Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 43


__ADS_3

...Holla guys🤟🏻...


...Kangen gak sih?...


...sorry karena ngilang lama banget....


...seperti biasa, kerjaan utama aku lagi krodit banget dan bener-bener bikin capek banget pas Pulker. Makanya gak sempet buat sekedar nulis (idenya tiba-tiba hilang)....


...*Tapi, kalian tenang aja, cerita ini gak bakal putus ditengah jalan. Pasti bakal aku selesain sesuai dengan alur yang sudah aku tetapkan dari awal. Cuma mungkin Gk bisa rajin update**😁*...


aku mau ucapin terima kasih buat kalian yang masih setia nunggu, dan maaf untuk keterlambatannya😉


Love you bestie🤟🏻


✨Happy Reading✨


•


•


^^^“Kau tidak perlu merebut semua klien Kim, cukup beberapa Klien yang penting saja. Kau buat dia sibuk dengan urusan diperusahaannya dan aku akan mengambil alih sisanya.” Titah seseorang dari sebrang sana melalui sambungan telepun.^^^


“Kau tenang saja, langkah pertamaku sudah berhasil. Aku sudah merebut salah satu calon kliennya yang cukup berpotensial.” Ujar Andra dengan senyum bangga.


^^^“Bagus! Buat dia sesibuk mungkin dengan urusan perusahaan. Selanjutnya aku yang akan mengusik bisnisnya yang lain dan terakhir aku akan menggunakan kelemahan terbesar bajingan itu untuk mengalahkannya” balas seseorang itu ^^^


“Sesuai keinginanmu. Aku akan mengikuti semua rencanamu, karena tujuan kita sama yaitu membuat bajingan itu bertekuk lutut dihadapan kita” Andra tersenyum senang dengan hati yang tidak sabar untuk menantikan saat itu.


^^^“Aku suka semangatmu! Kau tidak hanya akan melihatnya bertekuk lutut dihadapanmu, tapi kau akan melihat bagaimana bajingan itu tewas didepan matamu sendiri” suara seseorang disebrang sana terdengar tak kalah bersemangat.^^^


“Wwooww terdengar seru! Aku sangat tidak sabar menantikan hari itu datang”


^^^“Jangan terburu-buru, Kim bukan orang yang dengan mudah ditaklukkan. Kita harus berhati-hati dan lebih waspada, agar rencana kita berjalan dengan mulus”^^^


“Hhmm kau benar! Aku akan lebih berhati-hati”


^^^“Kau hanya perlu menjalankan apa yang aku perintahkan! Maka aku pastikan semua akan berjalan dengan baik”^^^


“Baiklah”


Tut!!Tut!!


•

__ADS_1


•


“Bagaimana bisa?” Kim mengalihkan perhatiannya dari dokumen yang ia genggam erat sejak tadi, menatap penuh tanda tanya ke arah sang sekretaris.


“Mereka mengkonfirmasi jika telah mendapat harga yang jauh lebih rendah dibanding harga yang perusahaan kita tawarkan Khun Kim” jelas Aroon sembari menggerakkan jarinya dengan lincah di atas Tab miliknya.


“Kau tahu nama perusahaan itu?” Kim kembali membaca lembaran demi lembaran berkas yang telah ditolak oleh perusahaan besar yang berasal dari negara tetangga.


Seperti yang Aroon katakan, perusahaan besar yang berasal dari negara tetangga itu, menolak proposal yang dikirimkan oleh perusahaan milik Kim. Alasannya cukup menarik, ada perusahaan lain yang menawarkan harga rendah. Itu cukup membuat Kim mengkerutkan dahinya.


“Ar, apakah mereka gila? Mereka menawarkan harga 3 kali lipat lebih murah? Bagaimana bisa? Bukankah ini seperti bunuh diri?” Cerca Kim yang masih terheran-heran.


“Saya masih berusaha menelusuri alasan dibalik semua ini Khun Kim. Mengingat pemilik perusahaan ini adalah seseorang yang sudah bangkrut sebelumnya” Aroon memperbesar layar Tabnya dan memperlihatkan foto seseorang disana.


“Andra? Bagaimana mungkin?” Kim sedikit terkejut melihat sosok dibalik perusahaan yang berani menjatuhkan harga pasarannya.


“Hhmm.. saya masih menyelidiki sumber dari dana yang didapat oleh Khun Andra. Mengingat perusahaannya yang tiba-tiba saja berkembang dengan sangat pesat, setelah mengalami kebangkrutan” imbuh Aroon


Kim mengangguk setuju “Segera laporkan semua hal yang kau ketahui Ar. Firasatku mengatakan akan ada hal buruk setelah ini “ titah Kim.


