![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
Holla guys🤟🏻
✨Happy Reading✨
•
•
#JANE POV
Aku tidak tahu berada dimana dan sudah berapa lama berada di tempat yang aromanya begitu asing di Indra penciumanku. Sepertinya aku tidur dengan lelap untuk waktu yang cukup lama, hingga tiba-tiba suara gumaman kecil mulai bergema di telingaku. Membuat tidurku sedikit terganggu.
Suara itu, aku sangat mengenalnya. Suara yang akan terdengar dingin ditelinga orang lain, namun sangat lembut jika berhubungan denganku. Aku memilih untuk tetap diam, berpura-pura tidur sembari mendengar semua kalimat yang akan keluar dari bibirnya.
“Jane, kau sangat cantik. Bahkan saat tertidur seperti ini, kau masih sangat cantik” dia memujiku, membuat diriku dengan sekuat tenaga menahan sesuatu yang ingin terbang. Tangannya yang besar juga mendarat di pipiku dan bermain disana.
Seseorang, tolong katakan padaku! Apakah pipiku memerah?
“Apa kau masih lama, Hhmm? Bisakah kau bangun sebentar sana dan menyapaku?” Dia bertanya, namun aku memilih untuk tetap diam. Lebih tepatnya berusaha keras untuk tetap tenang dan tidak bergerak.
“Tapi jika kau masih lama, tidak apa. Aku akan menunggumu disini! Aku tahu kau pasti sangat lelah bukan?! Jadi beristirahatlah dan ketika kau bangun nanti, kembalilah menjadi Jane yang selalu ceria dan penuh warna”
Aku sudah tidak tahan lagi sungguh, dia berkata dengan sangat lembut dan membuat hatiku menjadi sangat hangat. Tanpa terasa, cairan bening mengalir dari sudut mataku dan tidak bisa aku kontrol. Membuatku dengan cepat membuka mata dan menyesuaikan dengan cahaya lampu yang menyilaukan mata.
“Jane.. kau sudah bangun?” Nada bicaranya terdengar begitu terkejut begitu melihat mataku mengerjap untuk beberapa kali.
Mataku yang masih terasa berat, mencoba untuk menatap matanya yang tengah berbinar. Ia terlihat begitu lega, itu terlihat jelas dari eskrepsi wajahnya saat ini.
“Hiks.. Kim” aku menangis, memanggil namanya dengan suara serak. Entah mengapa aku merasa sedih sekaligus senang.
“Hey.. kenapa kau menangis? Sstt.. kau akan baik-baik saja setelah ini. Ada aku” dia meraih tubuhku dengan sangat perlahan, membawanya kedalam pelukan terhangat yang selalu membuatku merasa nyaman.
“Sstt.. apakah ada yang sakit? Tanganmu sakit? Atau kau ingin sesuatu? Hhmm.. katakan saja” dia kembali bertanya padaku, seolah memastikan keadaanku saat ini. Tangannya yang kekar masih setia mengelus pucuk kepalaku dengan sangat pelan. Menyalurkan sesuatu yang mampu membuatku merasa semakin nyaman.
#JANE POV END
•
__ADS_1
•
Setelah beberapa menit berlalu, Kim memutuskan memanggil Arthit untuk memeriksa kembali keadaan Jane. Meskipun terlihat jelas jika gadis itu sudah jauh lebih baik.
“Selain tangan dan kaki, apakah ada bagian tubuh lain yang terasa sakit nona Jane?” Arthit menatap gadis yang secara sah sudah menjadi istri dari sahabatnya itu.
PLAK!!
Suara nyaring tamparan keras berasal dari lengan Arthit dan pelakunya, tak lain adalah Kim. Matanya yang tajam, menatap Arthit dengan penuh intimidasi.
“Berhenti menatap istriku seperti itu!” Nada dingin yang dibarengi dengan intonasi penuh peringatan menggema di telinga Arthit.
Arthit memutar bola matanya malas, mengetahui fakta jika sahabatnya itu begitu posesif. Dan ini menjadi hal yang begitu menarik baginya.
“Lalu harus seperti apa, Hah? Apa aku harus memejamkan mata saat bertanya kepada pasienku” protes Arthit tak mau kalah.
“Tidak ada dokter, aku sudah merasa lebih baik” ujar Jane, berusaha menjadi penengah di antara keduanya.
Arthit kembali mengalihkan pandangannya kepada Jane, sosok gadis cantik yang mampu membuat es batu di sampingnya itu mencair.
