![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
Holla guys🤟🏻
✨Happy Reading✨
•
•
Satu bulan telah berlalu dengan sangat cepat, hari demi hari yang dilalui Kim dan Jane berjalan dengan begitu baik. Ada begitu banyak perubahan positif yang tercipta diantara mereka, terutama untuk lelaki yang selama ini terkenal dingin dan kejam.
Hal-hal kecil yang dilakukan Jane untuk Kim semakin hari semakin membuat pria itu mengerti arti sebuah kehangatan. Tidak ada hanya itu, wajah yang biasanya terlihat datar, sedikit demi sedikit telah tergantikan dengan wajah penuh senyum, meskipun hanya ditampilkan saat bersama Jane saja.
Sedangkan Jane, perhatiannya terhadap lelaki itu tak pernah berkurang sedikit pun. Menyiapkan sarapan, mengantarkan makan siang, serta menunggunya pulang saat malam hari, tidak pernah terlewatkan. Ia selalu memastikan jika lelaki itu memakan masakan tepat waktu, tidak perduli seberapa sibuk dirinya sebagai wanita karir. Tidak dapat dipungkiri, menjadi pemilik 3 butik besar yang berada di pusat kota, membuat dirinya super sibuk, tak jauh berbeda dengan sang suami.
Kim merasa kasian melihat wanitanya melakukan begitu banyak pekerjaan, sehingga ia memutuskan untuk mencari seorang maid, agar pekerjaan Jane sedikit lebih berkurang. Namun ternyata wanita itu menolak, sehingga menimbulkan perdebatan kecil diantara mereka. Meskipun pada akhirnya Jane setuju, dengan syarat, maid itu hanya akan mengambil tugas untuk membersihkan mansion di lantai dasar. Tidak untuk memasak dan masuk ke dalam kamar mereka.
Dan dari perdebatan kecil itu, seorang Kim Nan bisa memahami dengan baik bagaimana sifat hingga kebiasaan wanita yang sudah menemaninya hampir satu bulan itu.
Jane wanita yang periang dan juga simple, namun bukan berarti wanita itu tidak pernah marah. Kim memperhatikan semua itu secara diam-diam. Bagaimana saat Jane sangat senang jika dibawakan oleh-oleh meskipun hanya sepotong kue rasa coklat. Jane yang akan marah jika Kim tidak menghabiskan makanannya serta meletakkan barang-barangnya di sembarang tempat. Jane yang stres dengan semua pekerjaannya akan merasa tenang hanya dengan memeluknya sebentar dan Jane yang akan menangis sesenggukan ketika menonton drama Korea dengan ending yang menyedihkan. Kim sudah hafal akan semua itu dan bahkan ia sangat menyukai dirinya yang saat ini ketika bersama wanita itu.
Cukup simple di mata seorang Kim, ternyata hidup berdampingan dengan seseorang tak lantas membuat dirinya merasa bosan.
Menyenangkan sungguh, hingga rasanya Kim tak ingin beranjak dari mansion itu walau hanya beberapa detik saja.
•
•
Pukul 5.30 am
Wanita itu sudah berkutat di dalam dapurnya dengan berbagai bahan serta alat masak yang menemaninya. Jane terlihat sedikit terburu-buru, terbukti jika saat ini ia tengah memasak dengan penampilan yang sudah rapi dan make up natural menempel diwajahnya.
Mulai hari ini dan satu minggu kedepan, Jane akan sedikit lebih sibuk, karena butiknya akan mengadakan pameran di salah satu mall terbesar di kota Bangkok. Meskipun begitu, Jane tetap menyempatkan diri untuk menyiapkan semua keperluan Kim selama satu hari penuh, termasuk menu untuk sarapan dan makan siang nanti.
__ADS_1
“Jane, ini masih pukul 5.30 pagi. Kau sudah memasak?” tanya seseorang yang tengah menuruni anak tangga, lengkap dengan piyama berwarna biru navy yang masih menempel pada tubuhnya.
“Good morning Kim. Kau sudah bangun?” tanya Jane dengan kedua tangan yang masih sibuk, alih-alih menjawab pertanyaan Kim. Namun di detik berikutnya ia berhenti dan menghampiri lelaki itu.
Cup..
“Morning kiss” seru Jane dan kembali berlari untuk menyelesaikan kegiatannya.
“Terima kasih” ujar Kim untuk ciuman singkat yang selalu ia dapatkan di pagi, malam, dan setiap akan berpisah untuk kegiatan mereka masing-masing.
“Aku menyiapkan sandwich pagi ini dan untuk makan siang, aku tidak bisa mengantarkannya untukmu. Tapi tidak perlu khawatir, karena aku sudah menyiapkan chicken steak untukmu” jelas Jane dengan mata yang sesekali melirik ke arah lelaki yang tengah duduk manis di meja makan.
