![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
...*Holla guys*🤟🏻...
...*Nih, udah sesuai janji ya.*...
...*Aku update 2 bab, awas gak rame**😁*...
✨Happy Reading✨
•
•
“Ar.. segera jalankan perintahku!” Titah Kim, kala mobil yang ia kendarai berhenti tepat di lobby mansion.
“Baik Khun Kim” jawab Aroon, yang bergegas turun dan melakukan tugasnya.
Tanpa membuang waktu, Kim melangkahkan kakinya dengan panjang, masuk ke dalam mansion dengan wajah datar. Tiga orang maid yang berada dilantai 1, silih berganti menyapa tuannya yang baru tiba, membuat lelaki itu berhenti seketika.
“Kalian bertiga! Tinggalkan mansion ini sekarang dan kembalilah besok siang!” Perintah Kim mutlak, yang dijawab dengan anggukan kepala oleh ketiganya.
Setelah memberi perintah kepada maidnya, Kim kembali melangkah lebih dalam lagi. Ia sedikit berlari, menaiki satu persatu anak tangga, menuju ruangan di atas sana.
Sial, Kim sedikit kesal karena Kim junior semakin tidak terkendali dan membuatnya harus terburu-buru.
CEKLEK!!
Tanpa mengetuk pintu ataupun meminta ijin kepada seseorang di dalam sana, Kim masuk begitu saja. Membuat sosok cantik yang tengah sibuk dengan baju-bajunya, harus terlonjak kaget.
“OOIIII KIM!!” Pekik Jane
Namun belum sempat dirinya mengatur detak jantung karena terkejut dengan kehadiran lelaki itu secara tiba-tiba, kini mata Jane dibuat melotot tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Suaminya itu.
“Hhmm..mmpphh” gumam Jane tertahan, kala dua tangan kekar tengah menangkup wajahnya, dengan benda kenyal yang menempel pada bibirnya, serta lidah yang memaksa masuk ke dalam rongga mulutnya.
Ya, Kim menyerang sang istri tanpa aba-aba apapun. Ia tak memberi waktu bagi istrinya itu untuk sekedar membalas ciuman mereka. Entah setan apa yang merangsuki lelaki itu, Kim mencium Jane dengan begitu sensual.
__ADS_1
“Hheeiiii!!!!” Seseorang berteriak namun suaranya terdengar samar-samar. Dan tak lantas membuat Kim menghentikan aksinya.
“Aakkhh” Didetik berikutnya, Jane memutuskan untuk menggigit pelan bibir sang suami. Selain karena tak diberi waktu untuk menghirup udara, Jane juga ingin mengatakan sesuatu pada suaminya itu.
“Jane, kenapa kau menggigitku?” tanya Kim sembari memegangi bibirnya yang terasa sedikit berdenyut, meskipun tidak sampai terluka.
“Kau yang kenapa?! Tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu, lalu menciumku dengan brutal tanpa permisi..” omel Jane yang merasa sedikit kesal. Bukan karena tindakan Kim yang tiba-tiba menciumnya, tapi karena alasan lain.
“Maaf..” cicitnya, lalu berusaha meraih pinggang ramping Jane dan menariknya sedikit, agar saling menempel satu sama lain.
“Kau yang memancing semua ini Jane” bisik Kim tepat di telinga Jane, membuat wanita itu bergidik ngeri.
“Memancing? Apa maksudmu memancing?” Protes Jane
“Kau sengaja menelpunku untuk memperlihatkan tubuh yang dibalut dengan kain tidak berguna ini bukan?” Tuduh Kim dengan seringai anehnya.
Jane melotot tajam “Ti-tidak.. aku tidak bermaksud seperti itu..aku.. aku memang ingin..”
“Sssttt.. aku tidak menerima alasan apapun saat ini. Kau sudah berani memancingnya, itu berarti kau harus berani bertanggung jawab” ujar Kim, sembari mengarahkan kedua matanya kebawah sana dan diikuti oleh Jane. Wajah Jane sontak merah merona, kala mendapati ada sesuatu yang memaksa keluar dari balik celana kain berwarna abu-abu yang dikenakan oleh sang suami.
Kim kembali mendekatkan wajahnya ke arah telinga Jane, memanfaatkan diamnya sang istri karena keterkejutannya. Dengan jahil, Kim meniup daun telinga Jane, lalu lidahnya menjulur untuk menyentuh area sensitif wanita itu.
