![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
...Holla guys🤟🏻...
...Ini adalah part Aroon dan Nik...
...Aku sempilin satu part mereka, sebelum berlanjut ke ******* pertama😉...
✨Happy Reading✨
•
•
“Kau..” pekik Aroon
Sedangkan seseorang yang tengah memegang bungkus coklat yang sama dengan yang dipegang oleh Aroon, segera menarik tangannya.
“Nik tunggu..” cegah Aroon, dengan tangan yang bergerak cepat meraih pergelangan Nik.
Ya, seseorang yang hendak mengambil coklat yang sama dengan dirinya adalah Kannika. Wanita yang sejak beberapa menit yang lalu mengisi pikiran Aroon.
“Lepaskan tanganku” geram Nik, menatap tajam ke arah lelaki yang berdiri dihadapannya.
“Jika kau menginginkan coklat itu, ambillah Nik” ujar Aroon, alih-alih merespon tatapan marah yang dipancarkan mata indah milik Nik.
“Mulai detik ini, aku tidak menyukai coklat itu! Jadi kau lepaskan tanganku sekarang juga!” Pinta Nik dengan nada yang menunjukkan betapa kesalnya dirinya saat ini.
“Kenapa dunia ini begitu sempit! Kenapa aku harus bertemu dengan lelaki yang begitu aku benci keberadaannya saat ini” gumam Nik dalam hati.
#FLASHBACK ON
^^^[Nik, maukah kau membantuku?]^^^
“Ada apa Jane?”
^^^[Apakah kau sibuk?]^^^
“Tidak, katakan ada apa?”
^^^[Aku ingin memakan coklat, tapi Kim tidak mengijinkanku keluar dari mansion]^^^
“Aku akan memesankannya untukmu, aku akan meminta kurir untuk mengantarkannya ke mansionmu”
^^^[kenapa tidak kau saja yang membawanya kesini? Kau tidak merindukanku?]^^^
“Tidak, aku tidak merindukanmu”
^^^[Nik, kau jahat..]^^^
“Jangan merengek seperti itu! Katakan, kenapa kau tiba-tiba memintaku untuk datang?”
^^^[Kim tidak pulang malam ini karena urusan bisnis. Aku kesepian dan takut sendiri]^^^
“Bukankah ada banyak pengawal disana?”
__ADS_1
^^^[Ada, tapi mereka seperti patung. Dan intinya aku ingin kau menemaniku malam ini]^^^
“Apakah lelaki es dingin itu ada bersamamu?”
^^^[Lelaki es dingin? Siapa yang kau maksud? Aroon? Apa maksudmu Aroon?]^^^
“Hhmm..”
^^^[Dia tidak ada dimansion, dia sedang menemani Kim]^^^
“Baiklah, aku akan kesana”
^^^[Yeee!! Terima kasih Nik. Aku mencintaimu]^^^
“Tidak perlu berteriak Jane, kupingku sakit”
Tut!!
Tut!!
Nik menutup sambungan telepunnya, lalu segera menjauhkan benda kotak itu dari telinganya.
Jika bukan karena Jane, Nik tidak akan mau menginjakkan kakinya di mansion besar milik Kim. Bukan karena ia takut dengan sang pemilik rumah, namun ia tidak ingin bertemu dengan seorang lelaki yang begitu ia benci keberadaannya.
Seperti yang diminta oleh Jane, Nik bergegas menuju toko besar yang terletak tak jauh dari tempat kerjanya. Sebuah toko besar dengan berbagai jenis coklat didalamnya.
Singkat cerita, Nik sudah sampai di lokasi. Kaki jenjangnya melangkah masuk, namun matanya terlihat berfokus pada layar ponsel miliknya. Ia tengah membaca pesan yang dikirimkan oleh Jane, perihal jenis coklat yang harus ia beli untuk sahabatnya itu.
Nik sudah sangat hafal tempat itu, sehingga ia bisa melangkah dengan leluasa ketempat etalase yang memajang coklat kesukaan Jane.
Karena mata Nik tengah berfokus pada layar ponselnya, ia tidak menyadari jika ada orang lain yang tengah mengincar coklat yang sama.
“Kau..” pekik seseorang pemilik tangan yang bertengger di atas coklat yang hendak ia ambil.
“Suara ini?” Gumam Nik dalam hati.
Suara ini begitu familiar di telinganya, dengan cepat Nik mengalihkan pandangannya ke arah samping. Menatap penuh keterkejutan ke arah seseorang yang tengah menatapnya juga.
“Sial, kenapa aku harus bertemu dengan bajingan ini” gerutu Jane dalam hati, dengan rasa kesal yang tiba-tiba muncul.
Nik menarik kembali tangannya, hendak berlalu pergi dari tempat itu tanpa mengucapkan sepatah katapun. Namun tiba-tiba sebuah tangan kekar mencengkram pergelangan tangannya.
