![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
*Holla guys**đ¤đť*
â¨Happy Readingâ¨
â˘
â˘
Sudah hampir 20 menit waktu berjalan, namun Kim dan makanan itu juga belum sampai untuk menghampirinya. Jane melirik jam dinding berukuran besar yang tertempel dinding, entah mengapa ia menjadi sedikit bosan karena harus menunggu.
CEKLEK!!
Suara pintu terbuka, berhasil mengundang senyum antusias seorang Jane. Akhirnya setelah menunggu lama, yang ditunggu datang juga. Tapi, tunggu.. sepertinya ada yang salah.
âKim!!â Terdengar suara teriakan dan suara itu terdengar tidak asing. Itu suara perempuan bukan?
âKim!!â Suara itu semakin terasa dekat, namun Jane memilih untuk tetap diam sembari melanjutkan kegiatannya menonton.
âKim, kenapa kau melakuâŚâ Natcha menjeda kalimatnya, kala menyadari seseorang yang berada di ruangan itu bukanlah Kim.
âKAU!!â Pekiknya, menatap terkejut ke arah Jane.
ââŚâŚâ
âDimana Kim?!â Tanya Natcha kepada sosok perempuan yang masih fokus dengan kegiatannya.
ââŚâŚ.â
âSial, perempuan ini mempermainkankuâ. Gerutu Natcha dalam hati.
âHEY!! Aku tanya dimana Kim?!â Natcha bertanya lagi, karena Jane tak kunjung memperdulikan keberadaannya.
âTidak usah berteriak! Suaramu sangat tidak enak untuk didengarâ alih-alih menjawab pertanyaan Natcha, Jane malah melontarkan sebuah ejekan yang membuat emosi Natcha tersulut.
âSekali lagi aku bertanya, dimana Kim?!â Suara Natcha terdengar sedikit menggeram.
Jane meraih toples berisikan camilan yang berada di atas meja. Kedua matanya masih tetap fokus menatap layar laptop, seolah tidak ingin melihat kehadiran Natcha.
âAda apa kau mencari suamiku?â Jane balik bertanya, membuat Natcha mendecih.
âHeh.. aku ada urusan dengannyaâ jawab Natcha dengan wajah sombong.
Jane melirik sejenak ke arah wanita itu namun tidak lama, mulutnya masih sibuk mengunyah camilan.
âUrusan? Urusan seperti apa yang kau maksud?â
âKau tidak perlu tahu, karena ini bersifat pribadi! Orang asing tidak boleh ikut campurâ balas Natcha dengan menekankan kata âorang asingâ.
âOrang asing? Tapi orang asing ini yang tidur diranjang Kim! Kau masih yakin jika aku adalah orang asing bagi Kim. Bukankah disini, kau orang asing itu?â Balas Jane memberi sedikit kalimat tamparan untuk Natcha.
âKauuuu!! Cepat katakan kemana perginya Kimâ
__ADS_1
âaku tidak tahu Kim pergi kemanaâ Jane menggidikkan kedua bahunya, membuat Natcha semakin kesal.
âTidak mungkin kau tidak tahu!! KATAKAN DIMANA KIM!!â Teriak Natcha marah.
âAku tidak tahuâ jawab Jane santai, seolah teriakan Natcha tidak berarti apa-apa ditelinganya.
Natcha mengepalkan kedua tangannya, wanita ini benar-benar membuatnya sangat kesal.
SSSRREEKK!!
Natcha mengambil laptop yang digunakan oleh Jane secara paksa, membuat si pemilik akhirnya menatap Natcha dengan penuh amarah.
âKEMBALIKAN LAPTOPKU SIALAN!!â Teriak Jane marah, membuat Natcha tersenyum senang.
âKatakan dulu! Dimana Kim!!â Natcha memberi sebuah penawaran yang sama sekali tidak membuat Jane tertarik.
Jane berdiri, berada tepat di depan Natcha yang terlihat waspada.
âKembalikan laptopku dan jangan bermain-main denganku Khun Natcha!!â Ujar Jane memperingatkan Natcha yang masih tidak berniat untuk mengembalikan laptopnya.
âTidak mau!! Kau belum mengatakan dimana Kimâ tolak Natcha dengan berani.
âBaiklah, jangan salahkan aku jika berbuat kasar padamuâ habis sudah kesabaran Jane, ia harus memberi tahu wanita Dihadapannya itu jika dirinya bukan orang lemah.
âOh ya, aku tidak takutâ tantang Natcha.
Jane mengulurkan tangannya, mencengkram erat ujung layar laptop yang masih digenggam erat oleh Natcha. Mata mereka berdua saling menatap tajam satu sama lain. Hingga di detik berikutnya, kaki Jane terangkat dan menendang bagian belakang lutut Natcha dengan cukup keras. Membuat Natcha kehilangan keseimbangannya dan jatuh tertunduk dengan kedua lutut sebagai tumpuan. Dengan otomatis, Natcha melepaskan laptop itu dan Jane mengambilnya dengan gerakan cepat.
BUUGGHHH!!
âWanita sialan! Kauuuu!!â Natcha berteriak marah, ia dengan cepat segera bangun dan ingin membalas perbuatan Jane.
