![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
*Holla guys**🤟🏻*
✨Happy Reading✨
•
•
Ruangan tempat bekerja yang seharusnya terlihat rapi, kini hancur berantakan akibat amarah yang menguasai diri sang CEO.
“Aarrrggghh!!! KIM NAN!! Bajingan!!” Teriak Andra dengan api amarah yang berkobar dari sorot matanya yang tajam.
Nafasnya terdengar memburu, dengan dada yang ikut naik turun karena hatinya tengah diselimuti amarah. Bagaimana tidak, hampir semua kliennya menarik habis saham mereka tanpa alasan yang jelas. Dan lebih parahnya lagi, semua perusahaan menolak untuk bekerja sama dengan perusahaannya. Tidak perlu bertanya lagi alasan dibalik semua itu, karena hanya seorang Kim Nan yang mampu melakukan itu semua. Bisa ia tebak juga, semua ini terjadi karena kecerobohannya saat itu.
CEKLEK!!
“Phi, apa yang terjadi?” Pekik Natcha, kala dirinya masuk dan melihat betapa hancurnya ruangan mewah itu.
Andra melirik sang adik, dengan tatapan yang belum berubah sama sekali.
“Ini semua karena teman masa kecilmu itu!!” Jawab Andra sembari mengacak rambutnya frustasi.
Natcha mengerutkan keningnya “ Siapa? Kim?”
“YA!! KIM!! Bajingan itu memaksa semua klienku untuk menarik saham mereka dan mengancam semua perusahaan agar tidak bekerjasama denganku” Teriak Andra marah, membuat Natcha menggeleng kuat.
“Tidak Phi, Kim tidak mungkin melakukan ini padamu” protes Natcha mencoba untuk membela lelaki yang menjadi cinta pertamanya.
“Lalu siapa lagi menurutmu yang mampu melakukan hal semacam ini, HAH?! Hanya dia yang bisa Natcha!! Hanya bajingan itu yang mempunyai kekuasaan untuk itu!!” Jelas Andra yang kembali tersulut emosi.
Natcha masih berusaha untuk tidak percaya, namun apa yang dikatakan oleh sang kakak memang benar adanya. Hanya Kim yang bisa melakukannya dan ia yakin semua itu karena rencana Andra yang gagal.
“Ta-tapi, semua ini tidak akan terjadi jika rencana Phi tidak gagal waktu itu” Lihat, Natcha masih berusaha untuk membela Kim. Membuat Andra menatap tajam ke arahnya dengan raut wajah tidak percaya.
“Nat!! Kau menyalahkanku? Kau menyalahkanku, yang jelas-jelas melakukan semua itu demi dirimu?! Tidak bisakah kau berterima kasih untuk itu, meskipun gagal?!” Andra menggeleng heran.
“……”
“Ingat!! Aku adalah kakak kandungmu dan seharusnya kau lebih membelaku, ketimbang bajingan yang kau cintai itu. Dia tidak pernah menganggapmu Nat, kau harus sadar” imbuhnya
Natcha menutup kedua telinganya, seolah tidak mau mendengar kalimat yang memang benar adanya itu.
“Diam Phi!! Cukup, aku tidak mau mendengar apapun lagi!” Teriak Natcha tidak terima.
“Hahaha.. seharusnya kau sadar Natcha, sampai kapan kau akan terus menghindari kenyataan itu” Andra tertawa pelan sembari berusaha menyadarkan sang adik yang telah tenggelam dengan perasaannya sendiri.
Natcha yang merasa kesal , memilih untuk pergi. Ia bukan kesal karena ditampar dengan fakta yang diucapkan oleh sang kakak, ia kesal karena terlalu mencintai sosok lelaki yang nyatanya memang tidak pernah menganggapnya ada. Ditambah hari ini, Andra kembali menamparnya dengan semua fakta menyakitkan itu.
Andra yang masih di dalam ruangan itu, memilih untuk duduk dan menenangkan diri, serta menatap kepergian sang adik yang perlahan hilang dari balik pintu. Sembari mencari solusi untuk permasalahannya yang mungkin akan begitu berat.
DDRRTTT!!
Benda kotak yang tergeletak sejak tadi diatas lantai, tengah bergetar dan menandakan ada sebuah panggilan yang masuk. Mata Andra melirik sejenak ponsel yang ia letakkan dengan sembarang, dahinya mengkerut ketika melihat deretan nomer tanpa nama di layar itu.
Perlahan Andra bangkit dan meriah ponsel berwarna hitam Dove itu, tangannya bergerak ragu untuk menggeser tanda hijau dilayar ponselnya.
“Hallo”
^^^“Hy Khun Andra”^^^
Andra menjauhkan ponsel itu dari telinganya, suara itu sangat asing ditelinganya.
__ADS_1
“Siapa?”
^^^“Kau tidak perlu tahu aku siapa, tapi aku tahu jika saat ini kau sedang membutuhkan pertolongan”^^^
“Apa maksudmu?”
^^^“Kau baru saja kehilangan semua klienmu dan tidak ada satupun yang mau membantumu bukan? Dan biar aku tebak, ini semua pasti karena Kim Nan!”^^^
“Dari mana kau tahu?”
^^^“Itu tidak penting! Tujuanku menghubungimu untuk menawarkan sebuah bantuan”^^^
“Bantuan?”
^^^“Ya, bantuan! Karena aku yakin tidak akan ada seorang pun yang mau membantumu kali ini. “^^^
“Katakan!!”