“Baiklah, setelah ini jangan lupa untuk meminum obat yang sudah aku resepkan. Lalu beristirahat dan 2 hari lagi, kau sudah diperbolehkan untuk pulang” jelas Arthit dengan senyum ramah di wajah tampannya.
Kim yang tidak suka melihat interaksi diantara keduanya, memilih maju dan menggeser tubuh Arthit kebelakang.
“Jika sudah selesai, keluar saja!” Bisik Kim sembari melirik Arthit dengan tajam.
“Hhmm aku akan keluar, dasar manusia posesif” gerutu Arthit, lalu memilih untuk keluar dari ruangan itu.
Kim kembali fokus kepada Jane, menatap dalam wanita yang tengah berbaring dengan senyum indah di wajahnya.
“Jane.. kau ingin sesuatu?” Tanya Kim dengan nada lembut seperti biasa, dan dijawab dengan gelengan kepala pelan oleh Jane.
Kim menarik kursi yang berada tak jauh dari tempatnya, mendaratkan bokongnya di atas sana namun dengan kedua mata yang tak lepas dari wajah sang istri,
Perlahan, ia menyentuh tangan mulus yang dibalut perban putih. Meliriknya sejenak sebelum kembali ke dua netra indah didepan sana.
“Apakah masih sakit?” Kim kembali bertanya
__ADS_1
“Sedikit, mungkin efek biusnya sudah mulai hilang” jawab Jane
“Jane.. berjanjilah padaku jika ini yang terakhir” pinta Kim dengan tatapan yang begitu dalam.
“…….”
“Jangan melakukan hal konyol itu lagi Jane!!”
“…….”
Kim menundukkan kepala, namun tangannya masih tetap setia menyentuh dengan perlahan tangan Jane yang terluka.
“Hiks.. aku terlalu takut Jane! Aku terlalu takut jika harus kehilanganmu! Aku tidak bisa.. hiks..” suara isakan yang awalnya terdengar samar, kini terasa semakin jelas. Ditambah dengan tubuh kekar yang terlihat gemetar.
Jane tertegun, suaminya menangis?
Ia baru menyadari bagaimana penampilan seorang Kim saat ini. Pakaiannya yang penuh dengan noda darah, mata bengkak dengan wajah pucat. Cukup membuat Jane tahu jika Kim memang begitu mengkhawatirkan dirinya. Lebih tepatnya, Kim sangat ketakutan. Takut kehilangan seseorang yang sudah menjadi bagian dari dirinya.
“Maaf..” satu kata akhirnya lolos dari bibir Jane.
“Maaf karena membuatmu khawatir. Aku berjanji jika ini adalah yang terakhir kali” imbuh Jane, membuat Kim memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya lagi.
“Tidak! Kau tidak salah! Aku hanya memintamu untuk tidak melakukan hal itu lagi! Karena mulai saat ini, aku akan selalu ada bersamamu dan aku pastikan kau tidak akan merasakan sakit lagi!” Ujar Kim, memeluk kembali tubuh Jane bahkan terasa sedikit lebih erat. Seakan dirinya tak ingin kehilangan sosok Jane.
“Aku mencintaimu Kim” kalimat itu lolos dari bibir Jane, membuat lelaki itu semakin mempererat pelukannya.
“Aku juga mencintaimu, Jane Ratanaporn” balas Kim, membuat Jane tersenyum heran.
“Hey.. sejak kapan namaku berubah?”
“Sejak kau setuju untuk masuk ke dalam hidupku” Kim bergumam di dalam pelukan Jane, sedikit mengundang tawa penuh kebahagiaan.
“Kau yang memilih masuk ke dalam hidupku dan selamanya kau akan berada disini dan tidak bisa pergi kemana pun! Aku memaksamu untuk tetap tinggal dan akan mengunci mu disini, bersamaku! Kim dan Jane, selamanya!”\~Kim
“Aku menyerah untukmu! Bahkan jika kau mau, aku akan melemparkan kunci itu hingga tidak bisa ditemukan. Agar kita bisa tetap terkurung disini, hanya berdua saja! Kim dan Jane, selamanya!”\~Jane
“Tapi kehidupanku sangat berbahaya! Kau tidak takut?\~Kim
__ADS_1
“Aku memiliki Kim, apa yang harus aku takutkan?!”\~Jane
Bersambung….