Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 42


__ADS_3

...Holla guys🤟🏻...


...Gak ada yang nyariin deh perasaan😢...


✨Happy Reading✨


•


•


BRAK!


Aroon menutup pintu mobilnya dengan menggunakan satu kakinya. Pria itu cukup kesusahan kali ini karena kedua tangannya ia gunakan untuk menggendong seorang wanita, ala bridal style.


Ya, beberapa saat yang lalu, Aroon merasa bingung hendak membawa Nik yang tengah mabuk pulang kemana. Ia tak mungkin mengantar Nik pulang dengan kondisi seperti ini, sehingga mau tidak mau, ia membawanya pulang ke apartemennya sendiri.


Aroon sedikit kesusahan saat akan membuka pintu kamarnya. Meskipun tubuh Nik tidak terlalu berat karena tubuh itu dijaga dengan ketat, mengingat dia adalah seorang model, namun nyatanya wanita itu tak henti bergerak dalam gendongan Aroon. Membuat dirinya cukup kewalahan.


Ggrreepp!!


Aroon meletakkan wanita itu ke atas ranjangnya dengan hati-hati. Ia menggunakan salah satu lututnya untuk bertumpu disisi ranjang agar keseimbangannya tetap terjaga. Namun sesuatu yang ia takutkan terjadi, wanita itu menahan tubuhnya dengan melingkarkan kedua tangannya di leher Aroon. Membuat laki-laki tak bisa berbuat apapun.


“Hey nona lepaskan aku” pinta Aroon dengan wajah yang panik.


Aroon mencoba meraih tangan wanita itu dan melepaskannya secara perlahan dari lehernya.


“Panas..” lirih Nik yang mulai bergerak gelisah ketika Aroon berhasil melepaskan diri.


Tangan lentiknya terlihat melepas satu persatu kancing baju yang ia kenakan, membuat Aroon bergerak cepat untuk mencegahnya.


“Cckk bisakah kau diam!” Ujar Aroon frustasi. Wanita ini sedikit merepotkan, Nik membuatnya uring-uringan.


“Sshhh.. panas..” desis Nik, membuat Aroon meremang saat mendengarnya.


Aroon yang baru saja menyadari jika tangannya berada dititik yang salah, karena bertengger tepat di dada wanita itu untuk menahan tangan Nik, Segera menarik kembali tangannya, namun gagal karena tubuhnya yang tidak seimbang.


“Oouu..” pekik Aroon, kala wajahnya hampir menyentuh wajah wanita itu.


Posisi mereka saat ini cukup membuat suhu tubuh Aroon meningkat drastis. Wajahnya berada begitu dekat dengan Nik, begitu juga dengan tubuh mereka yang sudah menempel sempurna.


Tanpa diduga, kedua tangan Nik bergerak dan mengait dilehernya kembali, lalu menekannya sedikit kuat.


“Kau tahu, jantungku berdetak kencang saat ini..” gumam Nik dengan mempertahankan posisi mereka.

__ADS_1


“…….”


“Bau badanmu sangat mirip dengan seseorang yang aku sukai…”


“…..” Aroon masih terdiam dengan kedua tangan yang bertumpu di atas ranjang, berusaha keras agar tidak menindih tubuh Nik.


“Kau tahu, orang yang aku sukai sangat cuek dan dingin. Hingga aku merasa sangat susah untuk mendekatinya. Aku bertemu dengan banyak sekali lelaki selama ini, namun baru kali ini aku menyukai seseorang saat pertama kali bertemu” Nik masih terus berceloteh dengan matanya yang masih tertutup rapat.


“Si-siapa lelaki itu?” Entah setan apa yang merasuki Aroon, hingga lelaki itu berani bertanya.


Nik tersenyum malu, lalu menarik leher Aroon, membuat jarak mereka semakin dekat.


“Namanya Aroon..” bisik Nik sembari tertawa pelan.


Pernyataan Nik itu sontak membuat tubuh Aroon menegang untuk beberapa saat. Jika Nik mengatakan jantungnya tengah berdetak saat ini, maka itu juga yang dirasakan olehnya.


Aroon yang masih tenggelam dengan pikirannya sendiri, tidak menyadari jika pertahanan tangannya sedikit demi sedikit telah mengendur. Hingga di detik berikutnya tangan kekar itu merosot, membuat bibirnya menempel sempurna di benda kenyal milik Nik.


Mata Aroon memblalak kaget, apa yang terjadi?


Dengan cepat ia ingin menjauhkan wajahnya namun pergerakannya ditahan oleh kedua tangan Nik. Benda kenyal itu bergerak ringan, membuat bibir Aroon ikut terangsang.


“Eeennghhhh…” Nik mendesah lagi, membuat Aroon semakin gila.


“Aarrgghh.. aku tidak bisa menahannya lagi! Kau yang memulainya nona, jadi jangan salahkan aku!!” Gumam Aroon dalam hati.


Ia memulai aksinya dengan ******* bibir berwarna pink muda itu dengan sensual, memasukkan lidahnya kedalam rongga mulut Nik dengan mudah lalu menautkan lidah mereka. Jangan tanya kenapa ia bisa melakukan itu, karena sesungguhnya ia adalah pria dewasa dengan naluri kuat.


“Eenngghh.. ssshhh..” Nik mendesah dengan mata yang masih tertutup rapat kala Aroon melepaskan ciuman di bibirnya dan beralih menjilat leher jenjang milik Nik.


