Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 34


__ADS_3

*Holla guys**🤟🏻*


✨Happy Reading✨


•


•


BRAK!!


PRANG!!


PRANG!!


Natcha melempar semua barang-barang yang nampak dengan matanya. Meluapkan semua amarah serta kekecewaannya kepada lelaki yang menjadi cinta pertamanya. Tepat hari ini, ia harus mengakui fakta jika Kim memang tidak pernah menaruh perasaan apapun padanya. Bertahun-tahun dirinya mencoba untuk mengubur dalam-dalam fakta itu, namun nyatanya ia tidak bisa.


“AARRGGHH!! Aku benci!! Aku membencimu Kim!!” Teriak Natcha dengan air mata yang mengalir deras.


“Oh WOWW!!” Seru seseorang yang baru masuk ke dalam kamar itu ketika mendengar suara kegaduhan dari luar.


“Ada apa ini Nat?” Tanya lelaki itu, yang tak lain adalah Andra.


Natcha melirik sejenak sosok lelaki yang baru saja masuk ke dalam kamarnya. Ada yang berbeda dengan kakaknya itu, siang tadi ia terlihat marah dan kesal, tapi sekarang kenapa sangat berbeda. Wajah itu tersenyum lebar, bahkan terkesan melemparkan ekspresi mengejek ke arahnya.


“Biar aku tebak!! Kau dicampakkan oleh bajingan itu bukan?” Tebak Andra, membuat Natcha langsung membuang wajahnya ke sembarang arah.


“…”


“See!! Aku sudah katakan berpuluh-puluh kali, jika bajingan itu tidak pernah menganggapmu ada!! Kau dibutakan dengan perasaanmu yang bodoh itu Nat!!” Andra mencoba untuk menambahkan minyak di kobaran api kemarahan Natcha.


“…..”


Andra tersenyum lebar, ia melangkah untuk menghampiri sang adik. Lalu memeluk tubuh rapuh itu dengan erat.


“Hiks!! Phi..” Natcha yang memang membutuhkan pelukan itu, langsung menangis dengan keras di dalam sana.


“Sssttt!! Jangan menangisi bajingan itu!! Lebih baik kita balas semuanya!!” Ujar Andra sembari mengelus pelan rambut sang adik.


Mendengar kata pembalasan, Natcha sontak mendongak dan menatap penuh tanya ke arah sang kakak.


“Aku sudah mendapatkan bantuan dari seseorang yang sepertinya musuh Kim” jawab Andra seolah tahu maksud dari tatapan sang adik.


“Musuh Kim?” Tanya Natcha mencoba untuk menyakinkan sesuatu.


“Hhmm!! Dia membantu perusahaan ku untuk bangkit!! Memberi sejumlah dana yang cukup besar dan menawarkan kerjasama untuk membalas perbuatan Kim!!” Jelas Andra

__ADS_1


“Ceritakan Phi!!” Pinta Natcha yang langsung dijawab dengan anggukan kepala olehnya.


Andra membawa tubuh sang adik menuju sofa yang terletak di ujung ruangan, lalu mendudukkannya dengan perlahan begitu juga dengan dirinya.


#FLASHBACK ON


Gang kecil dengan sampah berserakan dan bau busuk yang menusuk kedalam Indra penciumannya, membuat Andra merasakan pusing yang teramat. Bangunan-bangunan tua dengan penerangan seadanya, membuat dirinya bergidik ngeri. Ini seperti pemukiman yang tidak pernah terjamah dan ia yakin jika ini bukan pemukiman biasa.


“Kenapa orang ini mengajakku bertemu di tempat menjijikkan seperti ini!” Gerutu Andra kesal.


Jika saja bukan karena perusahaannya, Andra tidak akan mau menginjakkan kaki ditempat seperti ini. Tidak ada siapapun disini, sepanjang ia berjalan dari depan sana. Belum ada satu pun penduduk yang ia temui, hanya tikus dan kucing liar yang menyapa sejak pertama kali masuk kesana.


“Kemana perginya orang-orang disini? Ini baru pukul 8 malam, kenapa mereka sudah mengurung diri” matanya tak henti melihat ke sekeliling.


DDRRTTT!!!


Ponsel Andra berdering, menampakkan nomer telepun yang sama seperti tadi pagi.


“Hallo..”


^^^“Hy Khun Andra, selamat datang di rumahku”^^^


(Andra mengernyitkan dahinya, lalu kembali menoleh dengan ribut mencari keberadaan seseorang.)


