Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 64


__ADS_3

...✨Happy Reading✨...




“Wahhh.. akhirnya aku punya teman pengangguran sekarang!” Jane berteriak senang setelah mendengar cerita Nik. Sedangkan Nik nampak menghela nafas panjang.


“Aku tidak menyangka jika Aroon begitu posesif terhadapmu” imbuhnya dengan raut wajah yang begitu antusias.


“Hah.. dia seperti ini karena melihatku muntah setiap pagi, maka dari itu dia memintaku untuk berhenti bekerja.. padahal aku masih senang bekerja” keluhnya lagi. Ia hanya bisa pasrah kemarin setelah kalah dalam perdebatan ringan itu.


#FLASHBACK ON


Perdebatan kecil tengah terjadi diantara sepasang kekasih yang sudah tinggal dalam satu atap sejak 5 hari yang lalu. Meskipun ini termasuk ke dalam perdebatan, namun nada suara si pria nampak lembut dan begitu tenang. Sangat berbeda dengan si wanita yang nampak bersikeras dengan keputusannya.


“Nik, aku tahu kamu sangat kuat sayang. Aku tidak pernah menganggapmu lemah sedikit pun. Tapi bisakah aku meminta mu untuk mempercayakan semua hal tentang kebutuhanmu padaku.” Aroon masih menggenggam kedua tangan Nik, sembari mengusapnya dengan lembut.


“……” Nik masih merajuk dan memilih untuk memalingkan wajahnya.


Apakah salah jika ia merasa kesal karena diminta untuk berhenti bekerja?


Nik hanya takut akan merasa bosan nanti jika hanya berdiam diri rumah lalu menunggu Aroon pulang.


“Hey dengarkan aku…” Aroon kini meraih wajah yang begitu memabukkan untuknya, membawa kedua netra itu untuk saling bertemu.


“Kau tahu, aku sudah bekerja selama bertahun-tahun lamanya, uang yang aku dapat juga sangat banyak. Sedangkan selama ini aku tinggal sendiri, sehingga uang yang aku punya tidak pernah habis. Aku memintamu untuk berhenti bekerja agar kau bisa membantuku menghabiskan semua uang itu” imbuh Aroon dengan senyum manis di wajahnya yang tampan, membuat Nik harus berusaha ekstra agar tidak tersenyum balik.


“Bagaimana kalau aku bosan nantinya karena harus tinggal dirumah sendiri dan hanya menunggumu pulang bekerja. Aku terbiasa keluar dan bertemu banyak orang, dan sekarang kau memintaku untuk diam dirumah, aku tidak akan bisa” keluh Nik, tak lupa ia memasang wajah murung agar Aroon merubah keinginannya itu.


“Siapa yang memintamu untuk diam dirumah? Kau bisa pergi berbelanja dengan Khun Jane, atau menonton, atau minum kopi bersama di sebuah kafe. Oh ya, kau bisa bersama Khun Jane di mansion sembari menunggu aku pulang” seolah tak kehabisan ide, Aroon masih berusaha membujuk agar Nik mau berhenti bekerja. Namun dengan catatan tak ingin terlihat terlalu memaksa.


Nik kembali memutar otaknya untuk mencari alasan lain.

__ADS_1


“Hhmm.. aku juga takut akan sesuatu hal..”


“Apa itu, Hhmm” Aroon mencubit gemas pipi Nik yang sengaja di kembungkan.


Aarrgghh, Aroon sangat gemas sekarang dengan wanitanya. Rasanya ia ingin menggigit pipi gempil itu.


“Jika aku tidak bekerja, otomatis aku tidak akan mempunyai uang untuk aku simpan sendiri. Bagaimana jika suatu saat nanti kau tiba-tiba pergi meninggalkanku dan pada akhirnya aku tidak punya apa-apa”


Alasan macam apa ini? Tapi biarlah, ini adalah salah satu cara Nik agar bisa tetap bekerja. Oh bukankah pemikiran seperti ini harus dimiliki oleh wanita pada umumnya.


“Hey, pemikiran macam apa itu?! Tunggu disini..” Aroon tiba-tiba berdiri dan berjalan menuju kamarnya. Nik tentu saja bingung sekaligus khawatir, apakah pria itu marah sekarang?


