![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
...✨Happy Reading✨...
•
•
“Aroon…”
Udara di sekitar bandara terasa berhenti berhembus, tubuh Aroon yang tadinya lemas sekarang benar-benar membeku. Telinganya masih berfungsi dengan baik, jadi tidak mungkin ia salah mendengar bukan.
Kepala yang sedari tadi tertunduk lesu, kini mendongak dengan cepat, menatap lurus ke arah suara yang ia tangisi untuk beberapa menit sebelumnya.
“N-Nik..” suara pria gagah itu terdengar bergetar, sedangkan wanita yang dipanggil namanya hanya bisa terdiam ditempat.
Nik merasa bingung melihat tatapan Aroon yang sedikit aneh, ada apa dengan pria ini? Pikirnya.
Tanpa aba-aba, Aroon bangkit dan berlari menghampiri wanita yang tengah memegang cup ice cream, memeluk tubuh kurus itu dan terisak di dalam ceruk lehernya.
“A-Aroon.. ada apa?” Tanya Nik bingung, kenapa pria ini memeluknya, dan lagi sambil menangis.
Semua mata kini tertuju ke arah mereka, membuat Nik sedikit merasa tidak nyaman.
“Nik, jangan tinggalkan aku. Maafkan aku! Aku berjanji akan bertanggung jawab, tapi tolong maafkan aku! Aku mohon Nik!” Ucap Aroon yang masih menangis.
Nik semakin bingung, kenapa Aroon mengatakan jika ia akan meninggalkannya.
“Eemm.. Ar, aku tidak mengerti. Bisakah kita bicara ditempat lain dan lepaskan aku terlebih dahulu” Nik mencoba melepaskan pelukan lelaki itu, jujur ia sedikit merasa malu karena semua pasang mata tengah menatap ke arah mereka.
“Tidak! Kau akan meninggalkanku lagi, jika aku lepaskan” sekarang Aroon merengek seperti anak kecil berumur 7 tahun.
Nik semakin heran dan tidak mengerti dengan perubahan sikap Aroon.
“Aku tidak akan kemana-mana. Kita bisa bicara ditempat lain, kau tidak lihat orang-orang tengah menatap ke arah kita” bisik Nik
“Aku tidak perduli Nik! Yang jelas aku tidak mau kau pergi” pria dengan otot kekar ini masih setia merengek dan begitu keras kepala.
“Aku tidak akan pergi kemana-mana! Percayalah padaku” Nik sedikit meninggikan nada suaranya namun tetap berbisik, membuat lelaki itu akhirnya menurut. Namun tatapannya masih sama, terlihat takut dan bersedih.
“Kau janji tidak akan pergi kemana-mana?” Tanya Aroon
__ADS_1
“Aku berjanji tidak akan pergi kemana-mana. Jadi ayo bicara di tempat lain” tak mau kejadian tadi terulang lagi, Nik meraih tangan yang ukurannya jauh lebuh besar jika dibanding tangannya sendiri. Membuat di pemilik akhirnya tersenyum dan mengusap sisa air matanya.
Pemandangan ini sontak membuat mereka yang melihatnya merasa gemas. Bagaimana tidak, pria kekar itu sudah seperti anak kecil. Tadi menangis dan setelah bertemu orang yang ia cari, sekarang terlihat begitu senang.
•
•
“Eenngghhh..” lenguhan akhirnya terdengar dari arah ranjang, lalu disusul dengan mata indah yang mulai mengerjap perlahan.
Silau dan begitu asing, itulah yang ada di pikiran Nik saat ini kala ia terbangun dari tidurnya yang begitu nyenyak. Matanya sudah terbuka lebar dan kini mulai berkeliling untuk melihat kesekitar.
“Dimana aku?” Batinnya
“Tempat ini terlihat tidak asing bagiku” imbuhnya lagi
Nik kembali mengedarkan pandangannya, dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat seseorang yang tengah tertidur disampingnya.
“Ar-Aroon..” pekiknya, membuat pria yang dipanggil namanya perlahan membuka mata.
“Hhmm.. kau sudah bangun” sapa Aroon dengan mata yang terbuka lebar dan bibir tersenyum manis.
“Ketika diperjalanan, kau tertidur. Aku tidak tega jika harus membangunkanmu, jadi aku memutuskan untuk mengajakmu kemari” jelas Aroon
Nik tak menjawab apapun, wanita itu segera bangkit dan hendak pergi dari ruangan yang menyimpan kenangan manis sekaligus terasa pahit untuknya. Ia tidak bisa berada di tempat itu, dan ia melupakan fakta jika lelaki ini telah menolaknya sebanyak 3 kali. Jadi untuk apa dia disini
“Nik, kau mau kemana?” Aroon juga langsung terbangun dan meraih pergelangan Nik dengan cepat.
“Lepaskan tanganku Ar!” Pinta Nik dengan sorot mata tajam. Tatapan lembut sewaktu di bandara tadi sudah hilang sekarang.
“Nik, kau sudah berjanji untuk tidak pergi” genggaman tangan Aroon terasa semakin erat sekarang.
“Lepaskan Ar! Kau menyakitiku!” Pekik Nik yang memang merasakan sakit pada pergelangan tangannya.
“Maaf, aku tidak bermaksud” dengan cepat Aroon melepaskan cengkramannya, namun kesempatan itu digunakan oleh Nik untuk melangkah lagi.