•


•


Lelaki itu melirik ke arah pergelangan tangannya, waktu telah menunjukkan pukul 10 malam. Kakinya terus melangkah, seiring dengan kedua matanya yang tak henti bergerak mencari sosok sang istri.


Ketika dirinya sampai di ruang tamu, ia menemukan sosok Jane tengah tidur di atas sofa, dengan TV yang masih menyala serta beberapa camilan di atas meja.


Kim bergegas menghampiri sang istri lalu berjongkok tepat dihadapannya. Dipandangi mata yang terpejam dengan bulu mata lentik indah itu, tubuhnya meringkuk dibalut dress berwarna hijau pastel.


“Heii cantik” ujar Kim sembari mengusap lembut wajah sang istri.


“Bagaimana jika kita pergi ke kamar? Badanmu akan sakit jika tidur disini” gumamnya lagi namun sepertinya sang istri sudah tidur dengan lelap. Kim harus memindahkan Jane ke kamar, namun ia tak akan enak hati jika harus menganggu tidur nyenyak wanita itu.


Apakah aku harus memindahkannya?


“Kita ke kamar ya” bisik Kim, lalu meletakkan salah satu tangannya di pinggang sang istri.


Namun begitu tangan kekarnya menyentuh pinggang Jane, tubuh wanita itu tiba-tiba menggeliat.


“Ssttt…” Kim mencoba menenangkan sang istri, lalu kembali meletakkan tangannya di pinggang Jane dengan posisi siap menggendong.


“Eenngghh..” tubuh mungil itu kembali menggeliat dengan mata yang mulai bergerak.

__ADS_1


“Ini aku…suamimu” ujar Kim kala sang istri membuka matanya dan menampilkan ekspresi terkejut.


“Hhmm..Kim..” lirih Jane khas bangun tidur sembari mengusap matanya, sedangkan Kim mendaratkan sebuah kecupan singkat di dahinya.


“Maaf.. ayo pindah ke kamar”


Jane masih terdiam sembari mengerjapkan matanya beberapa kali. Lalu tangannya meraih ponsel yang sejak tadi tergeletak di atas meja.


“Jam 10.. Kau sudah pulang?.. ah maaf, aku ketiduran dan tidak menjawab panggilanmu..”


Kim terdiam, kenapa istrinya meminta maaf? Bukankah seharusnya dia yang mengatakan itu karena pulang terlambat tanpa memberitahu padanya.


“Jane kau tidak marah? Aku tidak memberitahumu jika akan pulang telat hari ini” Tanya Kim sembari memegang kedua tangan halus itu.


“Marah? Kenapa aku harus marah? Tadi setelah selesai memasak aku ingin menghubungimu, tapi entah mengapa aku bisa tertidur disini. Sungguh aku tidak marah, aku hanya merasa khawatir karena kau tak kunjung pulang…” jelas Jane


“Kau baik-baik saja?” Imbuh wanita itu kala sang suami menatapnya dalam diam.


Cup


Alih-alih menjawab pertanyaan sang istri, Kim mencondongkan wajahnya kedepan dan mencium bibir Jane lalu ********** dengan rakus. Kim tidak bisa menahan perasaan bahagia yang tengah ia rasakan saat ini. Bagaimana bisa wanita ini mengkhawatirkan dirinya, sedangkan Kim lah yang tidak memberi kabar. Jika orang lain, mungkin mereka akan bertengkar saat ini.


Jika orang lain berpikir bahwa Jane lah yang beruntung mendapatkan Kim, namun di mata seorang Kim, dirinyalah yang beruntung mendapatkan wanita setulus Jane. Kim bersumpah ia tidak akan pernah membuat wanita ini menangis.


“Hah..Hah..ada apa?” Kim melepas ciuman mereka kala merasakan sang istri mulai kehabisan nafas.


“Aku mencintamu Jane, sangat mencintaimu” Kim meraih tubuh Jane dan memeluknya dengan erat.


“Hey.. aku belum mandi” protes Jane kala sang suami tengah menenggelamkan wajahnya di ceruk lehernya.


“Tidak perlu mandi, ganti baju dan kita istirahat” Kim mengecup bibir merah muda itu sekali lagi.


“Tapi kau belum makan dan aku sudah memasak untukmu”


“Jika begitu kita ubah rencananya, kita makan sebentar, gosok gigi, ganti baju lalu pergi tidur… bagaimana?”


“Ide bagus” Jane mengangguk setuju.


“Mau aku gendong?” Kim menaikkan kedua alisnya dengan kedua tangan yang masih merengkuh pinggang sang istri.


Jane menganggukkan kepala setuju sembari merentangkan kedua tangannya. Kim tersenyum senang dan bergegas membawa tubuh itu kedalam gendongannya. Seperti rencana Kim, mereka makan bersama lalu menggosok gigi, berganti baju lalu tidur bersama.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2