![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
...*Holla guys**🤟🏻*...
...*Yang request Aroon sama Nik, angkat tangannya tinggi-tinggi**🙋♀️*...
...*Second couple akan launcing hari ini**🥳*...
✨Happy Reading✨
•
•
DDRRTTT!!
Suara dering ponsel sudah terdengar hampir 5 kali, namun tak lantas membuat pemiliknya bergeming. Matanya masih senantiasa tertutup rapat, dengan selimut tebal yang senantiasa menggulung tubuhnya.
“Eenngghhh..” seseorang akhirnya merasa terganggu dan mencoba untuk mencari sumber dari kebisingan itu dengan meraba-raba meja kecil di sisi tempat tidurnya.
Dapat!!
Meskipun matanya masih tertutup rapat, namun kemampuannya untuk mencari sumber kebisingan ternyata luar biasa. Dengan mata yang terbuka hanya sedikit, ia gunakan untuk mencari keberadaan tombol warna hijau dan menggesernya perlahan.
“Halo..”
^^^“Ar..”^^^
“Ar? Ar siapa yang kau maksud?” Gumamnya dengan suara serak khas bangun tidur.
Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, ia memutuskan panggilan itu secara sepihak. Dirinya menganggap jika panggilan itu pasti salah sambung.
DDRRTTT!!
Belum sempat ia meletakkannya kembali, benda kotak itu kembali bergetar. Jarinya kembali bergerak untuk menggeser tombol hijau dan menempelkannya kembali di telinganya.
“Hallo..”
^^^“Dimana Aroon?”^^^
“Cckk kau lagi, Aroon? Aroon siapa yang kau maksud?! Aku Kannika dan bukan Aroon!”
^^^“Berikan ponselnya pada Aroon!”^^^
“Kenapa kau menghubungiku? Hubungi saja Aroon langsung! Aku tidak bersamanya!”
^^^“Nik! Ini ponsel Aroon! Cepat berikan padanya!”^^^
“Cckk ini ponsel..k..u..”
Tunggu..,,,
Apa maksudnya ini ponsel, Aroon?
Seketika mata Nik yang sebelumnya terasa berat, kini tengah melotot tajam dan menatap tajam ke layar ponsel itu.
“Khun Kim” gumamnya, membaca nama yang tertera di layar berukuran 6,1 inch itu.
Ia membolak-balikan benda kotak itu untuk memastikan jika benda itu miliknya, tapi ternyata bukan.
__ADS_1
“Tunggu, kenapa ponsel pria dingin itu ada padaku?” Nik kembali bergumam dengan wajah bingung.
“Dan ruangan ini terlihat asing bagiku?” Matanya menyusuri keadaan sekitar ya.
“Eenngghhmmm..” sepertinya suara Nik berhasil membangunkan seseorang lagi yang jelas berada di diruangan yang sama.
DEG!!
Nik tertegun mendengar suara itu, telinganya tidak mungkin salah mendengar bukan. Dengan keberanian yang ada, Nik memutar kepalanya ke arah samping. Diiringi dengan suara detak jantungnya yang berdegup kencang.
Nafas Nik tercekat, jantungnya terasa berhenti berdetak untuk sepersekian detik. Matanya yang tengah melotot tajam kini bertemu dengan mata yang baru saja terbuka.
“AAAAAA!!!” Tanpa bisa ditahan lagi, Nik akhirnya berteriak kencang. Membuat lelaki itu terkejut dan membuka matanya sempurna. Nik bergegas bangkit dari tidurnya, duduk dengan menutup mulut serta mata yang masih melotot tajam.
“HEY! Kenapa kau berteriak!” Pekik lelaki itu yang tak lain adalah Aroon.
“Ar.. kenapa kau disini?!..”
“Tunggu.. bukan!! Maksudku, kenapa aku disini?” Cerca Nik yang belum menyadari sesuatu.
Aroon yang baru sadar sepenuhnya dari tidurnya yang nyenyak itu, ikut tersentak kaget.
“Kau bertanya padaku? Hey! Ini apartemenku nona!” Jawab Aroon kesal yang ikut duduk dan menghadap ke arah wanita itu.
“AAAA!!” Nik kembali berteriak, bukan karena sosok itu lagi, melainkan karena tubuh bagian atas Aroon tak tertutup sehelai benang pun.
“Dasar mesum!! Kenapa kau bertelanjang Hah!!” Omel Nik sembari menutup kedua matanya.
Aroon melirik ke tubuh bagian bawahnya, lalu kembali beralih menatap wanita itu.
“Kau pun sama nona” balas Aroon dengan santai, membuat Nik membuka matanya dengan cepat lalu menunduk.
“Pemandangan indahnya sudah hilang” gumam Aroon dalam hati.
Namun beberapa detik kemudian, Jantung Aroon tiba-tiba berdetak kencang, ketika pecahan-pecahan peristiwa malam tadi menyatu didalam memorinya.
“A-apa yang terjadi?” Tanya Nik dengan raut wajah penuh ke khawatiran. Ia adalah seorang wanita dewasa dan sangat mustahil ia tak mengerti dengan apa yang terjadi sebelumnya. Namun Nik masih berusaha untuk menyangkal fakta yang sudah tertulis dengan jelas.
