![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
...✨Happy Reading✨...
•
•
SKYVIEW HOTEL, BANGKOK
Ballroom salah satu hotel terbaik di Bangkok, terasa begitu indah. Kala warna Lilac yang dipadukan dengan putih susu mendominasi di hampir seluruh bagian ruangan.
Mulai dari meja, kursi, hiasan dinding serta aksesoris lainnya dibalut indah dengan warna yang terkesan girly. Wedding Cake serta dessert-dessertnya juga tidak ketinggalan, di dominasi warna lilac bercampur putih.
Bahkan, Wedding Dress serta Taxedo milik mempelai pria juga diharuskan. Membuat pria dengan tubuh kekar serta wajah maskulin itu, tengah frustasi dibuatnya.
“Oohhooo!! Kau sangat tampan dengan tuxedo itu Ar!” Puji Kim, namun berbeda dengan ekspresi wajahnya yang terlihat menahan tawa.
“Cckk apakah tidak ada warna lilac yang sedikit lebih gelap!” Alih-alih meladeni tuannya, Aroon tengah sibuk melayangkan protes ke penata riasnya.
“Pertanyaan macam apa ini” Batin sang penata rias
“Maaf tuan, warna ini sudah di sesuai dengan pilihan nona Nik” jawab sang penata rias dengan sopan.
Pria itu akhirnya memasrahkan diri dan membiarkan beberapa orang merias wajah serta merapikan penampilan.
“Ahahaha!! Diam dan jadilah pria yang baik Ar. Jangan banyak protes karena waktumu tidak banyak lagi” Kim menepuk bahu sang sekretaris lalu beralih keluar dari ruangan itu.
Ditempat lain, suasananya terasa berbeda. Ekspresi ceria serta gemas tersemat di wajah cantik mempelai wanita. Nik tak henti memutar tubuhnya di depan cermin, matanya berbinar menatap gaun indah berwarna lilac yang ia pilih.
“Wahhh!! Gaunmu sangat luar biasa Nik. Aku menyukainya” seru seorang wanita yang baru masuk ke dalam ruangan itu.
“Terima kasih untuk pujiannya Jane.” Balas Nik yang masih setia menatap tubuhnya dari pantulan cermin.
“Selamat malam bibi Milk, paman Somporn. Apa kalian tidak merindukanku?” Jane menghampiri sepasang suami istri yang tengah duduk di sofa dan memeluknya secara bergantian.
“Bagaimana mungkin kami tidak merindukan bocah nakal sepertimu” Milk memeluk Jane erat, lalu mendaratkan kecupan singkat di keningnya
“Maaf karena aku baru menyapa kalian. Kim sangat protektif akhir-akhir ini, aku tidak diijinkan berpergian dengan bebas” keluhnya di pelukan ibu Nik.
“Itu artinya dia suami yang siaga Jane” kali ini ayah Nik berbicara.
__ADS_1
“Hey, kenapa kalian sibuk sendiri Hah?! Bisakah kalian memperhatikan mempelai wanita ini?!” Protes Nik, merasa tidak terima jika harus diabaikan.
Ketiga sontak menoleh dan tergelak setelahnya, melihat ekspresi Nik yang tengah merengut.
“Hahaha.. maaf Nik. Kami tidak mungkin melupakanmu.” Jane berdiri dan menghampiri sahabatnya itu. Mendaratkan kedua tangannya tepat di bahu Nik.
“Selamat untuk pernikahanmu. Aku turut berbahagia dihari spesial mu ini” ujar Jane dengan tulus.
“Hey!! Jangan sampai kau menangis Nik! Kasian para penata rias jika harus mengulang pekerjaan mereka” seru sang ibu kala melihat mata Nik mulai berkaca-kaca.
“Benar kata Ma Nik. Lebih baik kau segera bersiap karena acara akan segera di mulai. Pa akan keluar sebentar untuk menyapa calon menantu Pa” pria tua itu berdiri dan hendak pergi.
“Pa! Sapalah dengan cara yang benar. Ini hari spesial kami, jangan sampai kau memukulinya lagi!” Teriak Nik karena pria itu sudah melenggang pergi.
•
•
Acara yang berlangsung selama 1 jam itu akhirnya selesai. Para tamu yang jumlahnya tidak terlalu banyak itu, kini silih berganti naik ke atas panggung untuk memberi selamat kepada dua mempelai yang tengah berbahagia.
Raut wajah penuh kebahagiaan ketara sangat jelas diwajah keduanya. Saking bahagianya, pria yang biasanya terlihat datar dan dingin itu, kini tersenyum meskipun samar.
Mereka nampak antusias dengan wajah sumringah. Berdiri di barisan depan dan bersiap untuk menangkap bunga.
“Setelah ini pasti akan ada wanita beruntung yang dilamar oleh prianya. Hah, aku membayangkan betapa bahagianya mereka” celetuk jane, membuat Kim menatapnya dengan serius.
“Apakah kau akan merasa senang juga jika diberi bunga itu?” Satu pertanyaan lolos dari bibir Kim.
“Tentu saja....”
“Baiklah tunggu disini” belum sempat Jane menyelesaikan kalimatnya, pria yang menyandang status sebagai suaminya itu sudah berjalan menuju barisan depan. Tepat di antara pria-pria lainnya yang sedang menunggu bouquet bunga. Mereka yang awalnya antusias, kini terlihat tegang kala seorang Kim Nan ikut berbaris diantara mereka. Bahkan beberapa di antaranya terlihat pesimis, karena akan tidak mungkin untuk bersaing dengan pria berpengaruh itu.
Tindakan Kim tentu saja mengundang perhatian para tamu yang hadir, sedangkan Jane terlihat panik sekarang. Sial, dia seharusnya tidak sembarangan dalam berbicara. Jane lupa jika mempunyai suami yang terlewat siaga.
“Ar, bisakah kau melemparkannya padaku?” Teriak Kim, membuat para tamu menahan tawa. Bagaimana bisa Kim memintanya secara gamblang, sedangkan tradisi itu mengharuskan dirinya untuk berebut. Tapi tidak ada yang tidak mungkin bagi seorang Kim Nan.
“Tentu Khun Kim” sesuai permintaan tuannya, Aroon melempar buoquet bunga itu ke arah Kim.
Setelah mendapatkannya, Kim berlari menuju tempat duduk sang istri dan menyerahkannya.
__ADS_1
“Kim, kau tidak boleh melakukan itu lagi.” Omel Jane
“Aku akan melakukan apapun, asalkan kau senang”
“Jangankan bouquet bunga ini, aku bisa memberikan semua yang kau inginkan. Cukup katakan saja padaku, sebisa mungkin akan aku penuhi” ucapnya dengan tulus, membuat Jane terharu dibuatnya.
“Terima kasih. Aku mencintaimu”
“Aku juga mencintaimu, bahkan sangat mencintaimu”
Sepasang suami istri itu akhirnya berpelukan, diiringi riuh tepuk tangan dari para tamu yang hadir.
END
Kira-kira pernikahan Aroon dan Nik kayak gini:
1.Ballroom
2.Wedding Cake
3.Aroon degan jas lilacnya
4.Kannika dengan Dress lilacnya
...Hello guys.....
...Akhirnya aku sampai di episode terakhir dari karyaku yang ke-empat ini. Terima kasih untuk kalian yang selalu setia mendukungku sejak pertama kali karya ini dirilis. Maaf jika ada begitu banyak kekurangan di dalamnya serta ending yang sangat sederhana ini....
*Love you all**😘*
__ADS_1