![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
Holla guys🤟🏻
✨Happy Reading✨
•
•
“Kim.. kau harus memecat beberapa karyawanmu karena mereka tidak bekerja dengan benar! Dan lagi, kenapa orang asing bisa keluar masuk ke dalam perusahaanmu dengan bebas?! Apakah Keamanan perusahaanmu mulai berkurang” Celoteh Natcha yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu, setelah beberapa menit berdiri di luar sana.
Kim tak mengalihkan atensinya sedikit pun dari arah layar komputer. Seakan kehadiran wanita itu tidak penting sama sekali untuk dirinya.
“Duduklah Nat! Aku sedang sibuk!” Jawab Kim acuh, namun perintahnya tetap diikuti oleh wanita itu.
Natcha mengistirahatkan tubuhnya yang terasa pegal, bahkan bokongnya masih terasa sakit karena ulah wanita gila yang ia temui di lantai dasar tadi.
“Apa yang ingin kau ketahui?! Kau tidak akan datang kemari tanpa alasan bukan?!” Imbuh Kim yang begitu tahu sifat Natcha, lebih tepatnya Kim ingin Wanita itu segera pergi dari ruangannya.
Natcha tertegun, apakah dirinya begitu mudah ditebak?
Wanita itu menarik nafas pelan “Apa berita itu benar adanya?” tanya nya dengan raut wajah yang berharap jika lelaki itu akan menjawab ‘tidak’
“Berita apa yang kau maksud? Jangan berbelit-belit!” Jawab Kim
“Kau menikah?” Natcha mencondongkan tubuhnya kedepan, dengan nada bicara penuh harap.
“……”
Baik, lelaki itu terdiam dan itu berarti jawabannya adalah iya.
“Siapa wanita itu Kim?” tanya Natcha lagi.
“…..”
Natcha melemparkan tubuhnya ke sandaran sofa, merasa kesal karena lelaki itu tak kunjung memberinya jawaban.
“Kim.. sepertinya toilet disini bermasalah” seru seorang wanita yang muncul dari arah kamar mandi, membuat Natcha menarik tubuhnya kembali, begitu pun dengan Kim yang langsung menghentikan aktivitasnya.
“Oh heyyy!! Rupanya sedang ada tamu” sapa wanita itu yang tak lain adalah Jane, membuat Natcha mendelik sempurna.
__ADS_1
“KAAUUU!!” Pekik Natcha
“ Hy, kau mengenalku?” tanya Jane dengan wajah mengejek, membuat Natcha kembali emosi.
Ayolah, bagaimana Natcha bisa melupakan gadis yang sudah berani menginjak-injak harga dirinya di depan para karyawan Kim dan mendorongnya hingga jatuh terjerembab.
“KIM!! Kenapa wanita ini ada disini?” tanya Natcha, menatap penuh tanya ke arah Kim.
Jane melirik ke arah suaminya “Kim.. kau mengenal wanita ini?” tanya Jane
“Hhmm.. dia Natcha, teman kecilku” jawab Kim dengan nada lembut.
Natcha melotot tak percaya dengan apa yang ia lihat dan dengar, Kim menjawab pertanyaan wanita itu dengan begitu lembut, namun tak menjawab pertanyaannya satu pun.
“Kim.. siapa wanita ini?” Tanya Natcha dengan nada kesal.
Jane melipat tangannya ke depan dada, menatap wanita angkuh itu dengan sombong “Kau bertanya siapa aku? Biar kuberi tahu! Namaku Jane, dan aku adalah is…” kalimat Jane terpotong.
“Dia istriku! Jane Ratanaporn!” Jawab Kim, melanjutkan kembali kalimat sang istri, membuat jane tertegun dengan senyum tersipu.
Natcha menutup mulutnya yang kini terbuka lebar karena pernyataan lelaki itu. Apa dia tidak salah dengar? Kim yang ia kenal tidak suka berkomitmen dengan siapa pun, tapi kini mengakui jika wanita itu adalah istrinya.
