Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 25


__ADS_3

Holla guys🤟🏻


✨Happy Reading✨


•


•


“Dimana Jane?” Suara dengan intonasi tinggi serta emosi yang siap meledak itu berasal dari diri seorang Kim.


Tanpa mengetuk pintu atau meminta ijin kepada sang pemilik rumah, Kim melangkah masuk, berdiri tepat dihadapan seseorang yang ia berusaha luluhkan hatinya selama beberapa hari kebelakang.


“Dia tidak ada disini” nyonya besar si pemilik rumah terlihat begitu acuh dengan kedatangan seseorang yang tidak dia harapkan kehadirannya.


KKKRREEKK!!


“Nyonya Aom, aku tanya sekali lagi! Dimana Jane? Dimana kau sembunyikan istriku?!” Kali ini bukan hanya sebuah nada dengan intonasi tinggi dan penekanan di setiap katanya. Kim mengangkat senjata yang sudah berusaha ia tahan keberadaannya sejak tadi dibalik saku jas yang ia gunakan.


Aom melirik lelaki yang kini menyandang status sebagai menantunya, tersenyum miring lalu bangkit dari posisi duduknya.


“Apakah seperti ini caramu bertingkah kepada ibu mertuamu?” Sindir Aom dengan melipat kedua tangannya kedepan dada. Tidak ada tatapan takut sama sekali dimata wanita tua itu, hanya ada tatapan tidak suka didalam sana dan itu ia tujukan kepada Kim.


“Jangan coba-coba untuk menguji kesabaranku nyonya Aom! Aku tidak pernah sesabar ini sebelumnya, tapi karena kau adalah ibu dari orang yang aku cintai, maka aku melewati prinsipku! Namun jangan berpikir jika aku tidak berani melepaskan peluruku” tatapan Kim semakin tajam, dengan aura dingin yang semakin menguar.

__ADS_1


“Cihhh.. INILAH SEBABNYA AKU TIDAK INGIN PUTRIKU HIDUP DENGAN SESEORANG SEPERTIMU!! KAU SANGAT MUDAH UNTUK MEMBUNUH SESEORANG, BAHKAN KAU BILANG TIDAK AKAN SEGAN MEMBUNUH IBU DARI SESEORANG YANG KAU CINTAI!! BAGAIMANA BISA AKU YAKIN JIKA KAU TIDAK MELAKUKAN HAL ITU NANTINYA PADA PUTRIKU?!!!” Teriak Aom memenuhi ruang tamu mansion besar milik Suchart Family.


Kim memejamkan matanya, berusaha menekan emosi yang semakin tak tertahankan. Ia menarik nafasnya sejenak, sebelum mengeluarkan kata-katanya lagi.


“Kau tahu perbedaan mencintai dan menghormati nyonya Aom?! Aku mencintai Jane, dan itu artinya hidupku sepenuhnya ada pada dirinya, karena dia adalah jiwaku! Sedangkan kau, aku hanya menghormati karena kau adalah ibu dari seseorang yang aku cintai, kau bukan apa-apa untuk diriku dan aku bisa melalukan apapun itu jika aku merasa marah!” Jawab Kim, membuat nyonya Aom ikut tersulut emosi.


“KIM APA YANG LAKUKAN?!” Pekik seseorang yang baru saja tiba, membuat dua orang yang tengah berseteru kini mengalihkan pandangan mereka.


Aat melangkah maju, mendekat ke arah istri tercintanya yang tengah diancam dengan senjata api oleh menantunya sendiri.


“Tentu saja meminta kepada nyonya besar di keluarga ini, untuk mengembalikan wanita yang secara sah sudah menjadi milikku” jawab Kim, membuat Aat langsung terdiam.


•


•


Jane sangat yakin, diluar sana pasti ada seseorang yang berjaga. Namun entah mengapa mereka memilih untuk membisu, membiarkan Jane berteriak layaknya seorang tahanan rumah sakit jiwa.


Gadis itu mendudukkan tubuhnya tepat di tepi ranjang, membiarkan sesuatu yang hangat mengalir di permukaan pipinya yang halus.


“Kenapa selalu aku yang menjadi boneka untuk keluarga ini?” Lirihnya, ketika bayangan tentang kehidupan dimasa lalu kembali menghampirinya.


“Hiks.. hiks.. apakah aku tidak bisa memilih takdirku sendiri? Tidak bolehkah aku memilih jalanku sendiri seperti yang Phi Ta lakukan? Bisakah aku mendapatkan kebebasanku untuk sekedar membayangkan, bagaimana masa depanku yang indah nantinya tanpa harus diatur?” Gumam Jane dengan tatapan mata kosong.

__ADS_1


Sangat menyedihkan, kondisi Jane benar-benar menyayat hati seseorang mendengar apa yang baru saja ia sesalkan. Terlebih dengan wanita tua yang sangat tahu bagaimana kehidupan seorang Jane selama ini. Hom hanya bisa menangis tertahan dibalik pintu kamar itu, bahkan ia sudah menangis sejak untuk pertama kali Jane dimasukkan kekamar itu dengan keadaan tak sadarkan diri.


Masih menjadi misteri untuk Hom sendiri, dimana letak sosok keibuan di dalam diri nyonya besar di keluarga itu?


Selama bertahun-tahun lamanya, ia tak pernah melihat sosok Aom menjadi ibu yang dirindukan atau bahkan diinginkan oleh kedua anaknya. Hanya ada tatapan kecewa dan muak dari kedua putra-putri keluarga terpandang itu, kepada sosok ibu yang melahirkan mereka.


Tapi sepertinya, Aom tak menyadari itu karena dalam hatinya hanya diselimuti rasa egois dan ambisi yang tinggi.


•


•


“Kim, bisakah kita bicarakan ini baik-baik?” Aat mencoba untuk menengahi perdebatan diantara sang istri dan menantunya.


Lelaki yang dipanggil namanya itu, hanya bisa menarik salah satu sudut bibirnya ke atas. Apa yang dikatakan oleh mertuanya barusan? Bicarakan baik-baik?


“Hah.. bicarakan baik-baik? Bukankah selama beberapa hari ini aku selalu bersikap baik kepada kalian, meskipun pada akhirnya hanya hinaan dan makian yang aku dapatkan?” Sindir Kim, melirik kembali ke arah wanita tua yang senantiasa menatapnya dengan sinis.


“Aku min,.” Aat menghentikan kalimatnya, kala seseorang datang dengan wajah paniknya dan mata sembab.


“Khun Aom, saya mohon berikan kunci kamar Khun Jane sekarang! Jika anda tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi nantinya” pinta Hom, dengan nafas tersengal-sengal.


Aom menatap sang maid dengan bingung “Apa maksudmu?”

__ADS_1


“Saya mendengar suara barang jatuh berkali-kali dan terakhir saya mendengar suara pecahan kaca!,.” Belum sempat Hom menjelaskan apa yang ia dengar dari arah luar kamar Jane, pria yang menjadi sosok pelindung untuk putri keluarga itu, kini berlari menuju lantai atas. Disusul oleh Aat, Aom dan Hom.


Bersambung…


__ADS_2