Ketika wajahnya sibuk di telinga Jane, kini tangan Kim mulai ikut bergerak. Menyeruak masuk ke dalam baju tipis yang digunakan oleh wanita itu dan mengelus punggung mulusnya dengan gerakan sensual.
“Sshhh…” desis Jane, ketika hawa panas serta benda kenyal itu berpindah tempat untuk menyusuri leher jenjangnya. Kim menyesap serta memberi gigitan-gigitan kecil disana, membuat Jane benar-benar hilang kendali atas dirinya sendiri.
Kim memanfaatkan kesempatan itu untuk membuka jas yang sedikit menganggu pergerakannya. Tak lupa ia menarik dasi berwarna biru navy itu dan melemparkannya ke sembarang arah.
“Jjaaaannneeeee!!!” Lagi, suara teriakan namun sangat samar, menganggu Kim. Dan kali ini bukan hanya Kim, Jane juga mendengar suara itu, hingga membuatnya tersadar dan segera mendorong tubuh sang suami.
“What’s happen?” Pekik Kim
Jane menutup wajahnya dengan kedua tangannya, membuat lelaki itu mengerutkan dahi bingung.
“Ada Nik” gumam Jane yang masih bisa didengar dengan jelas oleh Kim.
__ADS_1
Kim semakin mengerutkan dahinya, kedua matanya tengah mencari keberadaan seseorang yang disebut namanya oleh sang istri.
“Dimana? Aku tidak melihatnya?” Tanya Kim yang memang tidak menemukan siapapun disana.
Jane tidak menjawab, namun jarinya menunjuk ke arah ranjang. Kim mengikuti arah jari telunjuk Jane dan menemukan sesuatu diatas seprai putih itu.
Kim menghela nafas, berusaha agar tetap terlihat cool meskipun dia sangat ingin melempar wajahnya saat ini.
Ya, istrinya ternyata tengah melakukan panggilan video bersama Nik. Dan bodohnya, Kim tidak menyadari itu. Dengan sisa kepercayaan diri yang tinggi, Kim menghampiri ponsel itu dan mengangkatnya perlahan
“Nik….”belum sempat Kim mengucapkan sepatah katapun, Nik tiba-tiba memotongnya dengan cepat.
“AARRGGHH KALIAN MENODAI MATAKU YANG SUCI INI!! TIDAK BISAKAH KALIAN MENGHARGAI KEBERADAANKU HAH??!! TERUTAMA KAU KHUN KIM!!” Teriak Nik dengan wajah kesal setengah mati.
Bagaimana tidak, ia secara tidak langsung harus melihat adegan dewasa, yang berhasil menodai matanya dan membuat jiwa jomblonya meronta.
“Kenapa kau tidak putuskan saja panggilanmu, kenapa kau menyalahkan kami. Artinya itu memang kemauanmu sendiri, bukan salah kami berdua” balas Kim dengan wajah datarnya, membuat Nik emosi.
“Kauuu!!…”
“Ssstt.. berhenti berteriak. Aku hanya ingin memberi tahumu jika Jane tidak akan kemana-mana hari ini. Pertemuan kalian batal dan Sebagai gantinya, aku mengirimkan seseorang untik menemanimu” ujar Kim lalu menutup panggilan itu dengan cepat, sebelum wanita yang ada di layar itu kembali melayangkan protes.
Kim meletakkan ponse itu ke atas meja dan kembali menghampiri sang istri yang masih setia menutup wajahnya.
“Sudah aku tangani, sekarang bukalah” ujar Kim yang kembali mendaratkan tangannya di pinggang sang istri.
“Oouuhh aku sangat malu kali ini. Nik pasti melihat semuanya” cicit Jane
“Maaf karena membuatmu malu. Aku tidak tahu jika kau sedang menelpun dan masuk begitu saja tanpa meminta ijin terlebih dahulu.Aku rasa Nik akan mengerti, Kita suami istri dan itu adalah hal yang wajah. Aku berjanji, lain kali akan lebih berhati-hati” Kim berusaha menenangkan istrinya kembali.
“Sekarang, lebih baik kita lanjutkan kegiatan tadi yang tertunda” bisik Kim, lalu mengangkat tubuh sang istri, bak menggendong bayi koala.
“Kim!” Pekik Jane sedikit terkejut.
“Maaf..” ujar Kim dengan senyum manis diwajahnya.
__ADS_1
“Hhmm..” jawab Jane bergumam sembari menganggukkan kepala kecil.
Bersambung….