“Jika tidak ada hal lain lagi yang ingin kau tanyakan, lebih baik kau keluar dari ruanganku, karena aku harus segera menyantap sarapanku” ujar Kim, alih-alih menanggapi kalimat Natcha.
Natcha tersenyum getir, apakah lelaki itu baru saja mengusirnya?
“Maaf Khun Natcha, Khun Kim meminta anda untuk keluar!” Seru Aroon, seperti memperjelas kalimat tuannya.
Natcha mengepalkan tangannya kuat, Kim mengusirnya? Laki-laki itu tidak pernah memperlakukannya seperti ini sebelumnya.
Natcha berdiri, meraih tas jinjing yang ia letakkan di atas meja, dan berlalu pergidari ruangan itu dengan hati kesal dan tanpa mengucapkan kalimat apapun lagi. Ia tidak terima penghinaan ini, ia tidak terima.
“Hati-hati Khun Natcha, lantai kami sedikit licin, saya takut anda akan terjatuh lagi” seru Aroon yang langsung mendapat tatapan tajam dari Natcha.
Kakinya melangkah dengan cepat sembari menghentak kesal, meninggalkan gedung besar itu. Ia benar-benar semakin kesal kala melihat tatapan penuh kemenangan dari semua orang yang ia lewati.
“Aku tidak terima penghinaan ini!” Geram Natcha yang sudah berada di dalam mobil miliknya.
Tangannya bergerak lincah, merogoh sesuatu dari tas kecil berwarna pink itu dan meraih benda kotak didalam sana.
__ADS_1
“Aku membutuhkan bantuanmu” pinta Natcha melalui sambungan telepunnya.
Mari kita tinggalkan Natcha yang sedang kesal dan beralih ke pasangan yang tengah kasmaran.
Di dalam ruangan tadi, sepasang suami istri tengah merangkai suasana yang nyaman dengan semangkuk bubur kesukaan Kim.
“Bagaimana bisa kau berteman dengan gadis aneh itu” seru Jane dengan tangan yang tak henti menyuapkan bubur demi bubur ke dalam mulut Kim.
“Kami sudah saling mengenal sejak kecil, ayahku dan ayahnya adalah pathner bisnis” jelas Kim, berusaha mengunyah bubur itu dengan cepat.
“Dan kenapa kau bisa mengenal Natcha?” Kini Kim berbalik bertanya.
Jane tertawa kecil saat mengingat kejadian beberapa menit yang lalu, ketika dirinya memberi pelajaran kepada gadis sombong itu.
“Kami tidak sengaja bertemu di lift, saat aku ingin masuk, ia terlihat marah dan memintaku keluar dari sana. Namun aku menolak dan semakin membuatnya marah. Dia ingin memukulku, namun tidak semudah itu” jawab Jane masih dengan senyum bangga diwajahnya.
Kim menghentikan gerakannya mengunyah, matanya kini menatap aneh ke arah Jane, membuat gadis itu mengerutkan dahi.
“Dia menyentuhmu?” tanya Kim dengan nada serius
“Hampir, tapi tidak bisa, karena aku dapat membaca pergerakan tangannya dengan mudah” jawab Jane
“Kau tidak sedang berbohong bukan?”
“Aku berkata jujur! Memangnya kenapa jika ia menyentuhku?” tanya Jane iseng.
“Maka dia harus siap kehilangan tangannya!” Ujar Kim dengan aura dingin, membuat Jane mengerjapkan matanya.
“Atau bahkan kehilangan nyawanya” imbuh Kim dengan smrik iblis.
Jane mengalihkan pandangannya ke sembarang arah, berusaha menghindari tatapan Kim yang sedikit menyeramkan.
“Aahh..Aahh.. cepat habiskan sarapanmu, aku harus segera pergi ke butik pagi ini” pinta Jane berusaha mencairkan suasana dingin itu.
“Kenapa mulutnya sangat santai saat mengucapkan kalimat mengerikan itu” gumam Jane dalam hati.
Bersambung..
*Jangan lupa Like, komen dan Vote**💚💙*
__ADS_1
Bisa yuk 2 bab hari ini…semoga😉