Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 22


__ADS_3

Holla guys🤟🏻


✨Happy Reading✨


•


•


Oke, disinilah pria dengan setelan jas berwarna biru navy tengah berdiri dan menunggu seseorang yang akan membantunya dalam misi kali ini. Kedua matanya Menatap jengah ke arah gedung tinggi dihadapannya.


Apa yang sedang rekannya itu lakukan di dalam sana?


Aroon melirik ke arah jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya, sudah cukup lama dan hampir membuatnya mati bosan.


Oohh, lelaki seperti Aroon sangat anti dengan seseorang yang tidak tepat waktu. Jika bukan karena perintah dari tuannya, sudah dipastikan dirinya tidak akan mau menunggu selama ini.


Ya, hari ini Aroon ditugaskan mencari hadiah yang cocok untuk Jane, istri tercinta Kim Nan. Kim yang bingung ingin memberi hadiah apa, meminta Aroon untuk pergi mencarinya, dengan bantuan seseorang yang begitu dengan sosok Jane, yaitu Kannika.


Ide itu terdengar buruk ditelinga Aroon, namun apa boleh buat, ini perintah dan harus dilaksanakan. Meskipun sedikit terasa aneh, karena ini kali pertama ia akan menjalankan misi bersama seorang perempuan.


“Huuiihh.. apakah sudah lama?” Seru seorang wanita yang datang dengan raut wajah tanpa rasa bersalah dan mengajukan pertanyaan yang hampir membuat Aroon ingin menghantam dinding disebelahnya.


“Apakah kita bisa pergi sekarang nona Kannika?” Tanya Aroon to the point, alih-alih menjawab pertanyaan Nik.


Gadis itu tersenyum tengil “Ooii seperti kau sudah tidak sabar pergi denganku” godanya, namun dijawab dengan gelengan kepala muak oleh lelaki itu.


“Mari nona, waktu kita tidak banyak” Aroon membuka pintu mobil untuk wanita itu, menghentikan basa-basi yang membuatnya semakin muak.


Kannika menggidikkan bahunya, bisa ia tebak jika lelaki itu pasti kesal karena harus menunggunya lama.


Hey, dia punya alasan untuk waktu selama itu!


“OH MY PRINCESS NIK!!” Teriak seseorang dari kejauhan.


Nik melotot tajam “Oh Damn, demi Tuhanku, siapapun tolong aku!!” Cicitnya dengan wajah panik.

__ADS_1


Suara itu, suara itu sangat familiar bahkan sangat familiar ditelinga Nik, hingga ingin membuatnya menghilang setiap kali mendengarnya.


Ggrreepp!!


Aroon tersentak kaget, tubuhnya ditarik dan ada lengan yang memaksa melingkar di lengan kokoknya.


Apa ini?!.. begitulah arti tatapan Aroon saat ini kepada gadis yang tengah memeluk lengannya erat.


Sstt!! Diam dan ikuti rencanaku… dan kira-kira, seperti itu arti tatapan mata Nik saat ini.


“MY PRINCESS, Apa yang kau lakukan dengan pria ini?” Protes seorang pria dengan pakaian formal seperti yang dikenakan Aroon.


Nik berusaha menjauhkan dirinya dan Aroon dari jangkauan lelaki itu. Dan Aroon, bisa kalian tebak eskpresi wajahnya saat ini.


Drama apa lagi ini?. Batin Aroon


“Maaf Khun Daniel, mulai sekarang kau harus berhenti mengejarku. Seperti yang selalu aku bilang, aku sudah memiliki kekasih!” Jelas Nik, berusaha menjelaskan sesuatu yang sejak dulu sangat sulit untuk dipercaya oleh lelaki bernama Daniel.


Ya Daniel, ia adalah lelaki yang begitu terobsesi dengan seorang Kannika. Hingga perilakunya yang terlalu over itu, membuat Nik risih. Bisa dikatakan jika lelaki itu termasuk Fans fanatik, yang melakukan sesuatu secara berlebihan hanya demi bertemu bahkan bisa berinteraksi dengannya.