“Nik, aku mohon dengarkan penjelasanku dulu! Aku minta maaf..” dengan gerakan yang cepat, Aroon berhasil menghentikan langkah Nik karena lelaki itu kini sudah bersimpuh di hadapannya sembari menggenggam kedua tangan Nik dengan berhati-hati.
Nik memalingkan wajahnya, ia tak mau jika hatinya goyah karena melihat wajah pria yang tengah menatapnya penuh harap.
__ADS_1
“Aku minta maaf Nik. Aku benar-benar minta maaf atas rasa sakit yang kau rasakan karena ku. Tolong, beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya” pinta Aroon dengan ekspresi wajah yang tulus.
“……” Nik tak menjawab, namun Aroon mengerti jika wanita itu memberinya kesempatan. Mengingat jika tak ada perlawanan darinya.
“Nik, jika aku mengatakan bahwa aku mencintaimu apa kau akan percaya?” Tanya Aroon yang masih belum mendapat respon apapun.
“Sungguh Nik, aku mencintaimu. Aku mencintaimu sejak kita bertemu untuk pertama kali..”
“……”
“Aku sangat ingin bersamamu Nik, sama seperti Khun Kim dan Khun Jane. Tapi rasa takutku, seperti membatasi diriku untuk melangkah maju. Kau tahu sendiri jika aku adalah anak buah dari seorang mafia, yang itu artinya aku ikut masuk ke dunia mereka yang gelap dan penuh bahaya. Aku hanya tidak mau orang yang aku cintai harus berada di dalam situasi sulit yang bahkan tak bisa aku prediksi kedatangannya. Aku tak ingin kau merasakan trauma karena harus berhadapan dengan berbagai hal yang pasti tak pernah kau jumpai sebelumnya..Katakanlah aku egois Nik, aku terlalu takut jika nanti akan merasa kehilangan orang yang kita cintai… aku pengecut Nik! Aku seorang pecundang! Bagaimana bisa aku memikirkan perasaanku sendiri, sedangkan orang yang aku cintai harus merasakan sakit karena keegoisanku”
“…..”
“Namun pada akhirnya aku menyerah Nik! Nyatanya rasa cintaku jauh lebih besar jika dibandingkan rasa takutku. Aku tersadar kala melihat bagaimana seorang mafia kejam dan tak perduli dengan siapapun seperti Khun Kim, akhirnya menyerah dan begitu berani untuk memperjuangkan cintanya. Dan aku ingin melakukan hal itu hari ini. Apakah aku bisa mendapatkan kesempatan itu Nik…”
Setelah kalimat panjang lebar yang diucapkan oleh Bibir Aroon, air mata Nik akhirnya mengalir deras di atas pipinya yang mulus. Hatinya terasa begitu lemah sekarang, ia menyesal telah menatap mata yang di dalamnya hanya ada ketulusan itu.
“Hiks.. aku tidak tahu..” Nik menangis, kepala tertunduk ke bawah dan hanya kalimat itu yang bisa ia ucapkan.
Tidak bisa ia pungkiri jika sekarang Nik merasa senang dan bahagia karena cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Namun tetap saja, ada rasa ragu yang masih tertanam di dalam hatinya, membuat Nik tidak bisa berpikir jernih.
“Ssttt.. rasanya pasti sangat sakit, bukan?!. Jika kau mau, kau bisa memukulku, mencubitku atau menggigitku untuk melampiaskan semua rasa sakit itu. Aku akan melakukan apapun yang kau mau, asal rasa sakit itu bisa menghilang.” Posisi mereka telah berubah, kini tubuh kekar Aroon tengah memeluk Nik dengan hangat. Tangannya mengelus lembut puncak kepala Nik.
Aroon melerai pelukannya dan kini berganti menangkup wajah Nik dengan kedua telapak tangannya.
“Nik, maaf jika aku kembali memaksa. Tolong berikan aku kesempatan, aku akan membuktikan jika perasaanku ini memang nyata. Beri aku waktu untuk menyakinkan dirimu, jika aku sangat mencintaimu Nik” Aroon menatap lembut ke manik indah Nik, sedangkan kedua ibu jarinya tengah sibuk mengusap air mata yang senantiasa mengalir.
“Apa kau bersedia memberiku waktu?” Tanya Aroon lagi, karena wanitanya itu tak kunjung menjawab.
Sejujurnya Aroon merasa takut jika saja Nik menjawab tidak. Namun ternyata, wanita itu terlihat mengangguk pelan sekarang. Katakanlah Nik begitu lemah, logikanya sangat ingin menolak Pria ini jika mengingat penolakan yang ia terima sebanyak 3 kali itu. Namun hatinya berkata lain dan mau tidak mau, ia harus mengikuti kata hatinya.
Apa yang dijelaskan oleh Aroon memang benar adanya dan Nik mengerti akan hal itu. Tidak ada salahnya bukan memberi sebuah kesempatan?
“Terima kasih Nik! 5 hari, aku akan membuktikan padamu jika aku benar-benar mencintaimu” Aroon tersenyum senang dan kini kembali membawa wanita itu ke dalam pelukannya.
Bersambung…
Maaf mungkin ada typo atau kalimat yang kurang nyambung…
__ADS_1
*Kurang kopi nih guys**🤭*