perlawanan.
“Kalau begitu, bagaimana jika kau pergi mandi terlebih dahulu dan setelah itu kita makan bersama?” ujar Jane mengutarakan idenya dan dijawab dengan anggukan kepala.
Jane tersenyum “bagus! Ayo pergi ke atas!” Gadis itu menggandeng tangan Kim, menuntunnya menuju lantai atas yaitu kamar mereka berdua. Membuat seorang laki-laki yang masih setia berdiri ditempatnya, menatap iri.
“Apakah Khun jane tidak menganggap keberadaanku disini?! Apakah matanya hanya melihat Khun Kim saja, bahkan ia tak menjawab sapaanku?! Malangnya nasibku dan beruntungnya Khun Kim” Gumam Aroon dalam hati, sembari menatap iri kepada pasangan suami istri yang tengah menaiki anak tangga.
•
•
Kim memejamkan matanya, menghirup dalam-dalam aroma wangi yang menyeruak masuk ke dalam Indra penciumannya kala pintu kamarnya dibuka lebar.
“Kau suka dengan aroma ini?” tanya Jane melirik sang suami yang masih terdiam di depan pintu, membuat Kim tersadar.
“Aku menyukainya” jawab Kim, ia kembali melangkah masuk. Menjelajahi ruangan yang sudah ia tinggali selama puluhan tahun itu dan kini terlihat sangat berbeda.
__ADS_1
Tidak lagi warna hitam yang mendominasi, sekarang ada begitu banyak warna dan semua itu berasal dari barang-barang Jane.
“Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu, berendamlah sebentar agar tubuhmu relaks” tangan Jane terlihat sibuk, mengambil sesuatu dari dalam lemari lalu melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Namun tidak lama setelah itu ia keluar dan menghampiri Kim lagi.
“Sudah selesai.. kau bisa mandi sekarang dan pakai piyama ini nanti” pintanya
“Terima kasih” ujar Kim, lalu melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Ceklek!!
Kim membuka pintu kamar mandi, aroma yang begitu menyegarkan menyambutnya dan menuntun untuk masuk lebih dalam. Bathub yang selama ini selalu kosong, kini terisi penuh dengan air serta busa yang terbuat dari bath bombs.
Namun rasa kagumnya terhadap gumpalan busa berbentuk kapas itu tidak berlangsung lama, karena ada sesuatu yang mengalihkan perhatian Kim. Lihat, ada begitu banyak lilin aroma di sisi bathub yang menyala terang, deretan botol dengan isi yang berwarna warni juga terlihat lucu.
Dan apalagi itu, ada dua sikat gigi serta dua skincare yang berbeda, tertata rapi di dalam rak terbuka yang berada di atas wastafel. Bisa ia tebak jika itu adalah milik Jane dan dirinya.
Kim tersenyum dalam diam, ada rasa hangat menghampiri hatinya, melihat ruangan yang terasa mati sejak puluhan tahun lalu, kini terasa begitu hidup.
Hey!! Apakah begini rasanya memiliki ‘Rumah’?
Jika ia, bolehkah Kim memberitahu semua orang bahwa ia sangat menyukai suasana ini. Suasana yang ia inginkan dan rasakan sejak dulu.
Kim menyentuh barang-barang yang diletakkan berdampingan dengan miliknya. Perasaan hangat itu terasa semakin dalam, membuat senyuman lebar yang tak pernah ia tunjukkan sebelumnya, kini terukir jelas di wajah tampan itu.
Tak ingin berlama-lama, Kim menanggalkan semua kain yang menempel pada tubuhnya. Masuk ke dalam lautan busa yang disiapkan Jane dan menenggelamkan setengah dari tubuhnya ke dalam sana.
Matanya terpejam, membiarkan tubuhnya relaks di dalam sana dengan nafas yang teratur. Benar kata Jane, berendam seperti ini cukup membantu dirinya agar terlepas dari rasa lelah setelah bekerja seharian.
“Ingat Kim! Jangan terlalu lama, agar makanannya tidak dingin” seru Jane yang sejak kapan berada di dalam sana.
Tunggu!! Siapa?! Jane?! Telinga Kim tidak salah dengar?! Suara itu?
“Jane!!” Pekik Kim dengan mata yang langsung terbuka lebar karena terkejut.
“Hehehe maaf, aku tidak bermaksud mengintip! Aku lupa memberimu handuk” ujar Jane dengan tersenyum kuda, menampilkan deretan gigi putih miliknya.
Setelah mengatakan kalimat itu dengan wajah santainya, Jane keluar dengan cepat, membiarkan lelaki itu menikmati waktunya didalam sana. Sedangkan Kim, wajahnya terlihat memerah karena kelakuan istrinya itu.
Bersambung…
__ADS_1
*Jangan lupa Like, komen dan Vote**💙💚*