![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
...✨Happy Reading✨...
•
•
“Ternyata kau belum menyerah juga!”
Kim kembali mendekati Andra yang jatuh tersungkur dengan tangan yang sudah terpisah dari tubuhnya. Meninggalkan darah segar yang mengalir deras dan rintihan kesakitan dari empunya.
“Bunuh aku Kim!! Bunuh aku!!” Teriak Andra dengan raut wajah tak berdaya, seolah pasrah jika saja ia benar-benar dibunuh.
“Sudah aku katakan! Kau tidak akan mati semudah itu” Kim berjongkok dihadapan Andra.
“Jane! Apakah tangan pria ini yang melakukannya?” Kim bertanya dan melirik sejenak ke arah sang istri yang senantiasa menutup matanya.
Jane belum menjawab, perlahan ia membuka matanya, melihat kedepan sana.
“Hufftt..” helaan nafas lega terdengar dari bibir Jane, dirinya sedikit merasa lega. Mendapati jika suaminya masih baik-baik saja.
“Jane!!” Panggilan itu membuat Jane tersadar, dengan cepat ia melihat ke arah seorang pria yang tengah tergeletak lemah dengan salah satu tangan yang terputus.
Tunggu, terputus?
Jane tidak salah liat bukan?
“Bukan! Bukan dia orangnya” jawab Jane dengan cepat.
“Hah!! Kau terlambat, aku sudah memotong tangannya lebih dahulu!” Jawab Kim begitu enteng.
Kim kembali mengalihkan atensinya ke arah lelaki yang masih berada tepat di bawahnya.
“Andra!! Saat ini aku ingin berbaik hati padamu! Aku akan memberi penawaran yang sangat bagus!” Seru Kim
“…..”
“Aku tahu jika kau pasti tidak akan mampu berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain! Cukup katakan siapa orang itu dan aku akan melepaskanmu!” Ujar Kim
Andra tersenyum sinis “Bagaimana bisa aku yakin jika kau akan melepaskanmu setelahnya? Kau pikir aku seorang yang bodoh”
“Hah.. kau masih belum mengenalku rupanya, bahkan setelah begitu lama kita berteman”
__ADS_1
KREKK!!
Kim menjatuhkan lututnya tepat di dada Andra, membuat lelaki itu kembali meringis kesakitan.
“A-aku hanya takut kau tidak menepati perkataanmu” ujar Andra.
“Kau tahu sendiri jika aku tidak pernah mengingkari perkataanku bukan?! Jadi sekarang katakan, siapa pengkhianat itu” desak Kim
Andra nampak berpikir sebentar, namun akhirnya ia memutuskan untuk mengatakan yang sebenernya kepada Kim. Jika dia berhasil selamat kali ini, selanjutnya ia bisa kembali menyusun rencana untuk mengalahkan pria ini lagi.
“Baiklah, aku akan mengatakannya….”
Kim tersenyum penuh kemenangan, ternyata begitu mudah untuk memaksa lelaki ini.
“Dia.. orang itu adalah..”
DORRR!!!
Kim terdiam begitu pun dengan Jane. Sebuah peluru melesat dengan cepat, tepat mengenai dahi Andra dan membuatnya meregang nyawa. Kim marah, bukan karena Andra tertembak, tapi karena peluru itu bersarang tepat sebelum Andra menyelesaikan kalimatnya. Dengan cepat Kim berdiri dan membalikkan tubuhnya.
“Korn!! Siapa yang memberi perintah untuk menembak Hah?!” Teriak Kim kala mendapati jika Korn lah yang melakukan hal itu.
KKREKKK!!
DORR!!
“Aakkhhh…”
Satu peluru Albert lepaskan dan mengenai bahu Korn, membuat lelaki itu jatuh tersungkur.
“Dialah pengkhianatnya Kim” seru Albert lagi.
Kim masih terdiam, ia mencoba untuk merespon semua hal yang dikatakan oleh sahabatnya itu.
“Dia adalah Korn Chiangmai, putra tunggal dari Chiangmai, seseorang yang membantai habis keluargamu beberapa tahun silam” jelas Albert, membuat Kim menatap tajam ke arah Korn.
“Aku sudah mengumpulkan semua data dirinya beberapa menit yang lalu. Dari rekaman CCTV yang berhasil aku pulihkan, dialah yang menghancurkan semua kamera di dalam mansionmu. Saat melihat hal itu, aku mencoba untuk mencari data diri tentangnya, meskipun di awal sedikit susah karena mereka mengunci data itu cukup rapat.” Imbuh Albert
Untuk saat ini Kim merasa sangat bodoh dan ceroboh, bagaimana bisa ia begitu lengah membiarkan orang berbahaya seperti Korn masuk ke dalam hidupnya.
“Siapa kau bajingan sialan!! Rencanaku hampir berhasil jika saja kau tidak ikut campur!!” Teriak Korn yang masih tersungkur dengan luka tembak di bahunya.
__ADS_1
“Seharusnya aku sudah membunuh pria bodoh ini sejak awal! Sama seperti yang ayahku lakukan pada ayahnya yang bodoh itu!! Tapi aku terlalu suka bermain-main mengingat betapa bodohnya dia” imbuh Korn yang berhasil menyulut emosi Kim.
Pria itu mendekat ke arah Korn, dengan emosi yang hampir meledak. Dengan gerakan yang cepat, ia mengayuhkan kembali pedangnya dan mendaratkannya tepat di lengan kiri Korn
CRASHH!!
“Aakkhhhh!!!” Korn berteriak kesakitan kala dengan brutal Kim memotong lengannya.
“Kau merasa bangga karena berhasil membodohiku?! Maka aku akan memberikanmu sebuah apresiasi”
CRASSHHH!!
Kim kembali mengangkat pedangnya dan kini beralih ke lengan kanan pria malang itu.
“Aaakhhhh….”
“Ini untuk keluargaku yang dengan tega kalian habisi”
“….”
“Terakhir! Aku akan mengirimmu untuk bertemu dengan ayah tercintamu”
JLEBBB!!
Terakhir, pedang itu berhasil tertancap tepat di dada sebelah kiri Korn. Membuat pria itu akhirnya meregang nyawa.
“Kim!! Cukup!!” Kim tiba-tiba menegang saat mendengar nada bergetar itu, seolah tersadar dengan apa yang baru saja ia lakukan.
Ia membalikkan tubuhnya, melihat wanitanya yang tengah berdiri tepat di belakangnya dengan tubuh gemetar. Bukan hanya Jane yang merasa takut melihat hal itu, Nik yang berdiri tak jauh dari sana pun merasa ngeri hingga tanpa sadar mengenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Aroon.
“Ja-ne.. maaf, kau harus melihat ini” lirih Kim
Jane mencoba untuk melawan rasa takutnya, ia mendekati sang suami dan memeluk tubuh dengan darah segar di sekujur tubuhnya.
“Ti-tidak apa. Aku mengerti” Jane memeluk tubuh itu dan memberi sedikit ketenangan. Namun moment ini tidak berlangsung lama, karena tiba-tiba saja seseorang datang dan berteriak, bahkan ia membawa sebuah pistol.
“AARRGHHH!! KALIAN TIDAK BOLEH BAHAGIA!!”
DOR!!
DOR!!
__ADS_1
Bersambung…