“Jane, jika kau terlalu sibuk.. kau bisa meminta maid untuk melakukan itu atau aku bisa memakan menu instan seperti dulu” timpal Kim, membuat wanita itu terdiam sejenak.
“Kau mengajakku berdebat lagi pagi ini? Bukankah masalah itu sudah kita selesaikan tempo hari, mengapa masih membahasnya?” Kini Jane menatap tajam ke arah suaminya itu.
Kim tertegun, sepertinya ia telah menyinggung perasaan Jane kali ini.
“Hhmm.. aku minta maaf. Aku hanya tidak ingin kau kelelahan dengan semua aktivitasmu yang tak kalah padat dengan aktivitasku” jawab Kim dengan nada bicara yang lembut.
Jane menghela nafas panjang “Huft.. aku tidak pernah merasa lelah jika itu menyangkut tentangmu. Aku senang dengan semua kegiatanku sekarang” balas Jane, membuat sebuah senyuman lebar terukir di wajah tampan Kim.
“Sekarang kemari, aku masih kesal denganmu” pinta Jane sembari merentangkan kedua tangannya dan Kim mengerti dengan isyarat itu.
Lelaki itu berdiri, menghampiri Jane dan membawa wanita itu ke dalam pelukannya dengan senang hati.
“Apakah rasa kesal mu sudah berkurang?” tanya Kim sembari menatap wanita yang terlihat sangat nyaman berada di dalam pelukannya.
“Sedikit lagi” jawab Jane, memejamkan matanya sejenak di dalam pelukan hangat seorang Kim.
Namun kegiatan itu tidak berlangsung lama, karena Jane harus segera bersiap dan pergi ke butik. Jika boleh jujur, jane akan sangat senang jika berada disana lebih lama lagi, seharian pun tak apa. Sungguh!!
“Selesai! Aku harus segera pergi, jangan lupa untuk menghabiskan sarapan serta makan siangmu! Aku berjanji ini hanya akan berlangsung satu minggu saja, setelah itu tidak akan seperti ini lagi” ujar Jane, sembari mengelus pelan wajah Kim, lalu beralih mengambil tas jinjing yang ia letakkan tak jauh dari sana.
__ADS_1
“Aku berangkat dulu! Byee” pamit Jane sembari melambaikan tangannya.
“Jane” panggil Kim yang berhasil membuat wanita itu menghentikan langkahnya.
“Ada apa?” tanya Jane
“Hhmm.. kau tidak menciumku” pinta Kim dengan manja, membuat senyuman lebar terbentuk di wajah Jane.
Jane menghampiri lelaki itu dengan cepat, memberikan sebuah ciuman singkat di bibir tipis Kim. Namun apa yang terjadi, ketika Jane ingin beranjak dari benda kenyal itu, sebuah tangan kekar melingkar di bagian pinggang serta lehernya. Seperti menahan pergerakan dari wanita itu.
Jane terkejut bukan main, bahkan kedua matanya membulat sempurna ketika Kim mencoba untuk memperdalam ciuman yang tak pernah ia lakukan sebelumnya.
Kim terus melahap habis bibir tipis milik Jane dan memimpin dengan aktif serta memaksa Jane agar membuka mulutnya.
“Akkhh.. Kim” dengan jahil, Kim menggigit pelan bibir bagian bawah Jane, membuat wanita itu dengan terpaksa membuka mulutnya, memberi akses untuk Kim memasukkan lidahnya ke dalam sana.
Jane hampir terbuai “Kim!!” Wanita itu mendorong kuat dada kekar milik sang suami.
“A-aku pergi” Jane membalikkan tubuhnya dengan cepat, bergegas pergi dengan wajah yang merah padam.
“Hati-hati” balas Kim dengan wajah yang tak kalah merah, namun masih bisa tersenyum bangga.
Meskipun perbuatannya sedikit membuatnya merasa malu, namun ada rasa bangga pada dirinya karena melihat raut wajah malu sang istri untuk pertama kalinya.
Jauh dari tempat itu, seorang laki-laki yang hendak masuk dan menyapa tuannya, harus terdiam kala melihat adegan panas dipagi hari.
“OH MY GOD!! Apakah dia benar Khun Kim!! Dia tuanku?? Tolong seseorang tampar pipiku!! Ini mimpi bukan!!” Teriak Aroon dalam hati melihat seseorang yang selama ini ia kenal Kejam, dingin, dan irit bicara, kini bersikap layaknya seorang anak kecil yang meminta permen.
“Apa itu tadi? Ia merengek?! Minta untuk dicium?!” Imbuhnya yang masih menolak sadar dengan fakta didepan matanya.
Bersambung….
*Jangan lupa Like, Komen dan Vote**đź’šđź’™*
__ADS_1