Dan bisa Nik tebak eskrepsi wajah lelaki itu, mengejek dan remeh, seakan apa yang dikatakan oleh Nik hanya alasan untuk menghindarinya.


“Khun Daniel, perkenalkan namanya Aroon. Seperti yang aku bilang, kami sudah menjalin hubungan selama 2 tahun kebelakang” tutur Nik


Aroon mendelik, apa yang baru saja dikatakan wanita ini? Sejak kapan mereka menjalin hubungan?


“Aku tidak percaya!” Tolak Daniel dengan menatap remeh ke arah Aroon. Kedua tangannya terlipat didepan dada dengan pandangan angkuh, melirik Aroon dari ujung rambut hingga ujung kaki.


“Terserah! Aku tidak memaksamu untuk percaya, tapi yang jelas, aku minta kau berhenti mengejarku karena kekasihku tidak akan suka dengan hal itu!” Ujar Nik dengan tegas.


Namun sepertinya Daniel mulai terpengaruh dengan apa yang diucapkan oleh Nik, terbukti jika saat ini wajahnya terlihat sedikit panik.


“Buktikan jika apa yang kau ucapkan itu memang benar adanya!” Tantang Daniel.


Nik memutar bola matanya malas “Bukti seperti apa yang kau inginkan?!”

__ADS_1


Daniel tengah berpikir, lalu sebuah ide terlintas di dalam kepalanya.


“Coba cium lelaki itu jika dia benar-benar kekasihmu!” Pinta Daniel, karena jika Nik tidak melakukan itu, bisa dipastikan bahwa semua itu hanya kebohongan.


Apa katanya? Cium? Kenapa rencananya menjadi sebuah boomerang.


Oh Aroon, maafkan aku! Tapi aku sudah sangat lelah harus menghindari lelaki sialan ini. Batin Nik.


Sedangkan Aroon, tubuh lelaki itu tiba-tiba menegang. Dia tidak berniat masuk ke dalam drama sialan ini, namun dia juga tidak bisa lari.


“Ada apa? Kenapa kau ragu untuk mencium ‘KEKASIHMU’ sendiri?” Sindir Daniel yang merasa bahwa wanita itu memang ingin menipunya.


Nik menarik nafas sejenak, sembari terus meminta maaf dalam hati kepada lelaki yang ia genggam tangannya sejak tadi.


Cup!!


Nik memejamkan matanya, menempelkan bibir tipis dengan rona merah dari lipstik yang ia gunakan, ke rahang tegas milik Aroon, Membuat empunya diam membeku.


Oh sial!! Itu first kiss milik Nik!!


Dunia terasa berhenti untuk sepersekian detik, Aroon dicium? Ya dia dicium oleh seorang wanita yang baru ia temui.


Sedangkan Daniel, tidak bisa dipungkiri jika lelaki itu merasa terpukul dengan apa yang ia lihat barusan. Jadi Nik tidak berbohong.


“Nik!!” Pekik Daniel yang berhasil membuat Nik tersadar lalu segera menjauhkan bibirnya dari pipi Aroon. Namun tetap berusaha terlihat tenang.


“Ba-bagaimana? Kau sudah percaya?!” Tanya Nik sembari mempertahankan wajahnya sombongnya, meskipun saat ini jantungnya tengah berdegup kencang tak karuan.


Daniel mengepalkan tangannya kuat, sembari mengeratkan kedua rahangnya. Lelaki itu pergi dengan menghentakkan kaki, kesal dan marah dengan kenyataan yang menamparnya secara gamblang. Meninggalkan dia insan yang masih terpaku setelah kegiatan tak terduga itu.


“A-ayo kita pergi!” Ajak Nik yang memilih masuk ke mobil dengan cepat.


Sadar bajingan!. Gerutu Aroon pada dirinya sendiri. Lalu ikut menyusul masuk ke dalam mobil.


Dan sudah dapat dipastikan bagaimana suasana di dalam mobil itu? Canggung, itu sudah pasti terjadi. Membuat tak ada satupun obrolan yang tercipta di antara mereka berdua.

__ADS_1


Bersambung…


Jangan lupa Like, komen dan Vote💚💙


__ADS_2