![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
...Holla guys🤟🏻...
✨Happy Reading✨z
•
•
“SIAPA YANG BERANI MELAKUKAN INI!!” Teriak Kim menggema.
“Sepertinya ini dilakukan oleh seseorang yang sama Khun Kim” seru Aroon.
Kim mengacak rambutnya, ia sangat marah saat ini. Siapa orang yang berani bermain-main dengannya?
Pertama penyerangan di pelabuhan dan sekarang gudangnya terbakar. Apa mereka tidak tahu, dengan siapa mereka berhadapan saat ini.
“Benar kata Aroon, ini pasti seseorang yang sama Kim. Kau harus berhati-hati, aku rasa ini bukan yang terakhir” sahut Albert menimpali.
Ya, setelah penyerangan di pelabuhan beberapa jam yang lalu. Albert hendak kembali ke negaranya, namun berita yang ia dengar dari anak buah Kim, membuatnya enggan untuk pergi.
“Aku pun berpikir begitu…” balas Kim dengan raut wajah yang masih memancarkan ekspresi marah.
“Namun, ini sedikit aneh.. apa kau menyadarinya?” Seru Albert dengan dahi mengkerut.
Kim menatap serius ke arah Albert, seolah bertanya mengenai dugaan dari rekan bisnisnya itu.
“Pertama, penyerangan yang terjadi di pelabuhan tadi hanya dilakukan oleh beberapa orang saja. Karena jika memang mereka berniat menyerang kita, orang itu pasti mengirim lebih banyak pasukan. Lalu sekarang, ia membakar gudang mu, tapi hanya membakarnya di bagian kecil saja. Seolah ia sedang mengulur waktumu” jelas Albert
Kim mengangguk setuju, apa yang dikatakan oleh Albert memang benar adanya. Ini tidak bisa di sebut penyerangan, lebih tepatnya, mereka mencoba untuk mengulur waktunya.
“Tunggu, kau bilang mengulur waktu?” Kim tiba-tiba bertanya.
“Hhmm..”
“Sial!! Sepertinya mereka berhasil mengecohku”
“Aroon, kita kembali ke mansion” titah Kim dengan wajah panik.
__ADS_1
“Tunggu Kim, aku akan ikut denganmu” pinta Albert yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Kim.
•
•
Ditempat lain, Andra tengah berdiri dihadapan seorang yang selama ini membantunya untuk melancarkan aksinya. Betapa terkejutnya dia, ketika untuk pertama kali ia melihat wajah sang pahlawan dalam hidupnya.
“K..kau..” pekik Andra dengan ekspresi tidak percaya.
“Tidak perlu menatapku seperti itu!” Titahnya, sembari memainkan sebuah pistol ditangannya.
“Bagaimana bisa?” Itulah kata pertama yang keluar dari bibir Andra.
“Apa maksudmu bagaimana bisa? Kau masih belum mengenalku Andra Yuthakorn”
“…..”
“Oohhh,. Bukankah wajahku ini begitu mirip dengan ayahku?! Ciangmai?” Orang itu tersenyum miring setelah mengatakan nama sang ayah.
Mulut Andra terbuka lebar kala ia mendengar nama yang sangat tidak asing itu.
“Sstttt.. tidak perlu mengeja namaku! Diam dan ikuti rencanaku sampai selesai. Jangan coba-coba untuk memberi tahu siapapun tentang identitasku, termasuk kepada adikmu.” Orang itu memotong kalimat Andra.
“Ta-tapi kenapa Kim tidak mengenalimu?” Andra masih mengeluarkan semua rasa penasarannya.
“Mungkin karena dia tidak ada saat ayahku membantai habis keluarganya” jawab orang itu dengan ekspresi santainya.
Andra mengangguk setuju, ia tidak perduli dengan itu. Yang terpenting, sekarang ia berada di pihak yang kuat.
“Lalu apa selanjutnya?”
“Lepas semua aksesoris yang menempel di tubuh gadis itu dan pasangkan di tubuh sahabatnya.Lalu ambil ponsel miliknya dan taruh di saku pengawal itu. Haha terdengar lucu! Setelahnya kau letakkan mereka bertiga di tempat yang berbeda. Lakukan dengan cepat, sebelum Kim melacak keberadaan kita dengan aksesoris dan ponsel milik istri tercintanya” jelasnya.
“Baiklah, sesuai keinginanmu” jawab Andra tegas.
Andra keluar dari ruangan itu, segera bergegas menuju tempat dimana Jane disekap saat ini.
__ADS_1
•
•
“SHITT!!” Umpat Kim kala kakinya berpijak diloby mansionnya.
Ekspresi penuh kekhawatiran kembali menghiasi wajahnya. Bagaimana tidak, tampak depan bangunan itu sudah hancur, lengkap dengan bau amis yang berasal dari darah serta beberapa pengawal sudah terbujur kaku.
“Jane!! Jane!!” Kim segera berlari masuk, hendak mencari seseorang yang tengah ia khawatirkan keberadaannya.
Aroon dan Albert yang berdiri dibelakang Kim, ikut masuk kedalam serta memeriksa keadaan sekitar.
“JANE!!! JANE!!” Teriak Kim menggelegar, memenuhi Mansion.
Kim terus berlari, masih mencoba mencari keberadaan sang istri. Pikirannya sudah berputar kemana-mana, bayangan tentang hal mengerikan sudah tergambar jelas di kepalanya.
Ia mencari ke kamar mereka yang terletak di bagian atas, membuka satu persatu pintu yang ada disana namun hasilnya nihil. Lalu ia beralih turun kebawah lagi, menuju dapur yang menjadi tempat Jane melakukan aktivitas setiap harinya.
“Kim, berhentilah mencari istrimu! Mereka sudah berhasil menangkapnya dan mustahil bagi istrimu bersembunyi” seru Albert yang masih berdiri diruang tengah,
Kalimat Albert sontak membuat langkah kakinya terhenti. Seharusnya ia tahu akan hal itu, mengingat betapa hancurnya mansion miliknya saat ini.
“AAARRGGHHH!!!” Kim berteriak marah.
“Khun Kim, semua kamera CCTV yang ada dimansion sudah dihancurkan, begitu juga dengan ruangan pengamat!” Lapor Aroon yang baru saja tiba.
“SIAL!! Siapa yang berani melakukan ini semua!! Dan kemana mereka membawa Jane-ku” Kim mengacak rambutnya frustasi. Ia merutuki kebodohan karena meninggalkan Jane seorang diri.
“Tenanglah Kim! Aku semakin yakin, jika ada pengkhianat itu begitu dekat denganmu! Dia cukup pintar karena menghancurkan semua kamera serta alat perekamnya..” timpal Albert
“Tapi siapa?” Tanya Kim
“Aku bisa saja memulihkan alat perekamnya, namun itu membutuhkan waktu 2 hari! Aku yakin kau tidak akan mau menunggu!” Imbuh Albert
“Itu terlalu lama Albert! Aku takut jika Mereka menyakiti Jane” Raut wajah Kim memperlihatkan dengan jelas jika ia sangat-sangat takut saat ini.
“Hhmm maaf jika aku lancang Kim, tapi apakah kau pernah memasang alat pelacak di ponsel ataupun aksesoris yang dipakai oleh istrimu?” Tanya Albert yang dijawab dengan anggukan kepala.
__ADS_1
“Bagus! Kita akan menemukannya” seru Albert, sembari mengeluarkan ponsel canggihnya dan mulai melacak keberadaan Jane.
Bersambung….