Natcha mengangkat salah satu tangannya, hendak menampar pipi Jane. Namun Jane terlalu siaga untuk menghadapi pergerakan Natcha, sehingga dengan mudah Jane membalikkan keadaan.
Jane menghindar dan salah satu tangannya yang menganggur, ia gunakan untuk menarik rambut Natcha. Membuat wanita itu, lagi dan lagi berteriak kesakitan.
âAakkhh!! Aakkhhh!! Wanita sialan!! Lepaskan rambutku!! Sakit bajingan!!â Celoteh Natcha, namun ditanggapi dengan senyum penuh ejekan oleh Jane.
âKau ingin dilepaskan? Baik, aku turutiâ jawab Jane, sembari menghempaskan tubuh Natcha kedepan dengan sedikit keras. Membuat Natcha, lagi dan lagi jatuh tersungkur.
âAakkhh!!â Pekik Natcha
âUuppss!! Maaf nona, aku terlalu bersemangat!!â Jane menutup mulutnya, seolah kaget dengan perbuatan yang ia lakukan.
âAaarrgghh!! Akan ku bunuh kauuuu!!â Teriak Natcha marah. Selain sakit, ia juga tidak terima dengan kekalahannya.
âNATCHA!!â Terdengar suara dingin dan berat dari seseorang yang baru datang.
Jane dan Natcha sontak menoleh ke arah sumber suara. Dua laki-laki dengan postur tubuh serta mimik wajah yang hampir sama, tengah berjalan ke arah mereka.
Natcha tersenyum senang, sebuah ide jahat terlintas dari kepalanya.
__ADS_1
âAakkhh!! Kim, tolong aku. Wanita ini berusaha menyakitikuâ adu Natcha dengan mimik wajah kesakitan.
Jane yang mendengar kalimat tuduhan itu hanya diam sembari menatap remeh ke arah Natcha. Apakah wanita itu sedang berusaha untuk mencari perlindungan?
Kim menatap sejenak ke arah Natcha, namun tatapan itu sangat sulit untuk ditebak.
âJane kau baik-baik saja?â Tanya Kim dengan lembut, sembari memeriksa beberapa bagian tubuh Jane.
DUARRR!!
Bagai disambar petir, Natcha tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Hey, bukankah Kim seharusnya menanyakan hal itu pada dirinya?
âK-Kim?? Aku yang disakiti olehnya, ta-tapi kenapa kau malah bertanya padanya?â Tanya Natcha dengan mimik wajah yang tidak percaya.
âAr, siapa yang mengijinkan orang asing masuk ke dalam ruanganku tanpa meminta ijin terlebih dahulu padaku?â Alih-alih menjawab pertanyaan Natcha, Kim tengah menatap tajam ke arah sang sekretaris.
âMaaf Khun Kim, saya sudah memberitahu kepada semua petugas keamanan, tapi sepertinya Khun Natcha memaksa untuk masukâ jawab Aroon yang melemparkan semua kesalahan itu pada Natcha.
Natcha segera berdiri, meskipun bokongnya terasa sakit.
âKim!!..â
âKeluar dari ruanganku Nat!! Sebelum aku memanggil petugas keamanan!!â Potong Kim dengan menatap serius ke arah Natcha.
âTidak!! Aku ingin menanyakan sesuatu padamu terlebih dahulu!!â Tolak Natcha dan hendak meraih lengan Kim, namun pergerakannya segera dihentikan oleh tangan kekar seorang Aroon.
âKhun Natcha, sebaiknya anda keluar sebelum saya bertindak kasar pada anda!â Titah Aroon dengan tatapan tak kalah tajam dari tuannya.
âKim!! Aakhhh!!â Natcha kembali memekik karena Cengkraman tangan Aroon semakin kuat.
âOke-oke, aku akan keluar sekarang!â Natcha menghempaskan tangan Aroon dengan cukup keras.
âAku tidak menyangka, kau akan memperlakukanku seperti ini Kim!! Aku kecewa denganmu!!â Natcha menghentakkan kakinya lalu pergi dengan perasaan marah serta kecewa terhadap lelaki yang ia cintai.
âMaaf karena aku datang terlambatâ Kim menangkup wajah sang istri dengan kedua tangannya. Tatapannya terlihat begitu khawatir saat ini.
Jane tersenyum manis âKau datang tepat waktuâ
âApakah dia menyakitimu?â
âDia terlalu lemah untuk bisa menyentuhku! Bahkan jika dia masih ingin bermain lebih lama lagi, aku masih bisa meladeninya!â Jawab Jane dengan senyum lebar.
Kim ikut tersenyum dan menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.
âAku benar-benar akan membunuhnya jika sampai berani melukaimu!â Gumam Kim yang mampu mengundang tawa kecil dari Jane.
âTerima kasih karena selalu mengkhawatirkanku. Aku mencintaimuâ balas Jane
âSimpan kata-kata manis itu untuk nanti malamâ dan Kim kembali ke mode mesum.
âAS wish you My husbandâ bisik Jane, membuat Kim semakin gemas.
__ADS_1
BersambungâŚ.
*Jangan lupa like, komen dan Vote**đđ*