#FLASHBACK OFF
“Aku bilang, lepaskan tanganku!” Pinta Nik sekali lagi dengan nada sedikit tinggi.
“Maaf..” kata itu lolos begitu saja dari mulut Aroon, namun tak dapat mengubah tatapan penuh kebencian dari mata Jane.
Nik tersenyum miring “untuk apa?”
“Untuk kejadian malam itu. Semua itu benar-benar diluar kendaliku. Aku sangat merasa bersalah dan aku ingin bertanggung jawab untuk itu..”
“Menikah denganku” Nik memotong kalimat Aroon dengan cepat
__ADS_1
“Selain menikah. Kau bisa meminta apapun tapi tidak dengan menikah” tolak Aroon, membuat Nik tersenyum getir.
“Kau benar-benar bajingan! Aku pikir kau akan berubah menjadi seorang lelaki sejati saat ini, namun nyatanya kau masih seorang bajingan seperti malam itu” ujar Nik, dengan mata yang memancarkan kemarahan.
“Apa maksud perkataanmu? Kau tidak pantas menyebutku sebagai seorang bajingan” protes Aroon tidak terima.
“Lalu, aku harus memanggilmu apa? Lelaki yang selalu memandang rendah seorang wanita dan berpikir untuk menyelesaikan semuanya dengan harta, memang layak di panggil bajingan!!” Balas Nik yang kini tengah menatap tajam Aroon.
“Bukankah kau ingin aku bertanggung jawab?! Aku ingin bertanggung jawab sekarang. Lalu kenapa memangnya jika aku memakai hartaku? Bukankah itu hal yang wajar?” Aroon masih bersikeras dengan pemikirannya
PLAK!!
Tamparan keras kembali mendarat di pipi Aroon dan ia dapatkan kembali dari seseorang yang sama.
“Tapi aku tidak butuh hartamu sialan!! Aku bukan seorang ****** yang bisa kau bayar setelah tidur diranjang yang sama denganmu!!” Teriak Nik marah yang berhasil mengundang perhatian banyak orang.
“Aku tidak bermaksud begitu! Aku hanya ingin bertanggung jawab itu saja” Aroon masih berusaha untuk menenangkan wanita itu.
“Kalau begitu nikahi Aku!!” Teriak Jane lagi.
“Aku tidak bisa! Sudah berapa kali aku bilang, aku tidak bisa” balas Aroon.
Ini kali pertama Aroon berbicara banyak kepada orang lain, karena biasanya ia sangat irit bicara.
“Kenapa Hah?! Kenapa kau tidak bisa?! Jelaskan padaku?!!!”
“Oh kau memiliki pacar? Atau istri? Atau karena kau memiliki banyak wanita sehingga kau takut untuk berkomitmen dengan satu wanita saja” tebak Nik, membuat Aroon kesal.
Aroon menarik tangan Nik dan membawanya menuju toilet yang berada tepat dibelakang mereka. Aroon tidak bisa berdebat disana, karena ada begitu banyak pasang mata yang menyaksikan pertengkaran mereka.
Nik mencoba melepaskan tangannya dengan terus memberontak, selain itu ia merasakan sakit pada pergelangan tangannya karena dicengkeram erat oleh Aroon.
BUGH!!
Aroon menempelkan punggung Nik ke dinding toilet, meraih kedua tangan yang tengah memberontak itu dan mengangkat ke atas.
“LEPASKAN AKU BAJINGAN SIALAN!!” Nik kembali berteriak, membuat Aroon benar-benar kehabisan kesabarannya.
Tanpa diduga, Aroon mendekatkan bibirnya ke bibir Nik dan menciumnya dengan paksa. Membuat Nik mematung untuk sepersekian detik.
“Eemmpphhh..” gumam Nik dengan raut wajah terkejut.
Tubuh Nik memberontak, berusaha untuk melepaskan diri dari Cengkraman Aroon. Dengan keberanian yang ada, Nik menggigit bibir bagian bawah Aroon dan mengayunkan lututnya kedepan, tepat ke arah Aroon junior.
“Aakkhhh!!” Pekik Aroon kala merasaka sakit pada bibir serta juniornya.
“Rasakan! Kau pantas mendapatnya sialan!” Umpat Nik yang berhasil lepas dari Cengkraman Aroon.
Aroon jatuh meringkuk ke dasar lantai toilet sembari memegangi si junior, sedangkan Nik memanfaatkan kesempatan itu untuk segera berlari keluar.
“N-Ni..kk.. sshhhh” panggil Aroon tertahan karena rasa sakit masih berputar di bagian bawahnya.
Nik tidak menghiraukan panggilan laki-laki yang tengah berjuang menyelamatkan juniornya. Meskipun jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam, Nik merasa kasian.
__ADS_1
“Semoga juniornya baik-baik saja. Aku tidak menendangnya dengan keras, hanya memberi pelajaran kecil” gumam Nik yang terus melangkah keluar dari toko itu.
Bersambung