^^^“Tidak perlu bingung kenapa aku tahu jika kau sudah sampai. Aku bisa melihatmu melalui jendela rumahku”^^^


^^^“Teruslah jalan kedepan dan masuk ke dalam rumah berpagar merah”^^^


(Andra menatap kedepan, dan disana memang terdapat rumah yang berpagar merah. Hanya rumah itu yang terlihat begitu mencolok dari pada rumah lainnya.)


“Baiklah”


Andra menutup sambungan telepun, lalu bergegas untuk menuju rumah yang dimaksud. Tidak butuh waktu lama baginya, karena jaraknya memang tidak terlalu jauh.


CEKLEK!!


Pintu rumah itu terbuka secara otomatis, membuat Andra sedikit terkejut di buatnya. Tapi tunggu, tidak ada siapapun disini.


“Tidak perlu takut Khun Andra, masuk saja ke dalam ruangan di depanmu!” Terdengar suara dari arah ujung ruangan yang berasal dari pengeras suara.


Andra tidak menjawab dan bergegas masuk kedalam sana. Samar-samar terlihat sosok yang duduk dikursi kebesarannya, namun tidak jelas bagaimana postur tubuh serta wajahnya. Karena ruangan itu sangat minim penerangan.


“Selamat datang dirumahku Khun Andra” sapa sosok itu namun tak berniat menatap lawan bicaranya. Tapi suaranya terdengar aneh, ini bukan suara aslinya.


“Cepat katakan apa yang ingin kau katakan!” Pinta Andra to the point.

__ADS_1


“Hahaha.. kau sudah tidak sabar rupanya” sosok itu tertawa pelan, lalu setelah muncul deratan tulisan berserta foto seseorang yang begitu ia benci di depan sana.


“…..”


“Itu adalah nominal yang aku tawarkan untukmu dengan syarat, kau harus bergabung denganku. Mengikuti semua rencanaku untuk menghancurkan Kim!” Jelasnya.


“Tunggu!! Apa motif dibalik semua rencanamu ini dan siapa kau?” tanya Andra yang merasa ragu sekarang ini.


“Kau tidak perlu tahu apa motif dibalik semu rencanaku, yang terpenting tujuan kita sama! Dan untuk identitas kau bisa memanggilku King.”


“…..”


“Kau ragu? Kau takut? Kau khawatir jika aku akan mengkhianatimu?!”


“Bukankah itu perlu?” Ujar Andra yang mengiyakan apa yang dikatakan oleh sosok misterius.


“Hahaha.. kau seharusnya merasa beruntung! Aku membantumu dengan mengeluarkan sejumlah uang, padahal tujuan kita sama ingin menghancurkan bajingan itu! Bukankah yang seharusnya merasa takut dikhianati adalah aku?” Balasnya, membuat Andra secara tidak sadar menganggukkan kepalanya.


“Bagaimana kau setuju? Aku sudah cukup memberi waktu untuk berpikir! Jika kau tidak setuju maka..”


“Aku setuju!” Potong Andra dengan cepat, membuat sosok misterius itu mengulum senyum dibalik topeng yang ia gunakan.


“Bagus!! Aku akan mengirimkan suntikan dananya ke rekeningmu malam ini. Dan kita hanya akan berkomunikasi melalui ponsel. Jangan pernah mencoba untuk menghubungiku jika aku tidak menghubungimu! Mengerti!!”


“Aku mengerti” jawab Andra dengan cepat.


#FLASHBACK OFF


“Tapi Phi tidak tahu siapa orang itu bukan? Bagaimana jika dia menipumu?” Natcha nampak begitu khawatir setelah mendengar cerita sang kakak.


“Tidak perlu khawatir! Aku sangat yakin jika dia akan menjadi pathner yang bagus untuk menghancurkan Kim!” Jelas Andra meyakinkan sang adik.


“Tapi Phi..”


“Kenapa? Kau keberatan jika aku menghancurkan bajingan itu?” Tanya Andra menatap lekat sang adik.


Natcha terdiam, karena tidak bisa dipungkiri jika perasaannya kepada Kim, membuat dirinya tidak tega.


“Jangan lupa Nat!! Dia tidak pernah menganggapmu ada dan kau harus sadar!! Kau harus muncul kepermukaan!! Dia bahkan sudah memiliki wanita yang jelas-jelas ia cintai! Apa yang kau harapkan dari perasaanmu itu?” Andra terus menerus menekan sang adik.


“Phi benar. Aku seharusnya berhenti sampai disini. Aku seharusnya sadar jika Kim tidak pernah memandangku barang sedetik pun” ujar Natcha membuat Andra tersenyum senang.


“Maka dari itu, mulai sekarang kau bantu aku untuk menghancurkan bajingan itu” ajak Andra


Natcha hanya mengangguk pelan. Hatinya sakit dan sepertinya ia harus mengikuti perkataan sang kakak.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2