Wah Aroon terdengar pro bukan👏


Aroon semakin dibuat gila dengan suara indah yang dikeluarkan wanita itu. Dengan cepat ia melepas satu persatu kain yang menempel pada tubuh bagian atasnya dan melemparkannya begitu saja.


Suhu ruangan itu tiba-tiba menjadi panas, hingga membuat tubuhnya dibasahi oleh keringat. Nafas mereka terdengar memburu, seperti saling mengejar satu sama lain.


“Sial!! Siapapun jangan hentikan aku” teriak Aroon dalam hati, merasa frustasi kala matanya melihat pemandangan indah didepan matanya.


Tubuh dengan lekuk indah itu terlihat begitu sexy dan membuat Aroon hampir gila. Ditambah dengan kain putih tipis yang sudah dibasahi keringat, membuat setiap inci dari tubuh Nik terekspos sempurna. Tentu saja Aroon tidak bisa menahan diri.


Kegiatan mereka masih berlanjut, Aroon masih setia mengabsen setiap jengkal tubuh Nik.. membuat erangan demi erangan terdengar dari bibir wanita itu. Satu persatu kain yang menempel di tubuh mereka sudah terlempar bebas ke atas lantai.


Selanjutnya sudah tidak dapat di cegah lagi, kegiatan panas yang dilakukan oleh Kim dan Jane, diikuti oleh Aroon dan Nik.

__ADS_1


#FLASHBACK OFF


“Maafkan aku..” ujarAroon yang kini tengah menatap lekat wajah Nik. Dirinya merasa sangat bersalah karena melakukan tindakan diluar batasnya.


Nik mengerjap perlahan, berusaha mencerna ekspresi serta kondisinya saat ini. Nik bukannya tidak tahu jika telah terjadi sesuatu tadi malam, namun ia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi antara dirinya dan lelaki yang menjadi cinta pertamanya.


“Aku benar-benar minta maaf untuk semuanya. Kau boleh meminta apapun dariku sebagai bentuk permintamaafanku” imbuh Aroon lagi, membuat Nik yang sedari tadi terdiam, kini mengerutkan keningnya.


“Maksudmu meminta apapun?” Tanya Nik berusaha memperjelas arti dari kalimat yang diucapkan oleh Aroon.


“Ya.. aku sudah membuat kesalahan dengan tidur denganmu tanpa meminta ijin terlebih dahulu. Kita tidak memiliki hubungan apapun sebelumnya dan aku telah dengan lancang melakukan sesuatu yang seharusnya tidak aku lakukan” jelas Aroon


“Nikahi aku” pinta Nik


“Hah?” Aroon sedikit terkejut


“Ya, kau bilang aku bisa meminta apapun bukan? Maka aku minta padamu untuk menikahiku setelah ini”


“Tidak! Aku tidak bisa! Mintalah yang lain. Barang, rumah, apartement, atau uang.. atau apapun itu selain sebuah komitmen” tolak Aroon dengan gamblang, membuat sorot mata Nik berubah seketika.


PLAK!!


Dengan gerakan yang mantap, tangan Nik mendarat tepat dipipi Aroon dengan hentakan yang cukup keras.


“Kau pikir, kau habis meniduri seorang ******?! Sampai-sampai kau menawariku uang?!” Geram Nik dengan raut wajah marah. Ia tidak percaya jika Aroon akan menilainya dengan cara seperti itu. Apakah semua ini karena profesinya sebagai seorang model?


“Sial, kenapa mulut ini sangat ceroboh” gerutu Aroon dalam hati kala menyadari kesalahannya.


“Jika kau pikir aku hanya wanita yang gila harta dan sengaja menjual diriku untuk mendapatkan semua itu, maka kau salah besar. Aku memang seorang model, namun aku tidak sekotor itu. Aku melakukan pekerjaan dengan cara yang bersih, dari kemampuanku sendiri” imbuh Nik, sembari turun dari ranjang dengan selimut yang masih menggulung tubuhnya dan memungut bajunya yang berserakan di atas lantai.


Nik berjalan menuju sebuah pintu yang terletak di ujung kamar, ia berharap ruangan bisa menjadi tempat untuknya berganti pakaian sebelum meninggalkan tempat itu.


Selang beberapa menit, Nik keluar dari ruangan yang kebetulan adalah kamar mandi milik Aroon. Wajahnya masih terlihat kusut dengan pipi yang sedikit basah. Sepertinya wanita itu tengah menangis.


“Nik, maafkan aku..aku tidak bermaksud merendahkanmu” Aroon meraih tangan Nik yang berjalan dihadapannya. Ia akui jika kalimatnya tadi sangat tidak sopan, tapi percayalah, Aroon tidak bermaksud merendahkan Nik.


“Lepaskan tanganku!!” Geram Nik dengan wajah penuh kekecewaan. Hatinya terasa sakit ketika mengingat semua ucapan lelaki yang menjadi cinta pertamanya itu.


“Aku akan mengantarmu pulang” ujar Aroon, menatap penuh rasa bersalah ke arah Nik.


Nik menghempaskan tangannya dengan kuat “Aku bisa pulang sendiri”


Nik akhirnya pergi dari tempat itu dengan rasa sakit serta air mata yang mengalir deras. Ia tidak masalah jika Aroon tak mau menikahinya, namun bukan berarti semua itu bisa ditukarkan dengan harta kekayaan. Ia tidak butuh semua itu, karena keluarganya sudah mempunyai semua itu bahkan terbilang melebihi.

__ADS_1


Aroon masih terdiam, ia bingung harus berbuat seperti apa.


Bersambung….


__ADS_2