“Tunggu..Aku akan mencoba untuk mengingatnya ” Aroon terlihat merangkai sesuatu di dalam kepalanya, seolah mengumpulkan serpihan itu menjadi satu.
#FLASHBACK ON
Sudah hampir pukul 12 malam, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda dari tuannya itu untuk memberi perintah. Aroon sangat lelah hari ini, kegiatannya hari ini cukup membuat tenaganya terkuras habis. Ditambah sekarang ini, wanita yang duduk disebelahnya tak henti mengomel dan melayangkan beragam pertanyaan. Membuat kepala Aroon sedikit berdenyut nyeri.
“AHHHAAA!!” Seru Nik kencang setelah diam selama beberapa detik, membuat Aroon terlonjak.
“Aku punya ide…” Nik menatap pria disebelahnya dengan senyum aneh.
“….”
“Bagaimana jika kita pergi ke club dan mencari hiburan sejenak” ujar Nik mengutaran idenya yang terdengar konyol, karena sebelumnya ia tak pernah pergi ketempat seperti itu. Ini hanya akal-akalan Nik, agar lelaki itu mau mengajaknya pulang.
Aroon terlihat berpikir sejenak “Ide yang bagus” tanpa pikir panjang, lelaki itu menyalakan mobilnya dan bersiap untuk melaju.
Nik mendelik sempurna, ia tidak percaya jika Aroon akan setuju, padahal lelaki itu terlihat begitu polos.
👩🦰:Mana ada bawahan mafia polos Nik😒
__ADS_1
“Oh Hey, tunggu dulu..” Nik memegang tangan lelaki itu guna menghentikan niat Aroon.
Aroon menatap Wajah Nik yang terlihat panik.
“Eee.. itu.. kau yakin akan pergi ke tempat itu?” Tanya Nik dengan wajah yang dibuat seolah begitu tenang, namun terlihat jelas raut kepanikan disana.
“Tentu, kenapa aku harus merasa tidak yakin?! Kenapa? Kau takut nona? ” Jawab Aroon, sembari melayangkan tatapan mengejek.
Nik melepaskan genggamannya lalu mengalihkan perhatiannya ke arah depan. Apakah ekspresi wajahnya terlihat jelas?
“Ti-tidak.. kenapa aku harus takut” jawabnya
“Kalau begitu kita pergi sekarang” tanpa basa basi lagi, Aroon melajukan mobilnya menuju Club milik tuannya yang berada tak jauh dari sana.
•
•
03.00 am, King Of Night Club
Seorang wanita sudah terkulai lemas di pelukan lelaki yang juga merasa pusing karena pengaruh minuman alkohol. Sudah 2 jam lamanya mereka berada disana dan berhasil menghambiskan beberapa gelas minuman, hingga akhirnya mereka berdua merasa pusing dan memilih untuk pulang.
Aroon menggendong Nik menuju mobilnya dengan bersusah payah, beruntung Lelaki itu masih memiliki cukup kesadaran saat ini.
“Cckk diamlah nona” pinta Aroon dengan ekspresi wajah kesal karena wanita itu tak kunjung diam.
“Oh Hey.. jangan membukanya!” Pekik Aroon kala tangan lentik Nik berusaha membuka kancing kemejanya.
Sial, apakah semua wanita yang mabuk akan agresif seperti Nik.
Nik tersenyum didalam gendongan Aroon “Aaa kau sangat pelit, aku hanya membantumu agar tidak kepanasan”
Aroon tak menjawab, jika boleh jujur, semua yang dilakukan oleh wanita itu cukup membuat sesuatu dibalik celananya sedikit bereaksi.
Maka dari itu, Aroon memutuskan untuk mempercepat pergerakannya. Aroon meletakkan Nik dikursi penumpang dengan hati-hati.
“Nona, lepaskan tanganmu dari leherku! Bagaimana aku bisa mengemudi jika seperti ini!” Gerutu Aroon.
Ia tidak pernah cerewet sebelumnya, namun wanita ini sungguh membuat kesabarannya habis.
“Kau galak!” Ujar Nik, lalu tanpa diduga ia melakukan sesuatu yang membuat Aroon terdiam.
Cup!!
“Terima kasih” imbuh Nik setelah mendaratkan kecupan singkat di pipi lelaki itu.
“Sial, aku harus cepat!” Gumam Aroon, ia tidak mau sesuatu yang lebih lagi akan terjadi nantinya.
Dengan cepat ia menutup pintu dan masuk ke dalam mobil, lalu melajukannya dengan cepat meninggalkan Club.
Sepanjang perjalanan pun, Aroon dibuat tidak tenang karena suara ******* Nik yang kepanasan cukup membuatnya gila. Gila karena menahan sesuatu yang semakin bereaksi dibawah sana.
“Aarrgghh.. apakah suara ini yang dimaksud oleh Author😫”
Bersambung…
*Ayoloooooohhh Aroon sudah dengar suara gaib itu**🤪*
__ADS_1
*Episode selanjutnya masih dengan kisah Second Couple nih**🥳*
*Yuk kita ghibahin Aroon dan Nik di kolom komentar**🤣*