^^^“Aku tidak akan mengatakannya melalui sambungan telepun. Jika kau setuju, temui aku di tempat yang sudah aku tentukan”^^^
“Bagaimana bisa aku percaya dengan orang yang jelas-jelas aku tidak tahu siapa!”
^^^“Terserah!! Aku tidak memaksa, karena yang membutuhkan pertolongan adalah dirimu, bukan aku! Aku memberimu waktu untuk berpikir, jika kau setuju datanglah nanti malam dan aku akan mengirimkan alamatnya untukmu”^^^
TUT!!TUT!!
“Hallo!! Hy!! Hy!!”
Sambungan telepun terputus, membuat Andra semakin frustasi. Siapa dia? Darimana dia tahu tentang semua ini? Dan mengapa dia memberi pertolongan?
“Cckk apakah aku harus mempercayainya?” Gumam Andra
•
•
Jane yang tengah asik dengan dramanya, melirik sejenak ke arah sang suami sembari memikirkan pertanyaan Kim.
“Hhmm.. bagaimana jika makanan Korea? Lihat ini, sepertinya sangat enak” Jane memutar layar laptopnya dan memperlihatkan sebuah menu khas Korea yang tengah dinikmati oleh sang aktor.
“Ide bagus, aku akan meminta Aroon untuk memesannya.” Ujar Kim hendak mengambil ponsel miliknya.
“Hhmm..” jawab Jane yang kembali fokus pada dramanya.
“Ar, pesankan menu makanan khas Korea seperti yang ada di drama yang Jane tonton” titah Kim melalui sambungan telepunnya.
^^^“Maaf Khun Kim, makanan yang seperti apa jika boleh tahu?”^^^
*(Dikira Aroon cenayang apa ya🤭)*
“Tunggu..”
Kim menjauhkan ponsel dari telinganya dan kembali menatap Jane.
“Jane, apa nama makananannya?” Kim bertanya pada sang istri.
“Tteokbokki dan Kimbab. oh satu lagi, aku mau ayam goreng Korea” seru Jane dengan penuh semangat.
Kim mengangguk dan kembali menempelkan benda kotak itu.
“Apa kau sudah mendengarnya Ar?”
__ADS_1
^^^“Sudah Khun Kim”^^^
“Hhmm..”
^^^“Khun Kim, bisakah anda datang ke ruang meeting sebentar?”^^^
“Ada masalah serius?”
^^^“Ini mengenai bisnis anda di Los Angeles”^^^
“Baik, aku akan segera kesana”
Kim menutup telepunnya segera, serta tak lupa merapikan beberapa dokumen yang masih berserakan di atas meja. Lelaki itu melangkah untuk menghampiri istrinya.
“Jane, aku harus pergi sebentar. Aku minta kau tetap disini dan jangan pergi kemana pun sampai aku datang” pintanya dengan tatapan mata serius.
“Hhmm.. tidak perlu khawatir, aku akan tetap diam disini menunggu makananku datang” jawabnya dengan senyum manis.
“Jadi, kau lebih mengharapkan makanan itu datang ketimbang diriku?” Tanya Kim yang mulai memperlihatkan mode cemburunya.
Jane sedikit terkejut dengan pertanyaan sang suami, namun selanjutnya ia tertawa pelan lalu meraih wajah tampan yang tengah cemburu itu.
“Kau tidak akan pernah tergantikan, bahkan dengan makanan itu. Kau adalah segala Khun Kim”
Cup!!
Baiklah, Jane rasa kalimat serta ciuman singkat itu bisa meredakan penyakit baru lelaki itu.
“Kenapa hanya satu?” Protes Kim
Oh Ayolah, sejak kapan suaminya itu menjadi sangat manja dan menggemaskan.
“Berapa?”
“5 untuk sekarang dan 10 untuk nanti” Kim tersenyum aneh, namun dapat dimengerti dengan mudah oleh Jane.
“Baiklah, seperti yang anda inginkan Khun Kim”
Cup!!
Satu kecupan mendarat di dahi, lalu beralih ke pipi kiri, selanjutnya di pipi kanan, hidung dan terakhir di bagian yang paling digemari Kim, yaitu bibir.
Namun seperti biasa, jika bibir mereka sudah mulai bersentuhan. Akan sangat sulit bagi seorang Kim jika hanya akan berlangsung dengan singkat. Beruntung Jane sangat hafal dan segera menghentikannya.
“Sshh.. jangan mulai! Kau harus cepat!” Pekik Jane, kala suaminya itu hendak memperdalam ciuman mereka.
“Oh god!! Jika bukan karena mendesak, aku tidak akan melepaskan mu “ gerutu Kim frustasi.
Jane menggeleng pelan “Jika begitu selesaikan pekerjaanmu dengan cepat dan kembalilah! Aku menunggumu” goda Jane, tak lupa ia mengedipkan sebelah matanya.
Kim segera berdiri dan hendak beranjak dari ruangan itu.
“Aku berjanji akan menyelesaikan dengan cepat!” Lelaki itu bergegas pergi, ia harus menyelesaikan semua itu demi cepat demi kelangsungan hidup Kim Junior.
Bersambung..
Sebentar lagi Kim bakal ganti nama jadi, Kim Bucin Ratanaporn.
Bagus gak kira-kira?
Jangan lupa like, komen dan Vote💚💙.
__ADS_1
*Btw, jangan panggil author lagi ya, panggil Bestie aja**😉*