Nik masih diam ditempat, duduk diatas sofa sembari menggigit kuku jarinya. Hingga pria itu datang dan melangkah ke arahnya dengan beberapa map di tangannya. Aroon belum berbicara apapun sekarang, pria itu duduk di samping Nik dan membuka tuju map biru itu.


“Eeemm.. Aku memiliki 2 hotel di tengah kota, 3 bar yang terletak di provinsi Chiangmai dan 2 villa di pesisir pantai Phuket. Dan semua masih dalam proses perpindahan nama kepemilikan” ujar Aroon, menyerahkan ketuju berkas itu.


Nik tentunya menatap bingung ke arah berkas-berkas itu dan apa ini? Apakah kekasihnya ini tengah menyombongkan diri dan memamerkan kekayaannya?


Dia juga baru tahu jika pria ini ternyata seorang yang kaya raya. Tapi tidak perlu terlalu heran, mengingat dia adalah sekretaris dari seorang Kim, orang terkaya di negaranya.


“Hhmm.. semua itu akan menjadi milikmu Nik” jawab Aroon dengan senyum yang kembali terbit.


Bukan kaget lagi, mulut Nik kini sudah terbuka lebar mendengar jawaban Aroon yang begitu santai.


“Se-semua?” Tanya Nik lagi dengan nada yang terbata-bata.


“Hhmm.. apa kurang? Aku masih punya 3 restaurant lagi jika kau mau..”


Bolehkah Nik berteriak sekarang, kenapa ia baru tahu jika Aroon ternyata seorang pria tampan yang kaya raya. Tahu begitu, dia akan mendekati Aroon sejak dulu.


“Apakah kau punya Apartement?” Nik iseng bertanya lagi


“Ini..” jawab Aroon sembari menunjuk ke seluruh ruangan.

__ADS_1


“Apa maksudnya ini?”


“Yang kita tempati ini tadalah milikku juga dan seluruh unitnya ”


Mulut Nik semakin terbuka lebar, dengan wajah yang tidak percaya.


“Bagaimana dengan Mall?” Tanyanya lagi


“Hhmm belum, apakah kau mau? Aku akan membelikannya”


Tidak! Tidak! Nik hanya bercanda, tapi kenapa pria ini begitu serius.


“Tidak! Aku hanya bercanda” ujar Nik dengan cepat kala pria itu ingin mengambil ponselnya.


“Kenapa sayang? Jika kau mau, aku akan membelikannya untukmu”


Sial, Nik jadi penasaran, berapa banyak gaji kekasihnya ini, hingga bisa membeli semua yang ia mau.


“Tidak! Aku tidak ingin Mall! Aku hanya ingin dirimu” ujar Nik dengan cepat, ia benar-benar takut sekarang jika Aroon akan membeli sebuah Mall.


“Kau bisa memilikiku seutuhnya Nik. Aku akan berpasrah” jawab Aroon, lalu mendekatkan tubuhnya ke arah Nik.


Hah, bagaimana Nik tidak luluh dalam lima hari ini. Diperlakukan dengan manis dan begitu lembut, membuat tembok pertahanan yang dibangun Nik dengan sekuat tenaga akhirnya roboh tak bersisa. Bukan hanya itu, ternyata Aroon memiliki sisi yang sangat hangat, meskipun diluar sana ia terlihat begitu dingin. Sikapnya juga dewasa, meskipun Nik sering kali bertingkah kekanak-kanakan, Aroon tidak pernah sekalipun berkata kasar maupun marah. Pria itu akan senantiasa menasehati dengan nada bicaranya yang lembut dan mudah dimengerti.


“Jadi, maukah kau membantuku menghabiskan semua uang ini? Karena jika kau bekerja juga, uangku tidak akan habis-habis.” Tanya Aroon sekali lagi yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Nik.


“Jangan sampai kau menyesal dengan keputusanmu ini Mr. Aroon, karena wanita ini akan menguras hartamu.. hahaha” ujar Nik, dengan nada bicara yang menirukan suara penyihir di cerita kartun anak-anak.


“Habiskan jika kau mampu nona” Balas Aroon yang ikut mengubah nada suara sama persis seperti Nik. Membuat keduanya tertawa bersama.


#FLASHBACK OFF


Bersambung…

__ADS_1


JANGAN MACAM-MACAM KALIAN YA SAMA AROON, ENTAR DI TABOK UANG TAHU RASA🤭


__ADS_2